Analisis Transaksi Saham Broker MG November 2025: Ini Untungnya Bagi Trader

Analisis Transaksi Saham Broker MG November 2025: Ini Untungnya Bagi Trader

grafik harga saham
Ilustrasi grafik naik turunnya harga saham. Radit M. Pase / Mediasaham.com


Broker MG mencatat aktivitas jual beli saham yang besar sepanjang November 2025, dengan total nilai transaksi mencapai Rp25,53 triliun untuk 20 daftar saham paling aktif ditransaksikan oleh broker saham MG.

Data ini memberikan insight berharga bagi investor saham Indonesia yang mencari tren akumulasi atau distribusi di bursa efek, terutama di sektor pertambangan, teknologi, dan energi. Periode ini berakhir pada 26 November 2025, menunjukkan dominasi net sell secara keseluruhan, yang bisa menjadi sinyal bagi strategi investasi jangka pendek.

Dari 20 saham terbesar yang diperdagangkan, BUMI menjadi penyumbang terbesar dengan nilai transaksi sentuh Rp9,86 triliun, disusul INET, GOTO, BRMS, dan DEWA. Saham seperti COIN, MINA, BUVA hingga BREN juga masuk radar transaksi besar MG.

Aksi Broker MG di Pasar Saham yang Wajib Anda Ketahui (Analisis Mendalam 2025)

Aksi Broker MG di Pasar Saham yang Wajib Anda Ketahui (Analisis Mendalam 2025)

trading broker mg
Ilustrasi. Transaksi jual beli saham oleh Broker MG. Radit M. Pase / Mediasaham.com


Aksi Broker MG di Pasar Saham: Analisis Mendalam Periode 24–26 November 2025

Aksi Broker MG di Pasar Saham kembali menyita perhatian pada periode 24–26 November 2025. Dalam tiga hari perdagangan tersebut, MG (Semesta Sekuritas) mencatatkan transaksi jumbo pada banyak saham, mulai dari saham komoditas, consumer goods, teknologi, hingga midcap yang volatil. Aktivitas ini mencerminkan pola akumulasi yang kuat serta rotasi sektor yang tengah digerakkan investor besar.

BCA Bagikan Dividen Interim Rp55 per Saham, Total Rp6,77 Triliun untuk Tahun Buku 2025

BCA Bagikan Dividen Interim Rp55 per Saham, Total Rp6,77 Triliun untuk Tahun Buku 2025

dividen bbca
Ilustrasi Dividen Bank BCA. Radit M. / Mediasaham.com

 

Mediasaham.com, Jakarta — PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) resmi menetapkan pembagian dividen interim tunai untuk tahun buku 2025 dengan nilai total Rp6,77 triliun. Keputusan ini diambil oleh Direksi dan telah memperoleh persetujuan Dewan Komisaris pada 24 November 2025.

Dividen tersebut setara dengan 15,6% dari laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk hingga kuartal III-2025, yaitu Rp43,40 triliun. Perseroan menetapkan dividen interim sebesar Rp55 per saham, meningkat 10% dibanding periode yang sama tahun 2024 sebesar Rp 50 per lembar saham.

Baca: 400+ Daftar Saham Bagi Dividen Tahun 2025: Cek Jadwal dan Dividen Per Lembar

Berdasarkan harga penutupan saham BBCA pada Senin (25/11/2025) di Rp8.500, dividen interim ini memberikan dividend yield sekitar 0,64%.

YUPI Bagikan Dividen Interim Tahun 2025 Sebesar Rp35,11 per Saham, Yield Mencapai 2,18%

YUPI Bagikan Dividen Interim Tahun 2025 Sebesar Rp35,11 per Saham, Yield Mencapai 2,18%

 

permen yupi
Varian RasaYupi / Yupi Indo Jelly gum

Mediasaham.com, Bogor — PT Yupi Indo Jelly Gum Tbk (YUPI) resmi mengumumkan pembagian dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp35,11 per saham. Keputusan ini diambil oleh Direksi dan Dewan Komisaris pada 24 November 2025, berdasarkan laba bersih periode sembilan bulan pertama yang berakhir 30 September 2025.

Baca: 400+ Daftar Saham Bagi Dividen Tahun 2025: Cek Jadwal dan Dividen Per Lembar

Dengan harga saham YUPI pada 25 November 2025 di level Rp1.610 per saham, dividen interim tersebut mencatatkan dividend yield sekitar 2,18%, menjadikannya salah satu emiten consumer goods dengan pembagian dividen interim kompetitif menjelang akhir tahun.

400+ Daftar Saham Bagi Dividen Tahun 2025: Cek Jadwal dan Dividen Per Lembar

400+ Daftar Saham Bagi Dividen Tahun 2025: Cek Jadwal dan Dividen Per Lembar

dividen 2025
Ilustrasi Jadwal Dividen 2025. Radit M.Pase / Mediasaham.com



 

Daftar Saham Bagi Dividen Tahun 2025

Berikut daftar saham yang membagikan dividen tahun 2025. Lengkap dengan jumlah dividen per lembar dan juga jadwal pembagian dividen.

Asing Jual BBRI Rp1,20 Triliun, Harga Anjlok 3,77%, Broker AK Dominasi Distribusi

Asing Jual BBRI Rp1,20 Triliun, Harga Anjlok 3,77%, Broker AK Dominasi Distribusi

trading saham
Seorang broker sedang memantau grafik harga saham. Radit M. Pase / Mediasaham.com


Mediasaham.com, Jakarta 25 November 2025 — Saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) kembali berada di bawah tekanan kuat setelah investor asing melakukan aksi jual besar-besaran pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data statistik Bursa Efek Indonesia (BEI), pada perdagangan hari ini (25/11/2025) asing mencatat net sell sekitar Rp1,20 triliun, menjadikan BBRI sebagai salah satu saham bank big cap dengan distribusi asing terbesar hari ini.

Baca: 92 Daftar Kode Broker Saham Lokal dan Asing di Indonesia 2025

Harga BBRI pun terkoreksi signifikan 3,77% ke level Rp3.830 (dari harga Rp3.980), dengan total transaksi mencapai Rp1,55 triliun dan volume mencapai 4 juta lot.

Profil PT Abadi Lestari Indonesia (RLCO), Cek Jadwal IPO Saham RLCO

Profil PT Abadi Lestari Indonesia (RLCO), Cek Jadwal IPO Saham RLCO


Realfood Sarang Burung Walet
Realfood. Produk RLCO

Profil PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO)

Sektor: Consumer Non-Cyclicals
Subsektor: Processed Foods
Bidang Usaha: Pengolahan dan pencucian sarang burung walet, serta perdagangan produk kesehatan

PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) merupakan perusahaan yang berkembang dari eksportir sarang burung walet menjadi salah satu pemain penting di industri healthy consumer goods di Indonesia. Seiring perubahan preferensi konsumen, perusahaan melakukan transformasi signifikan dari penjualan bahan mentah menjadi produsen produk superfood melalui anak usahanya.

Portofolio produk RLCO meliputi:

  • Minuman sarang burung walet,

  • Kaldu ayam tinggi protein,

  • Suplemen kolagen,

  • Produk nutrisi berbasis protein untuk energi harian, pemulihan, dan vitalitas jangka panjang.

Ekspor sarang burung walet olahan ke pasar China dilakukan langsung oleh perseroan, sedangkan ekspor ke negara di luar China dijalankan melalui entitas anak.

Petrosea Rampungkan Akuisisi 60% Saham Scan-Bilt Pte. Ltd. Senilai S$10,3 Juta

Petrosea Rampungkan Akuisisi 60% Saham Scan-Bilt Pte. Ltd. Senilai S$10,3 Juta

pertambangan
Ilustrasi. Jasa Pertambangan. Adit Saputra / Mediasaham.com


Mediasaham.com, Jakarta 24 November 2025 — PT Petrosea Tbk (IDX: PTRO) resmi menyelesaikan proses pengambilalihan 60% saham Scan-Bilt Pte. Ltd. (SBPL) melalui anak usahanya, Petrosea Services Solutions Ltd. Akuisisi mayoritas saham ini ditandatangani pada 21 November 2025 dengan pemegang saham SBPL, TCAL Engineering Pte. Ltd., senilai S$10,3 juta atau setara US$8,03 juta.


Baca: Cara Karyawan Punya Penghasilan Passive Income tanpa Keluar Kerja, Gaji Tetap tapi Aset Terus Bertumbuh

Presiden Direktur Petrosea, Michael, menyampaikan bahwa aksi korporasi ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat diversifikasi usaha perusahaan.

CDI Group Resmikan PLTS 4,7 MWp, Perkuat Transisi Energi Terbarukan di Kawasan Industri

CDI Group Resmikan PLTS 4,7 MWp, Perkuat Transisi Energi Terbarukan di Kawasan Industri

Pembangkit listrik tenaga surya
Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya. Radit M. Pase / Mediasaham.com

Mediasaham.com, Jakarta 24 November 2025
— PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) terus memperkuat portofolio energi bersihnya. Melalui anak usaha di sektor energi, PT Krakatau Chandra Energi (KCE), perseroan resmi mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 4,7 MWp yang mencapai Commercial Operation Date (COD) pada 17 November 2025—lebih cepat satu minggu dari target awal.

IHSG Kembali Menguat Tipis 0,52%, Investor Asing Catat Net Buy Rp3,9 Triliun Pada Perdagangan 17-21 November 2025

IHSG Kembali Menguat Tipis 0,52%, Investor Asing Catat Net Buy Rp3,9 Triliun Pada Perdagangan 17-21 November 2025


Mediasaham.com, Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup pekan perdagangan 17–21 November 2025 dengan catatan positif meski volume transaksi menurun cukup signifikan. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat 0,52% ke level 8.414,35, didorong oleh aliran dana investor asing yang kembali masuk (net buy) sebesar Rp3,908 triliun (setara US$233,51 juta).

Aktivitas Pasar Turun, Kapitalisasi Pasar Naik Tipis

Rata-rata nilai transaksi harian pekan ini tercatat Rp21,37 triliun, turun 8,45% dibanding pekan lalu (Rp23,34 triliun). Volume harian juga melemah 27,2% menjadi 39,28 miliar saham dari sebelumnya 53,95 miliar saham. Meski demikian, kapitalisasi pasar BEI masih berhasil naik 0,49% menjadi Rp15.391 triliun.

Investor Asing Kembali Percaya Diri

Sepanjang pekan ini, investor asing mencatatkan net buy Rp3,908 triliun, meningkat dari net buy Rp3,846 triliun pada pekan sebelumnya.

Baca juga: 10 Broker Saham Asing dan Lokal dengan Nilai Trading Tertinggi 2025

Kontribusi investor asing terhadap total nilai transaksi berada di kisaran 38%, naik dari 27% pekan lalu.

Saham Paling Aktif dan Pergerakan Ekstrem

Saham BUMI (Bumi Resources) kembali menjadi primadona dengan volume tertinggi 39,61 miliar saham (20,17% total volume), disusul GOTO (21,33 miliar saham) dan MINA. Dari sisi nilai, SGRO (Sampoerna Agro) memimpin dengan transaksi Rp10,03 triliun.

Top Gainers Mingguan

  • BUKK +95,43% (dari Rp985 → Rp1.925)
  • BOGA +58,49%
  • APEX +56,34%

Top Losers Mingguan

  • PURI -55,14%
  • PJHB -28,49%
  • SHIP -22,46%

Penggerak IHSG: DSSA dan Bank Besar

Saham DSSA (Dian Swastatika Sentosa) menjadi kontributor terbesar penguatan IHSG (+32,27 poin). Disusul BMRI (+16,51 poin) dan BBRI (+9,78 poin). BRPT menjadi penekan terberat (-17,23 poin).

Kinerja Sektoral dan Indeks Lain

Sektor Properti & Real Estate (+4,09%) dan Konsumer Siklikal (+3,82%) menjadi yang paling moncer.
Sektor Bahan Dasar (-2,78%) dan Transportasi & Logistik (-2,22%) terkoreksi paling dalam.

Indeks Lain

  • LQ45 +0,18%
  • IDX30 -0,65%
  • IDX SMC Composite +1,57%
  • Acceleration Board +3,26%

Kinerja Global: IHSG Masih Termasuk yang Tangguh

IHSG termasuk salah satu yang bertahan di zona hijau (+0,52%) sementara mayoritas bursa Asia dan Eropa memerah 2–5%. Filipina memimpin ASEAN dengan PSEi +7,39%.

Kesimpulan

Meskipun likuiditas pasar masih menurun, masuknya dana asing dan penguatan IHSG menjadi angin segar menjelang akhir November 2025. Sentimen positif dari sektor energi, perbankan, dan konsumsi siklikal menahan tekanan jual dari saham komoditas.

Investor perlu tetap waspada dengan volatilitas global menjelang rilis data ekonomi AS dan keputusan suku bunga The Fed.

Berita Terbaru

    Laporan Keuangan

      Dividen Saham