Memuat artikel...
Cakupan Pensiun Baru 37%, Pemerintah & OJK Kebut Harmonisasi Sistem Jaminan Hari Tua

Cakupan Pensiun Baru 37%, Pemerintah & OJK Kebut Harmonisasi Sistem Jaminan Hari Tua

MEDIASAHAM.COM, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kementerian Keuangan RI memperketat langkah strategis menyelaraskan sektor keuangan nasional dengan standar internasional. Terbaru, delegasi Indonesia memaparkan komprehensif perkembangan reformasi industri asuransi dan dana pensiun dalam forum Accession Review yang diselenggarakan oleh Working Party on Insurance and Pensions (WPIP) OECD di Paris, Prancis, pada 2–5 November 2026.

Forum Working Party on Insurance and Pensions. Foto: OJK

Pertemuan penting ini merupakan rangkaian dari proses aksesi Indonesia untuk resmi bergabung menjadi anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

Delegasi Indonesia dipimpin oleh jajaran pimpinan tinggi, di antaranya Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Jasa Keuangan (PRIC) OJK Dicky Kartikoyono, Duta Besar RI untuk Prancis Mohamad Oemar, serta Direktur Pengembangan Dana Pensiun, Asuransi, dan Aktuaria Kemenkeu Yani Farida Aryani.

Ogi Prastomiyono menegaskan bahwa momentum aksesi OECD dimanfaatkan untuk merombak fondasi sektor keuangan agar lebih tangguh, inklusif, dan berdaya saing tinggi.

"Melalui reformasi pengaturan dan pengawasan, OJK ingin membangun industri asuransi dan dana pensiun yang semakin tangguh, mampu menjangkau masyarakat lebih luas, serta memberikan manfaat perlindungan yang lebih optimal dan berkelanjutan," ujar Ogi dalam keterangannya, Selasa (3/11/2026).

Bursa Mineral Siap Meluncur Januari 2027, OJK Janjikan Pengawasan Lebih Canggih

Bursa Mineral Siap Meluncur Januari 2027, OJK Janjikan Pengawasan Lebih Canggih

 MEDIASAHAM.COM, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mengakselerasi penyusunan regulasi teknis bagi Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) menjelang target operasional resminya pada Januari 2027 mendatang.

Aturan teknis yang tengah dimatangkan berupa Peraturan Anggota Dewan Komisioner (PADK) sebagai aturan pelaksana (implementing regulation) dari dua Peraturan OJK (POJK) yang telah diterbitkan sebelumnya.

Sebelumnya, OJK telah merilis dua pijakan regulasi utama terkait pengalihan wewenang pengawasan perdagangan mineral dan komoditas dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) ke OJK, yakni POJK Nomor 15 Tahun 2026 dan POJK Nomor 16 Tahun 2026.

Komite Stabilitas Sistem Keuangan November 2026. Foto: ojk.go.id

Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS) OJK, Sarjito, menegaskan bahwa rancangan PADK ini disusun untuk mengatur mekanisme operasional BMKS secara lebih detail di lapangan.

"Sebagaimana tadi kami sampaikan, dari sisi regulasi OJK sudah mengeluarkan dua POJK, yaitu POJK 15 dan 16 Tahun 2026. Dan sekarang kami sedang menyiapkan peraturan turunan yang sebentar lagi akan dikeluarkan, yaitu PADK sebagai kelanjutan dari kedua POJK tersebut," ujar Sarjito dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK, Kamis (5/11/2026).

10 Saham Paling Cuan dan Buntung Hari Ini (05/11/2026), BAJA Melonjak 34,72%, BSWD Anjlok 6,94%

10 Saham Paling Cuan dan Buntung Hari Ini (05/11/2026), BAJA Melonjak 34,72%, BSWD Anjlok 6,94%

Mediasaham.com, JAKARTA – Sejumlah saham mencatatkan pergerakan harga yang cukup signifikan pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (5/11/2026). Saham PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) menjadi pemimpin penguatan atau top gainer setelah harganya melonjak 34,72%.

Sebaliknya, saham BSWD menempati posisi teratas daftar saham paling buntung atau top loser setelah terkoreksi 6,94% dalam perdagangan hari ini.

saham rugi
Saham paling cuan dan saham paling buntung. Adit Saputra/Mediasaham.com

Berdasarkan data statistik perdagangan BEI, harga saham BAJA meningkat dari Rp144 menjadi Rp194 per saham. Kenaikan sebesar Rp50 tersebut menjadikan BAJA sebagai saham dengan persentase penguatan tertinggi dalam daftar 10 saham top gainers.

Di posisi kedua terdapat saham BELL yang naik 34,55%, dari Rp55 menjadi Rp74 per saham. Selanjutnya, saham MKNT menguat 33,33% dari Rp24 menjadi Rp32 per saham.

Saham UVCR juga mencatatkan kenaikan signifikan sebesar 32,48% ke level Rp208. Sementara itu, MSKY naik 25,93% menjadi Rp34 per saham.

Sekuritas Teraktif Hari Ini: Stockbit (XL) Rajai Volume & Frekuensi, Mandiri Sekuritas (CC) Unggul Nilai Transaksi

Sekuritas Teraktif Hari Ini: Stockbit (XL) Rajai Volume & Frekuensi, Mandiri Sekuritas (CC) Unggul Nilai Transaksi

MEDIASAHAM.COM, JAKARTA – Pergerakan Anggota Bursa (AB) di Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali menunjukkan dinamika yang menarik pada perdagangan Kamis, 5 November 2026. Persaingan ketat terjadi antara sekuritas ritel berbasis digital dengan sekuritas institusi besar dalam memperebutkan pangsa volume, nilai, dan frekuensi transaksi harian.

saham bbri
Seorang trader sedang melakukan trading saham BBRI. Foto Adit Saputra / Mediasaham.com

Berdasarkan data resmi IDX Daily Statistics per 5 November 2026, PT Stockbit Sekuritas Digital (kode broker: XL) kembali mempertahankan dominasinya di lini volume dan frekuensi transaksi, sementara PT Mandiri Sekuritas (kode broker: CC) tampil sebagai penguasa utama dari sisi nilai transaksi (value).

Berikut adalah laporan lengkap mengenai peta kekuatan sekuritas teraktif di bursa hari ini.

1. Stockbit (XL) Rajai Volume & Frekuensi Transaksi

Dari kacamata aktivitas investor ritel yang masif, Stockbit Sekuritas Digital (XL) keluar sebagai juara bertahan dengan mencatatkan volume perdagangan mencapai 7.677 juta saham atau menguasai 17,09% dari total volume bursa.

Tidak hanya itu, broker XL juga membukukan frekuensi transaksi paling jumbo yakni sebanyak 687.616 kali transaksi (porsi 26,19%).

Baca: Nilai Trading Broker XL Melesat: Nilai Transaksi Saham Stockbit Sekuritas Naik 380%

Posisi kedua untuk volume perdagangan ditempati oleh Mandiri Sekuritas (CC) dengan 4.722 juta saham (10,51%), disusul oleh Mirae Asset Sekuritas Indonesia (YP) di tempat ketiga dengan 2.817 juta saham (6,27%).

Berikut rincian 10 Sekuritas Teraktif Berdasarkan Volume Transaksi:

Kode Nama Sekuritas Volume (Juta Saham) Porsi (%)
XL Stockbit Sekuritas Digital 7.677 17,09%
CC Mandiri Sekuritas 4.722 10,51%
YP Mirae Asset Sekuritas Indonesia 2.817 6,27%
AK UBS Sekuritas Indonesia 2.804 6,24%
CP KB Valbury Sekuritas 2.280 5,08%
MG Semesta Indovest Sekuritas 2.157 4,80%
ZP Maybank Sekuritas Indonesia 1.536 3,42%
XC Ajaib Sekuritas Asia 1.515 3,37%
PD Indo Premier Sekuritas 1.182 2,63%
AZ Sucor Sekuritas 1.133 2,52%

2. Mandiri Sekuritas (CC) Unggul Nilai Transaksi (Value)

Beralih ke perputaran dana atau nilai transaksi harian, Mandiri Sekuritas (CC) berhasil memimpin klasemen dengan membukukan nilai transaksi sebesar Rp2,342 triliun atau setara dengan 11,73% dari total turnover pasar.

Baca: Broker Asing Terbesar di Indonesia Berdasarkan Modal Kerja dan Nilai Transaksi BEI

Menempel ketat di posisi kedua, Stockbit Sekuritas Digital (XL) mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp2,105 triliun (10,55%), serta sekuritas asing UBS Sekuritas Indonesia (AK) di peringkat ketiga dengan Rp2,027 triliun (10,16%).

Baca: 15 Broker Saham dengan Nilai Transaksi Tertinggi 2026

Berikut rincian 10 Sekuritas Teraktif Berdasarkan Nilai Transaksi:

Kode Nama Sekuritas Nilai Transaksi (Miliar IDR) Porsi (%)
CC Mandiri Sekuritas 2.342 11,73%
XL Stockbit Sekuritas Digital 2.105 10,55%
AK UBS Sekuritas Indonesia 2.027 10,16%
YU CGS International Sekuritas Indonesia 1.204 6,03%
ZP Maybank Sekuritas Indonesia 1.038 5,20%
YP Mirae Asset Sekuritas Indonesia 949 4,76%
BK J.P. Morgan Sekuritas Indonesia 821 4,11%
XC Ajaib Sekuritas Asia 617 3,09%
PD Indo Premier Sekuritas 568 2,85%
KZ CLSA Sekuritas Indonesia 545 2,73%

3. Daftar Top Broker Berdasarkan Frekuensi Transaksi

Dominasi investor domestik dan aplikasi investasi digital kembali tercermin dari sisi frekuensi transaksi harian. Broker Stockbit (XL) memimpin jauh di atas angin, diikuti oleh Mandiri Sekuritas (CC) dan UBS Sekuritas Indonesia (AK).

Baca: 92 Daftar Kode Broker Asing dan Lokal di Indonesia 2026

Berikut daftar 10 Sekuritas Teraktif Berdasarkan Frekuensi:

Kode Nama Sekuritas Frekuensi (Kali) Porsi (%)
XL Stockbit Sekuritas Digital 687.616 26,19%
CC Mandiri Sekuritas 271.385 10,34%
AK UBS Sekuritas Indonesia 205.995 7,85%
YP Mirae Asset Sekuritas Indonesia 162.397 6,19%
XC Ajaib Sekuritas Asia 145.279 5,53%
PD Indo Premier Sekuritas 107.246 4,08%
ZP Maybank Sekuritas Indonesia 78.851 3,00%
BK J.P. Morgan Sekuritas Indonesia 64.052 2,44%
YU CGS International Sekuritas Indonesia 61.992 2,36%
BB Verdhana Sekuritas Indonesia 60.303 2,30%

Disclaimer: Data statistik Anggota Bursa ini disajikan semata-mata untuk keperluan informasi publik dan edukasi pasar modal berdasarkan publikasi resmi IDX Daily Statistics per 5 November 2026. Mediasaham.com tidak memberikan rekomendasi atau ajakan untuk menggunakan jasa sekuritas tertentu dalam mengambil keputusan investasi.

Rangkuman IHSG 05/11/2026: IHSG Hari Ini Melonjak 2,25%, Asing Net Sell Rp65,53 Miliar, Saham BAJA dan BELL Top Gainer

Rangkuman IHSG 05/11/2026: IHSG Hari Ini Melonjak 2,25%, Asing Net Sell Rp65,53 Miliar, Saham BAJA dan BELL Top Gainer

Mediasaham.com, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat signifikan pada perdagangan Kamis (5/11/2026). IHSG ditutup naik 110,494 poin atau 2,25% ke level 5.030,261, dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di posisi 4.919,767.

Bursa Efek Indonesia/IDX

Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG sempat bergerak pada rentang 4.995,455 hingga 5.072,053 sepanjang perdagangan hari ini. Penguatan tersebut membawa indeks kembali menembus level psikologis 5.000.

Meski demikian, kenaikan IHSG belum diikuti oleh masuknya dana asing. Investor asing masih membukukan aksi jual bersih atau net sell sebesar Rp65,53 miliar pada perdagangan hari ini.

Secara kumulatif sepanjang 2026, investor asing mencatatkan net sell mencapai Rp98,42 triliun. Kondisi ini menunjukkan tekanan jual investor asing masih menjadi salah satu tantangan bagi pasar saham domestik.

OJK Ungkap Manipulasi Saham PANR, Satrijanto Tirtawisata Wajib Kembalikan Rp5,07 Miliar

OJK Ungkap Manipulasi Saham PANR, Satrijanto Tirtawisata Wajib Kembalikan Rp5,07 Miliar

MEDIASAHAM.COM, JAKARTA — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjatuhkan sanksi administratif terhadap sejumlah pihak terkait kasus manipulasi perdagangan saham PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) selama periode 6 September 2022 hingga 29 Mei 2023.

Dalam hasil pemeriksaannya, OJK menemukan pola transaksi yang bertujuan menciptakan gambaran semu atau menyesatkan mengenai aktivitas perdagangan serta memengaruhi pembentukan harga saham PANR di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Kegiatan Manipulasi Pasar Saham. Adit Saputra/Mediasaham.com

Siaran pers OJK Nomor SP 217/DKPU/OJK/X/2026 tertanggal 4 November 2026 menyebutkan, pelanggaran tersebut dilakukan oleh Satrijanto Tirtawisata, Melani, dan Upita Amalia.

OJK mengidentifikasi adanya komunikasi antarpihak yang dilakukan untuk menjaga pergerakan harga saham PANR. Pola transaksi tersebut melibatkan 20 rekening nasabah yang terindikasi berkaitan dengan aktivitas perdagangan dimaksud sehingga tidak mencerminkan interaksi permintaan dan penawaran yang sesungguhnya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dan perhitungan OJK, keuntungan yang diperoleh secara tidak sah dari aktivitas perdagangan tersebut mencapai Rp5.073.291.914.

Kalahkan China dan Jepang, Ekonomi RI Kuartal III Tumbuh 5,47% Ditopang Konsumsi & Industri

Kalahkan China dan Jepang, Ekonomi RI Kuartal III Tumbuh 5,47% Ditopang Konsumsi & Industri

MEDIASAHAM.COM, JAKARTA — Perekonomian Indonesia mencatatkan kinerja impresif dengan tumbuh sebesar 5,47% secara tahunan (year on year/YoY) pada kuartal III-2026. Capaian ini menempatkan pertumbuhan ekonomi nasional berada di atas sejumlah negara maju dan berkembang, seperti China, Korea Selatan, Jerman, hingga Jepang.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Dok: ekon.go.id

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa ketahanan ekonomi nasional ditopang oleh solidnya permintaan domestik, lonjakan belanja pemerintah, serta ekspansi manufaktur dan investasi.

"Di tengah ketidakpastian global, pertumbuhan ekonomi kita masih terjaga baik di level 5,47% secara year on year," ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/11/2026).

IHSG Ditutup Melesat 2,25% ke Level 5.030, Ditopang Sentimen Positif Domestik dan Global

IHSG Ditutup Melesat 2,25% ke Level 5.030, Ditopang Sentimen Positif Domestik dan Global

MEDIASAHAM.COM, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan hari Kamis (5/11/2026) dengan catatan gemilang. IHSG ditutup menguat signifikan sebesar 110,49 poin atau naik 2,25% ke level 5.030,26.

Bursa Efek Indonesia/IDX

Sepanjang sesi perdagangan, pergerakan indeks terpantau sangat perkasa di zona hijau tanpa menyentuh area merah sama sekali. IHSG sempatmencapai level tertinggi harian di 5.072,05 sebelum akhirnya ditutup di atas level psikologis 5.000.

Aktivitas perdagangan di bursa terpantau marak dengan total volume mencapai 22,21 miliar saham dan nilai transaksi menembus kisaran Rp 9,06 triliun hingga Rp 9,68 triliun. Sebanyak 440 saham tercatat menguat, 178 saham melemah, dan 99 saham stagnan.

Seluruh Sektor Menghijau, Sektor Barang Baku & Teknologi Jadi Motor Utama

Penguatan IHSG hari ini bersifat merata (bullish) dengan seluruh indeks sektoral parkir di zona hijau. Sektor barang baku (basic materials) menjadi penopang terbesar dengan lonjakan 3,78%, diikuti sektor perindustrian yang naik 2,81%, serta sektor barang konsumen non-siklikal yang menguat 2,43%. Di sisi lain, sektor teknologi juga mencatat dorongan kuat dengan kenaikan 4,60%.

Sejumlah saham top gainers jajaran indeks LQ45 dan emiten banger memimpin jalannya bursa:

  • PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA): Melesat memimpin LQ45 dengan kenaikan 15,76% ke level Rp 2.130.
  • PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN): Menguat 8,28%.
  • PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT): Naik 8,05%.

Selain itu, terdapat enam saham yang sukses menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA) dengan lonjakan harga 24% hingga 34%, di antaranya saham BAJA, BELL, MKNT, AGAR, YUPI, dan AIMS.

Sebaliknya, jajaran top losers LQ45 yang menekan pergerakan indeks di antaranya PT Barito Pacific Tbk (BRPT) yang merosot 6,77%, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) turun 3,53%, serta PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) melemah 3,21%.

Baca:

  1. IPO Saham ANDA Dibuka 5 November 2026, Tawarkan 1,67 Miliar Saham di Harga Rp158–Rp189
  2. Saham SMAR Bagi Dividen Interim Rp 1,4 Triliun dan Yield  7,75%, Cek Jadwal Lengkapnya! 
  3. Foreign Sell TLKM Tembus Rp3,98 Triliun, Asing Net Sell Rp1,33 Triliun Selama 8 Hari
  4. BIKE Alih Bisnis Jadi Holding Energi & Data Center dan Siapkan Investasi Rp5,6 Triliun, Bagaimana Prospeknya?
  5. Suntik Dana Rp 16,94 Triliun dan Siapkan Dividen Tambahan, Saham ULTJ Terancam Dilusi 43,11%

Sentimen Global: Pemilu AS, Data Tenaga Kerja, hingga Anjloknya Harga Minyak

Kinerja pasar keuangan domestik turut mendapat angin segar dari berbagai perkembangan sentimen global yang menjadi sorotan pelaku pasar:

  1. Kekalahan Partai Republik di Pemilu Paruh Waktu AS: Partai Demokrat berhasil merebut kendali Senat dan DPR AS dalam pemilu paruh waktu (midterm elections). Kemenangan ini dipicu oleh gelombang kemarahan publik terhadap kebijakan Presiden Donald Trump, khususnya perang AS-Iran yang memperburuk inflasi dan biaya hidup. Hasil ini diproyeksikan menciptakan kebuntuan politik di Washington dalam dua tahun ke depan.
  2. Harga Minyak Ambruk Lebih dari 8%: Peralihan kekuasaan di Kongres AS membuat investor menilai tekanan terhadap Trump untuk mengakhiri perang AS-Israel melawan Iran semakin besar. Akibatnya, harga minyak mentah dunia anjlok lebih dari 8% ke level terendah dalam dua bulan terakhir. Minyak Brent merosot 8,7% ke US$ 94,62 per barel, sementara WTI jatuh 8,3% ke US$ 88,12 per barel.
  3. Penyusutan Defisit Perdagangan & Data Tenaga Kerja AS: Defisit perdagangan AS menyusut tipis ke US$ 105 miliar pada September 2026 ditopang lonjakan ekspor 1,9% (tertinggi dalam 5 bulan). Sementara itu, sektor swasta AS mencatat penambahan 86.000 tenaga kerja pada Oktober, melampaui ekspektasi pasar dan menunjukkan ketahanan ekonomi yang solid di tengah dinamika global.

Dari dalam negeri, fokus investor saat ini beralih mencermati rilis data pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III-2026 serta arah kebijakan stabilisasi pasar modal yang tengah digencarkan oleh otoritas.


Disclaimer: Artikel ini merupakan konten jurnalistik dari mediasaham.com yang bertujuan memberikan informasi, bukan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual saham tertentu. Segala keputusan investasi sepenuhnya menjadi tanggung jawab pembaca, dan mediasaham.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
IHSG Sesi I Melonjak 1,96% ke Level 5.016, Saham BBCA, BBRI, dan BMRI Diserbu Investor

IHSG Sesi I Melonjak 1,96% ke Level 5.016, Saham BBCA, BBRI, dan BMRI Diserbu Investor

MEDIASAHAM.COM, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bangkit dan menguat signifikan pada penutupan perdagangan Sesi I, Kamis (5/11/2026). Indeks ditutup melonjak 1,96% atau naik 96,408 poin ke level 5.016,175.

Bursa Efek Indonesia
Bursa Efek Indonesia. Adit Saputra / Mediasaham.com

Sepanjang sesi pagi, IHSG bergerak variatif di rentang 4.919 (batas bawah) hingga 5.072 (batas atas), setelah dibuka pada level 4.919.

Mayoritas saham menguat mendominasi perdagangan sesi I, di mana sebanyak 431 saham menguat, 189 saham melemah, dan sisanya bergerak stagnan. Tiga saham perbankan raksasa—PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)—menjadi pemuncak dengan nilai transaksi terbesar.

Harga Saham Belum Cerminkan Kinerja Asli, ISSP Alokasikan Rp 150 Miliar Buyback Saham

Harga Saham Belum Cerminkan Kinerja Asli, ISSP Alokasikan Rp 150 Miliar Buyback Saham

MEDIASAHAM.COM, JAKARTA — PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (IDX: ISSP) atau Spindo bersiap melakukan aksi korporasi pembelian kembali saham (buyback). Emiten produsen pipa baja ini mengalokasikan dana internal maksimal Rp 150 miliar (tidak termasuk biaya perantara pedagang efek).

Produk PT Steel Pipe Industry of Indonesia Tbk (IDX: ISSP) 

Berdasarkan Keterbukaan Informasi yang dirilis perseroan pada Kamis (5/11), aksi buyback ini merujuk pada ketentuan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 13 Tahun 2023 dan POJK No. 29 Tahun 2023 mengenai kebijakan stabilisasi harga saham di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi signifikan.

Berita Terbaru

    RESEARCH

    • Memuat artikel...

    Belajar Saham

      KONTEN PREMIUM

      • Memuat artikel...

      DIVIDEN