Memuat artikel...
Kuasai 44,55% Pangsa Pasar, China, AS, dan India Jadi Mesin Utama Ekspor Non-Migas RI hingga Kuartal III-2026

Kuasai 44,55% Pangsa Pasar, China, AS, dan India Jadi Mesin Utama Ekspor Non-Migas RI hingga Kuartal III-2026

MEDIASAHAM.COM, JAKARTA — Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa China, Amerika Serikat (AS), dan India masih kokoh mempertahankan posisinya sebagai tiga negara tujuan utama ekspor non-migas Indonesia sepanjang periode Januari hingga September 2026. Ketiga negara tersebut menyumbang porsi dominan terhadap total pengiriman produk non-migas nasional.

“Nilai ekspor pada ketiga negara tersebut memberikan andil atau share sebesar 44,55% dari total ekspor non-migas Indonesia pada kondisi Januari sampai dengan September tahun 2026,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, dalam rilis resmi BPS, Senin (2/11/2026).

Ilustrasi Alur Ekspor non-migas Indonesia. Adit Saputra/Mediasaham.com

Berikut rincian kinerja ekspor non-migas Indonesia ke tiga negara destinasi utama tersebut:

1. China: Destinasi Terbesar Didominasi Besi-Baja dan Nikel

China masih menempati peringkat pertama sebagai tujuan utama ekspor non-migas Indonesia dengan penguasaan pangsa pasar (market share) mencapai 25,52%. Nilai ekspor non-migas RI ke Tiongkok tercatat menyentuh US$ 54,17 miliar selama sembilan bulan pertama tahun 2026.

Kinerja ekspor ke Negeri Tirai Bambu ini ditopang oleh komoditas unggulan berikut:

IHSG Awal November Menguat 0,79% ke Level 5.096 dan Investor Asing Masih Catat Net Sell Rp112,47 miliar

IHSG Awal November Menguat 0,79% ke Level 5.096 dan Investor Asing Masih Catat Net Sell Rp112,47 miliar

MEDIASAHAM.COM - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat pada perdagangan Senin, 2 November 2026. IHSG naik 39,780 poin atau 0,79% ke level 5.096,830, dibandingkan penutupan sebelumnya di posisi 5.057,050.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak pada rentang 4.981,519 hingga 5.125,739. Penguatan indeks terjadi di tengah aktivitas transaksi saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan volume mencapai 34,648 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp12,42 triliun.

IDX Jakarta
Gedung Bursa Efek Indonesia. Adit Saputra / Mediasaham.com

Investor Asing Masih Catat Net Sell

Aktivitas investor asing masih menunjukkan tekanan jual. Pada perdagangan hari ini, investor asing mencatatkan penjualan bersih atau net sell sebesar Rp112,47 miliar.

Dengan demikian, akumulasi penjualan bersih investor asing sepanjang tahun berjalan mencapai Rp98,03 triliun.

Kredit BCA Tembus Rp1.039 Triliun, NPL Naik: Bagaimana Kualitas Kredit BBCA?

Kredit BCA Tembus Rp1.039 Triliun, NPL Naik: Bagaimana Kualitas Kredit BBCA?

MEDIASAHAM.COM – JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terus mencatatkan pertumbuhan kredit hingga September 2026. Total kredit yang diberikan BCA mencapai Rp1.039,44 triliun, meningkat dibandingkan Rp970,23 triliun pada akhir Desember 2025.

Pertumbuhan kredit BCA terutama ditopang oleh ekspansi kredit produktif. Kredit modal kerja dan kredit investasi menjadi dua segmen yang memberikan kontribusi terbesar terhadap kenaikan portofolio pembiayaan bank.

Namun, pertumbuhan kredit tersebut juga dibarengi dengan kenaikan kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL). Kredit Stage 3 meningkat lebih cepat dibandingkan pertumbuhan total kredit, sehingga perkembangan kualitas aset BCA menjadi salah satu indikator yang perlu diperhatikan investor.

Di sisi lain, BCA masih memiliki bantalan cadangan kerugian penurunan nilai atau CKPN yang besar. Total CKPN mencapai Rp30,90 triliun per September 2026.

Menara BCA
Bank BCA. Adit Saputra/Mediasaham.com

Kredit BCA Tumbuh 7,13% Menjadi Rp1.039 Triliun

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian per 30 September 2026, total kredit bruto BCA mencapai Rp1.039,44 triliun.

Jumlah tersebut meningkat Rp69,21 triliun dibandingkan posisi akhir Desember 2025 sebesar Rp970,23 triliun. Dengan demikian, kredit BCA tumbuh sekitar 7,13% sepanjang sembilan bulan pertama 2026.

Avian (AVIA) Bagi Dividen Interim 2026 Sebesar Rp 12 per Saham, Cek Jadwal dan Histori Dividen

Avian (AVIA) Bagi Dividen Interim 2026 Sebesar Rp 12 per Saham, Cek Jadwal dan Histori Dividen

MEDIASAHAM.COM, JAKARTA — PT Avia Avian Tbk (AVIA) kembali memperkuat posisinya sebagai emiten yang konsisten memanjakan para pemegang sahamnya. Emiten produsen cat terkemuka di Indonesia ini resmi mengumumkan rencana pembagian dividen interim untuk tahun buku 2026 sebesar Rp 12 per saham.

Cat Avian
Varian cat Avian. Dok: Avian

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis perseroan, keputusan pembagian dividen interim ini merujuk pada Berita Acara Rapat Direksi dan Dewan Komisaris yang disahkan pada 30 Oktober 2026. Dividen interim ini berasal dari periode buku yang berakhir pada 30 September 2026.

Bagi para pemburu dividen (dividend hunter), berikut adalah jadwal lengkap pelaksanaan pembagian dividen interim AVIA di pasar modal:

Siap-siap! Triputra Agro Persada (TAPG) Bakal Tebar Dividen Interim Rp 1,39 Triliun, Cek Jadwalnya

Siap-siap! Triputra Agro Persada (TAPG) Bakal Tebar Dividen Interim Rp 1,39 Triliun, Cek Jadwalnya

MEDIASAHAM.COM, JAKARTA — PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) bersiap membagikan dividen interim untuk tahun buku 2026 dengan nilai total mencapai maksimal Rp1.389.677.800.000 (Rp1,39 triliun).

Berdasarkan keterbukaan informasi yang diterbitkan perseroan, aksi korporasi ini telah mendapat lampu hijau melalui Keputusan Sirkuler Direksi pada 28 Oktober 2026 serta persetujuan Dewan Komisaris pada 30 Oktober 2026. Dengan jumlah saham yang beredar, setiap pemegang saham nantinya akan mengantongi dividen interim sebesar Rp 70 per saham.

Ilustrasi pembagian dividen Triputra Agro Persada (TAPG). Adit Saputra/Mediasaham.com

Bagi para pemburu dividen (dividend hunter), berikut adalah jadwal lengkap pelaksanaan pembagian dividen interim TAPG di pasar modal:

Prediksi IHSG November 2026: Apakah Rebound Setelah Anjlok 16,7% pada Oktober?

Prediksi IHSG November 2026: Apakah Rebound Setelah Anjlok 16,7% pada Oktober?

MEDIASAHAM.COM – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memasuki perdagangan November 2026 setelah mengalami tekanan besar sepanjang Oktober. Meski tren teknikal masih berada di zona bearish, peluang terjadinya technical rebound mulai terbuka setelah indeks mengalami koreksi sekitar 16,7% dalam satu bulan.

Bursa Efek Indonesia
Bursa Efek Indonesia. Adit Saputra / Mediasaham.com

IHSG ditutup pada level 5.057,050 pada Jumat (30/10/2026). Sepanjang Oktober, indeks kehilangan lebih dari 1.000 poin dibandingkan posisi akhir September.

Koreksi tajam tersebut juga menggerus kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada akhir Oktober 2026, kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp8.862 triliun.

Memasuki November, arah IHSG akan menghadapi dua kekuatan yang berbeda. Di satu sisi, indikator teknikal masih menunjukkan tren bearish. Namun di sisi lain, kondisi jenuh jual atau oversold membuka peluang bagi pasar untuk melakukan pemulihan jangka pendek.

Analisa Kinerja Wismilak (WIIM) per September 2026

Analisa Kinerja Wismilak (WIIM) per September 2026

Ilustrasi Kinerja Wismilak (WIIM). Adit Saputra/Mediasaham.com

1. Ringkasan Eksekutif

  • Pertumbuhan Top-Line yang Solid: Penjualan neto WIIM tumbuh +10,00% (YoY) mencapai Rp 5,07 triliun, didorong terutama oleh ekspansi kuat pada lini Sigaret Kretek Mesin (SKM).
  • Lonjakan Profitabilitas yang Spektakuler: Berkat efisiensi beban usaha yang luar biasa serta penurunan beban bunga yang tajam, Laba Bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk meroket +74,00% (YoY) dari Rp 284,96 miliar menjadi Rp 495,80 miliar.
  • Kesehatan Neraca yang Kuat: Posisi likuiditas terjaga dengan baik, penurunan utang bank jangka pendek, dan penguatan posisi ekuitas secara signifikan.
Analisa Kinerja Gudang Garam (GGRM) Kuartal III 2026 yang Labanya Melonjak 307%

Analisa Kinerja Gudang Garam (GGRM) Kuartal III 2026 yang Labanya Melonjak 307%

Mediasaham.com, Jakarta — PT Gudang Garam Tbk (GGRM) membukukan laba sebesar Rp4,52 triliun pada sembilan bulan pertama 2026. Capaian tersebut melonjak 307,43% dibandingkan laba Rp1,11 triliun pada periode yang sama 2025.

Kenaikan laba terjadi meski pendapatan perseroan turun 8,67% menjadi Rp61,49 triliun dari Rp67,33 triliun. Perbaikan laba terutama terlihat pada laba bruto dan laba usaha yang masing-masing tumbuh 42,78% dan 213,83%.

Ilustrasi Kinerja Gudang Garam Tbk (GGRM). Adit Saputra/Mediasaham.com

Laba HMSP Tembus Rp6,51 Triliun, Melonjak 44% hingga Kuartal III 2026, Simak Analisa Kinerjanya!

Laba HMSP Tembus Rp6,51 Triliun, Melonjak 44% hingga Kuartal III 2026, Simak Analisa Kinerjanya!

Mediasaham.com, Jakarta — PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) mencatat pertumbuhan kinerja pada sembilan bulan pertama 2026. Laba periode berjalan perseroan mencapai Rp6,51 triliun hingga 30 September 2026, meningkat 44,42% dibandingkan Rp4,51 triliun pada periode yang sama 2025.

Pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan kenaikan penjualan bersih sebesar 4,50% menjadi Rp87,51 triliun dari sebelumnya Rp83,74 triliun. Pada saat yang sama, laba kotor meningkat 3,93% menjadi Rp16,02 triliun.

Kantor HM Sampoerna. Dok. HMSP

Pendapatan Ancara Logistics (ALII) Turun 8,26% hingga September 2026, Laba Bersih Menyusut Tipis

Pendapatan Ancara Logistics (ALII) Turun 8,26% hingga September 2026, Laba Bersih Menyusut Tipis

Mediasaham.com, Jakarta — PT Ancara Logistics Indonesia Tbk (ALII) membukukan pendapatan sebesar Rp701,52 miliar selama sembilan bulan pertama 2026, turun 8,26% dibandingkan Rp764,71 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya. Laba bersih perseroan juga terkoreksi tipis menjadi Rp328,84 miliar dari Rp330,14 miliar.

Di tengah penurunan pendapatan tersebut, ALII mencatatkan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp278,58 miliar. Sementara itu, total aset per 30 September 2026 mencapai Rp2,93 triliun, meningkat dibandingkan posisi akhir Desember 2025 sebesar Rp2,84 triliun.

Armada Ancara Logistics. Dok.ALII

Berita Terbaru

    Belajar Saham

      Dividen Saham