Kalkulator Average Down Saham

Kalkulator Average Down Saham

Kalkulator Average Down Saham adalah alat bantu hitung untuk mengetahui harga rata-rata pembelian saham (average price) setelah Anda melakukan pembelian kembali saham yang harganya sedang turun.

Secara umum, strategi average down dilakukan ketika Anda membeli suatu saham di harga tinggi, lalu harganya mengalami penurunan, dan Anda memilih untuk membeli lagi di harga yang lebih murah agar harga rata-rata pemilikan saham Anda menjadi lebih rendah.

Fungsi dan Manfaat kalkulator average dwon:

  1. Menghitung Harga Rata-Rata Baru secara Akurat Sangat berguna untuk mengetahui berapa harga rata-rata (avg price) saham Anda setelah menambah modal (averaging down) tanpa perlu menghitung rumus secara manual.
  2. Menentukan Strategi Break-Even Point (BEP) Dengan harga rata-rata yang lebih rendah, titik impas/BEP Anda otomatis ikut turun. Kalkulator ini membantu Anda melihat seberapa besar penurunan harga rata-rata tersebut.
  3. Simulasi Alokasi Modal & Manajemen Risiko Membantu merencanakan berapa jumlah lot dan dana tambahan yang harus disiapkan untuk menurunkan harga rata-rata ke level target tertentu.
Kalkulator Average Down

133 Daftar Saham Sektor Barang Konsumen Primer di BEI

133 Daftar Saham Sektor Barang Konsumen Primer di BEI

133 daftar saham sektor barang konsumen primer di Bursa Efek Indonesia (BEI) berisi perusahaan yang bergerak di bidang barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Sektor barang konsumen primer mencakup berbagai perusahaan, mulai dari produsen makanan dan minuman, rokok, produk rumah tangga, perawatan pribadi, hingga perusahaan ritel seperti supermarket dan toko kebutuhan dasar. Berikut daftarnya

Daftar Saham Sektor Barang Konsumen Primer di BEI
Ilustrasi beberapa keluarga sedang berbelanja barang kebutuhan sehari-hari di toko. Adit Saputra / Mediasaham.com

Kalkulator Saham

Kalkulator Saham

Kalkulator saham ini bisa digunakan untuk menghitung:
  1. Target profit berapa % 
  2. Menghitung modal harga beli
  3. Menghitung  profit harga jual
  4. Take Profit
Jangan lupa mengisi fee jual dan fee beli broker, sehingga menghasilkan keuntungan bersih.
 

Kalkulator Saham


Gunakan Kalkulator di bawah ini untuk menghitung profit

Take Profit

Data Beli
Data Jual
Akumulasi Net Sell Asing Capai Rp81,28 Triliun, IHSG Turun 1,02% pada 1 Oktober 2026

Akumulasi Net Sell Asing Capai Rp81,28 Triliun, IHSG Turun 1,02% pada 1 Oktober 2026

JAKARTA — Aktivitas investor asing menjadi salah satu sorotan pada perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 1 Oktober 2026.

Berdasarkan statistik BEI, investor asing mencatat net sell Rp241,86 miliar atau sekitar US$13,48 juta pada perdagangan hari tersebut.

Tekanan jual investor asing berlangsung bersamaan dengan pelemahan IHSG sebesar 1,02 persen ke level 6.009,502.

Ilustrasi IHSG Hari Ini. Adit Saputra / Mediasaham.com

Akumulasi Net Sell Asing Capai Rp81,28 Triliun

Jika melihat kinerja secara year to date, aktivitas jual bersih investor asing tercatat jauh lebih besar.

BEI mencatat akumulasi net sell investor asing sebesar Rp81,28 triliun atau sekitar US$4,53 miliar.

Angka tersebut menunjukkan bahwa sepanjang periode YTD yang tercantum dalam statistik BEI, nilai penjualan bersih investor asing masih lebih besar dibandingkan pembelian bersihnya.

Baca: Volume Trading Saham: Pengertian, Cara Membaca, dan Strategi Analisis untuk Investor

Rangkuman Q&A Public Expose ITMG 2026: Strategi Logistik, Divisi Nikel, hingga Prospek Dividen

Rangkuman Q&A Public Expose ITMG 2026: Strategi Logistik, Divisi Nikel, hingga Prospek Dividen

Mediasaham.com, Jakarta — PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) baru saja menggelar agenda Public Expose 2026. Dalam kesempatan tersebut, jajaran direksi merespons berbagai pertanyaan krusial dari investor retail maupun media, mulai dari tantangan penurunan debit air Sungai Mahakam, rencana ekspansi ke mineral strategis (nikel), hingga prospek dividen dan kinerja operasional tahun ini.

Q&A Public Expose ITMG
Rangkuman Q&A Public Expose ITMG

Berikut adalah ringkasan lengkap tanya jawab (Q&A) Public Expose ITMG 2026:

I. ISU OPERASIONAL, LOGISTIK & TARGET PERUSAHAAN

Q: Bagaimana dampak penurunan debit air Sungai Mahakam terhadap kapasitas muat tongkang dan biaya logistik Perusahaan saat ini?

  • Jawaban (Mulianto & Yulius Kurnawan Gozali - Direksi): Kondisi penurunan debit air di hulu Sungai Mahakam merupakan tantangan operasional yang juga dialami beberapa tambang kami di area Melak. Untuk memitigasi risiko kandas, kapasitas pemuatan tongkang disesuaikan turun berkisar 30% hingga 40% tergantung tinggi air. Dari sisi biaya, volume muat yang lebih kecil per perjalanan memang berpotensi menaikkan biaya logistik per ton. Namun, keterbatasan pengiriman ini juga menekan pasokan di pasar, yang pada gilirannya mendukung harga batu bara. Dampak biaya secara keseluruhan tetap terbatas karena area Melak hanya mencakup sebagian dari total penjualan. Sementara itu, tambang Indominco di Bontang tidak terdampak karena berlokasi di area pesisir laut.

Q: Bagaimana strategi Perusahaan mengantisipasi lonjakan harga solar pada semester II-2026 dan menjaga target Strip Ratio (SR)?

  • Jawaban (Yulius Kurnawan Gozali - Direksi): Kami fokus meningkatkan efisiensi operasional melalui efisiensi konsumsi bahan bakar dan memastikan kepastian pasokan solar. Mengenai strip ratio, target keseluruhan tahun tetap kami jaga di kisaran 10,3x hingga 10,5x, dan sejauh ini posisinya relatif stabil.

Q: Bagaimana update terkait persetujuan RKAB 2026 serta target produksi dan penjualan Full Year 2026?

  • Jawaban (Mulianto - Direksi): Mengenai revisi RKAB, Perusahaan mengacu pada pemberitahuan resmi dari Pemerintah. Fokus utama manajemen saat ini adalah menjalankan operasional sesuai ketentuan yang berlaku dan berupaya optimal mencapai target tahunan yang telah ditetapkan.

Rangkuman Pasar Saham 30 September 2026: IHSG Turun 0,83%, Asing Net Sell Rp1,61 Triliun

Rangkuman Pasar Saham 30 September 2026: IHSG Turun 0,83%, Asing Net Sell Rp1,61 Triliun

Mediasaham.com, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat perdagangan saham pada Rabu, 30 September 2026 ditutup dengan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

IHSG ditutup di level 6.071,138, turun 50,562 poin atau 0,83% dari posisi sebelumnya 6.121,700. Level tertinggi IHSG pada perdagangan hari tersebut berada di 6.187,046, sedangkan level terendah berada di 6.071,138.

Rangkuman Pasar Saham 30 September 2026
Rangkuman Pasar Saham 30 September 2026. Adit Saputra / Mediasaham.com

Data berikut merupakan rangkuman IDX Daily Statistics yang diterbitkan Bursa Efek Indonesia.

Perdagangan Saham BEI 30 September 2026

Indikator30 September 2026
IHSG6.071,138
Perubahan-50,562
Perubahan IHSG-0,83%
Volume saham28,294 miliar saham
Nilai transaksiRp14,030 triliun
Frekuensi1,790 juta kali
Kapitalisasi pasar BEIRp10.695 triliun
Kapitalisasi IHSGRp2.644 triliun
USD/IDR BIRp17.877

Rata-rata perdagangan harian sepanjang tahun berjalan atau YTD tercatat sebesar 38,958 miliar saham, dengan nilai transaksi rata-rata Rp20,847 triliun dan frekuensi rata-rata 1,202 juta kali.

Asing Net Sell Rp1,61 Triliun

Investor asing mencatat net sell sebesar Rp1,613,47 miliar atau sekitar Rp1,61 triliun pada perdagangan 30 September 2026.

Dalam denominasi dolar AS, net sell asing tercatat sebesar US$90,25 juta.

Secara kumulatif sepanjang 2026, posisi net sell asing mencapai Rp81,038,72 miliar atau sekitar Rp81,04 triliun, setara US$4,533,13 juta.

Sementara itu, market PER tercatat 12,42 kali dan market PBV sebesar 1,62 kali.

Tinjauan Operasi ITMG 2026: Produksi, Strip Ratio, dan Prospek ke Depan

Tinjauan Operasi ITMG 2026: Produksi, Strip Ratio, dan Prospek ke Depan

Mediasaham.com – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) masih menghadapi dinamika bisnis batu bara pada 2026. Produksi batu bara pada semester I 2026 mengalami penurunan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, penurunan produksi tersebut belum membuat kinerja keuangan perusahaan ikut melemah.

Sebaliknya, ITMG masih mampu mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih pada semester I 2026.

kinerja itmg 2026
Tinjauan operasi ITMG 2026. Sumber Paparan Publik ITMG

Berdasarkan Paparan Publik ITMG pada 9 September 2026, produksi batu bara ITMG mencapai 9,9 juta ton sepanjang semester I 2026, turun 5% dibandingkan 10,4 juta ton pada semester I 2025.

Di sisi lain, penjualan batu bara mencapai 12,3 juta ton, naik 5% secara tahunan. Pendapatan juga meningkat 9% menjadi sekitar US$1 miliar, sementara laba bersih naik 17% menjadi US$110 juta.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kinerja ITMG tidak hanya ditentukan oleh jumlah batu bara yang diproduksi. Harga jual batu bara, biaya produksi, kualitas batu bara, serta efisiensi operasional juga menjadi faktor penting.

Produksi Batu Bara ITMG Semester I 2026

Produksi menjadi salah satu indikator utama untuk melihat kondisi operasi perusahaan tambang.

Pada semester I 2026, ITMG memproduksi 9,9 juta ton batu bara. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan produksi 10,4 juta ton pada periode yang sama tahun sebelumnya.

PeriodeProduksi Batu Bara
Semester I 202510,4 juta ton
Semester I 20269,9 juta ton
Pertumbuhan-5%

Meskipun produksi turun, ITMG masih menargetkan produksi sepanjang 2026 sebesar 22,0 juta hingga 22,9 juta ton.

Untuk kuartal III 2026, perusahaan menargetkan produksi sekitar 5,9 juta ton.

Artinya, semester II 2026 akan menjadi periode penting untuk melihat kemampuan ITMG mengejar target produksi tahunannya.

Baca: Histori Dividen ITMG dari Tahun ke Tahun, Lengkap Analisis Dividend Yield

ITMG (Indo Tambangraya Megah Tbk): Profil, Harga Saham, Dividen dan Laporan Keuangan

ITMG (Indo Tambangraya Megah Tbk): Profil, Harga Saham, Dividen dan Laporan Keuangan

Mediasaham.com – PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) merupakan perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang bergerak di sektor energi, khususnya industri pertambangan dan produksi batu bara.

ITMG tercatat di BEI dengan kode saham ITMG pada 18 Desember 2007. Saham perusahaan masuk dalam Papan Utama BEI.

Dalam menjalankan kegiatan usahanya, ITMG memiliki sejumlah anak perusahaan yang bergerak dalam pertambangan batu bara, pengangkutan dan perdagangan batu bara, energi alternatif, perdagangan energi, hingga jasa penunjang kegiatan pertambangan.

Profil Indo Tambangraya Megah Tbk
PT Indo Tambangraya Megah Tbk. Foto Annual Report 2025 ITM


Profil Singkat ITMG

Berikut profil PT Indo Tambangraya Megah Tbk:

KeteranganInformasi
Nama PerusahaanPT Indo Tambangraya Megah Tbk
Kode SahamITMG
Tanggal Pencatatan18 Desember 2007
Papan PencatatanUtama
SektorEnergi
SubsektorMinyak, Gas & Batu Bara
IndustriBatu Bara
SubindustriProduksi Batu Bara
Bidang UsahaPertambangan Batu Bara
Biro Administrasi EfekPT Datindo Entrycom
Telepon021-2932 8100
Fax021-2932 7999
Alamat KantorPondok Indah Office Tower III, 3rd Floor, Jl. Sultan Iskandar Muda Pondok Indah Kav. V-TA, Jakarta Selatan 12310

Sejarah Pencatatan Saham ITMG

PT Indo Tambangraya Megah Tbk mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 18 Desember 2007 dengan kode saham ITMG.

Sejak tercatat di BEI, saham ITMG masuk dalam Papan Utama.

Berdasarkan klasifikasi BEI yang tercantum pada data profil perusahaan, ITMG berada di sektor Energi, subsektor Minyak, Gas & Batu Bara, dengan industri Batu Bara dan subindustri Produksi Batu Bara.

Rangkuman Pasar Saham Per 29 September 2026: IHSG Turun, Asing Net Sell, 10 Top Loser dan Gainer

Rangkuman Pasar Saham Per 29 September 2026: IHSG Turun, Asing Net Sell, 10 Top Loser dan Gainer

Mediasaham.com, JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Selasa, 29 September 2026. IHSG turun 26,159 poin atau 0,43% ke level 6.121,700, dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya di 6.147,859.

Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak dalam rentang 6.013,079-6.150,552. Pelemahan indeks berlangsung di tengah aksi jual bersih investor asing yang mencapai ratusan miliar rupiah.

IDX Daily Statistics
IDX Daily Statistics, Selasa, 29 September 2026. Adit Saputra / Mediasaham.co

Transaksi Saham Hari Ini Rp13,22 Triliun

Berdasarkan IDX Daily Statistics, total volume perdagangan saham pada 29 September 2026 mencapai 36,13 miliar saham.

Nilai transaksi saham tercatat sebesar Rp13,22 triliun, dengan frekuensi perdagangan mencapai sekitar 1,79 juta kali.

Sementara itu, kapitalisasi pasar BEI tercatat sebesar Rp10.758 triliun.

Jika dibandingkan dengan rata-rata perdagangan harian sepanjang 2026, aktivitas perdagangan hari ini relatif lebih rendah.

Rata-rata harian sepanjang tahun berjalan tercatat sebesar 39,02 miliar saham, dengan rata-rata nilai transaksi Rp20,89 triliun dan frekuensi sekitar 1,21 juta kali.

Dengan demikian, nilai transaksi 29 September berada sekitar 36,7% di bawah rata-rata harian YTD.

Short Selling di BEI: Pengertian, Cara Kerja, Syarat dan Risiko

Short Selling di BEI: Pengertian, Cara Kerja, Syarat dan Risiko

Short selling di BEI adalah transaksi saham dengan cara menjual saham yang belum dimiliki, karena saham tersebut terlebih dahulu dipinjam. Setelah itu, saham dibeli kembali untuk dikembalikan kepada pihak yang meminjamkan.

Sederhananya, short selling adalah menjual lebih dulu, kemudian membeli kembali.

Kalau harga saham turun, transaksi ini bisa menghasilkan keuntungan. Sebaliknya, kalau harga saham naik, investor bisa mengalami kerugian karena harus membeli kembali saham tersebut dengan harga yang lebih mahal.

Short Selling
Ilustrasi cara kerja short selling. Adit Saputra / Mediasaham.com

Bursa Efek Indonesia (BEI) akan menerapkan kembali transaksi short selling secara bertahap mulai 1 Oktober 2026. Pada tahap awal, terdapat lima saham yang masuk dalam daftar, yaitu ASII, BBCA, BRPT, BUMI, dan INDF.

Artikel ini akan menjelaskan apa itu short selling, cara kerja short selling di BEI, syarat short selling, modal yang dibutuhkan, risiko short selling, serta contoh transaksi short selling menggunakan saham BBCA.

Berita Terbaru

    Konten Premium

      Dividen Saham