Aset BCA Tembus Rp1.586 Triliun, Kredit Jadi Penopang Utama
Mediasaham.com – PT Bank Central Asia Tbk (IDX: BBCA) bersama entitas anak mencatat
pertumbuhan aset konsolidasian tahun 2025. Berdasarkan laporan
keuangan tahun 2025 diaudit), total aset bank swasta terbesar di
Indonesia ini mencapai Rp1.586,8 triliun. Angka tersebut meningkat 9,49%
dibandingkan posisi akhir 2024 yang senilai Rp1.449,3 triliun (diaudit).
I. Ringkasan Eksekutif
Total Aset Konsolidasian BCA pada akhir tahun 2025 tercatat sebesar Rp 1.586,8 triliun, meningkat sebesar Rp 137,5 triliun atau 9,49% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp 1.449,3 triliun. Pertumbuhan ini didorong secara signifikan oleh ekspansi kredit yang diberikan dan peningkatan portofolio efek investasi.
II. Tabel Perbandingan Aset (Year-on-Year) Bank BCA
| Pos Akun Aset | 31 Des 2025 (Juta Rp) | 31 Des 2024 (Juta Rp) | Kenaikan / (Penurunan) (Rp) | % Perubahan |
|---|---|---|---|---|
| Aset Lancar & Kas | ||||
| Kas | 25.305.031 | 29.315.878 | (4.010.847) | -13,68% |
| Giro pada Bank Indonesia | 47.768.278 | 36.408.142 | 11.360.136 | 31,20% |
| Giro pada bank lain | 5.331.638 | 4.097.199 | 1.234.439 | 30,13% |
| Penempatan pada BI & Bank lain | 9.813.541 | 15.714.884 | (5.901.343) | -37,55% |
| Aset Keuangan & Investasi | ||||
| Aset keuangan (FVTPL) | 35.320.959 | 21.524.617 | 13.796.342 | 64,10% |
| Efek dibeli janji dijual kembali | 5.285.513 | 1.449.562 | 3.835.951 | 264,63% |
| Efek untuk tujuan investasi | 409.421.000 | 371.151.957 | 38.269.043 | 10,31% |
| Pinjaman (Kredit) & Pembiayaan | ||||
| Kredit yang diberikan | 940.481.200 | 868.686.210 | 71.794.990 | 8,27% |
| Tagihan Akseptasi | 9.494.630 | 9.621.047 | (126.417) | -1,31% |
| Wesel tagih | 11.825.095 | 8.891.769 | 2.933.326 | 32,99% |
| Piutang pembiayaan konsumen | 8.953.987 | 9.435.564 | (481.577) | -5,10% |
| Piutang sewa pembiayaan | 8.005 | 51.042 | (43.037) | -84,32% |
| Aset dari transaksi syariah | 12.698.160 | 10.206.637 | 2.491.523 | 24,41% |
| Aset Lainnya | ||||
| Biaya dibayar dimuka | 1.713.699 | 969.926 | 743.773 | 76,68% |
| Pajak dibayar dimuka | 77.001 | 1.562.175 | (1.485.174) | -95,07% |
| Aset Tetap | 28.473.684 | 28.250.624 | 223.060 | 0,79% |
| Aset Takberwujud | 1.778.772 | 1.805.639 | (26.867) | -1,49% |
| Aset Pajak Tangguhan | 5.852.206 | 5.495.208 | 356.998 | 6,50% |
| Aset Lain-lain | 27.226.137 | 24.663.248 | 2.562.889 | 10,39% |
| TOTAL ASET | 1.586.828.536 | 1.449.301.328 | 137.527.208 | 9,49% |
III. Analisa Kenaikan Signifikan (Top Growth Drivers)
- Kredit yang Diberikan (+Rp 71,79 Triliun / 8,27%)
Ini adalah penyumbang angka kenaikan terbesar dalam neraca. Pertumbuhan kredit sebesar 8,27% menunjukkan fungsi intermediasi bank berjalan sangat baik dan adanya peningkatan permintaan kredit dari nasabah. - Efek-efek untuk Tujuan Investasi (+Rp 38,27 Triliun / 10,31%)
Bank meningkatkan penempatan dana pada surat berharga/obligasi secara signifikan. Ini mengindikasikan strategi bank untuk mengamankan yield (imbal hasil) dari dana pihak ketiga yang belum tersalurkan ke kredit. - Aset Keuangan Diukur pada Nilai Wajar Melalui Laba Rugi (+Rp 13,8 Triliun / 64,10%)
Kenaikan tajam sebesar 64% menunjukkan bank lebih agresif dalam trading surat berharga jangka pendek atau instrumen keuangan likuid lainnya untuk memaksimalkan pendapatan non-bunga. - Giro pada Bank Indonesia (+Rp 11,36 Triliun / 31,20%)
Peningkatan simpanan di BI menunjukkan likuiditas bank yang sangat melimpah, kemungkinan untuk memenuhi ketentuan GWM (Giro Wajib Minimum) seiring naiknya Dana Pihak Ketiga (DPK) atau persiapan likuiditas akhir tahun. - Efek Dibeli dengan Janji Dijual Kembali / Reverse Repo (+264,63%)
Meskipun nilainya relatif kecil dibanding total aset, kenaikan persentase sebesar 264% mengindikasikan aktivitas manajemen likuiditas jangka pendek yang sangat aktif di pasar uang antar bank pada akhir tahun 2025.
IV. Analisa Penurunan Signifikan
- Pajak Dibayar Dimuka (-Rp 1,48 Triliun / -95,07%)
Penurunan drastis ini mengindikasikan bahwa saldo pajak dibayar dimuka (seperti PPh 25) telah dikreditkan atau direstitusi terhadap kewajiban pajak tahun berjalan, atau bank membayar pajak lebih mendekati realisasi beban pajak aktual. - Penempatan pada Bank Indonesia & Bank Lain (-Rp 5,9 Triliun / -37,55%)
Bank tampaknya memindahkan dana dari penempatan antar-bank (yang mungkin bunganya rendah) ke instrumen yang lebih menguntungkan seperti Aset Keuangan (FVTPL) atau Obligasi (Efek Investasi). - Kas (-Rp 4,01 Triliun / -13,68%)
Penurunan uang tunai fisik di brankas/ATM adalah hal wajar seiring dengan tren digitalisasi perbankan, di mana nasabah lebih sedikit menarik uang tunai, dan bank melakukan efisiensi pengelolaan uang tunai (cash management). - Piutang Sewa Pembiayaan (-84,32%)
Penurunan tajam dari Rp 51 Miliar menjadi hanya Rp 8 Miliar menunjukkan portofolio bisnis finance lease sedang menyusut drastis, kemungkinan karena pelunasan yang tidak diikuti dengan penyaluran pembiayaan sewa baru.
V. Kesimpulan
Secara umum, posisi keuangan BCA pada tahun 2025 menunjukkan kondisi yang sangat sehat dan ekspansif. Bank berhasil mengalihkan aset-aset likuid yang memberikan imbal hasil rendah (seperti Kas dan Penempatan Bank Lain) menjadi aset produktif (Kredit dan Surat Berharga) yang tumbuh signifikan. Penurunan pada pos pajak dibayar dimuka dan sewa pembiayaan bersifat spesifik dan tidak mengganggu stabilitas total aset yang tumbuh hampir 10%.
Laba Bersih Bank BCA Tahun 2025 Rp 57,53 triliun, Meningkat 4,93%
![]() |
| Logo Bank BCA |
Laba bersih Bank BCA (BBCA) Tahun 2025 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 57,53 triliun. Sejalan dengan kenaikan laba tersebut, laba bersih per saham (Earning Per Share/EPS) BBCA juga mengalami kenaikan menjadi Rp 467 per lembar saham.
Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian auditan terbaru, laba bersih Bank BCA (BBCA) Tahun 2025 tersebut naik sebesar 4,93% dibandingkan laba bersih tahun 2024.
Bagi Anda yang baru belajar saham, angka-angka di atas bukan sekadar statistik. Laba bersih dan EPS adalah indikator utama apakah perusahaan tempat Anda menanam modal mampu mencetak keuntungan yang bertumbuh atau tidak. Mari kita bedah lebih dalam laporan keuangan BBCA per 31 Desember 2025 ini untuk melihat apakah "Raja Bank Swasta" ini masih layak disebut sebagai mesin pencetak uang yang efisien.
Nabung Saham Untung apa Rugi? Studi Kasus Nabung Saham BBRI (2022-2025) Bikin Rugi
![]() |
| Ilustrasi Nabung Saham di BEI. Adit Saputra / Mediasaham.com |
Ringkasan
- Metode DCA & Konsistensi: Nabung saham berfokus pada teknik Dollar Cost Averaging (DCA), yakni menyisihkan dana tetap secara rutin untuk membeli saham Blue Chip guna membangun aset produktif tanpa terpengaruh kepanikan pasar.
- Fokus pada Akumulasi Lot: Berdasarkan studi kasus BBRI, meskipun nilai pasar berfluktuasi secara jangka pendek, disiplin menabung memungkinkan investor mengumpulkan jumlah lot yang maksimal sebagai sumber pendapatan dividen yang stabil.
- Manajemen Risiko & Waktu: Keberhasilan investasi ini bergantung pada penggunaan "uang dingin" dan cakrawala waktu jangka panjang (3-5 tahun) untuk memanfaatkan efek bunga majemuk serta memitigasi risiko penurunan harga.
Daftar Isi
- Pendahuluan
- Pengertian Nabung Saham
- Perbedaan Nabung Saham vs Tabungan Biasa
- Cara Nabung Saham untuk Pemula: Langkah demi Langkah
- Studi Kasus: Laporan Historis Hasil Nabung Saham BBRI
- Strategi Cerdas Nabung Saham di Tahun 2026
- Keuntungan Nabung Saham di Tahun 2026
- Risiko Nabung Saham dan Cara Memitigasinya
- FAQ: Pertanyaan Sering Diajukan Tentang Nabung Saham
- Kesimpulan: Mulai Langkah Finansial Anda Hari Ini
Apakah Anda ingin melawan inflasi dengan strategi yang teruji secara historis? Nabung saham adalah metode investasi dengan cara menyisihkan dana secara rutin untuk membeli saham perusahaan secara konsisten dalam jangka panjang.
Berbeda dengan tabungan bank konvensional, menabung saham memungkinkan Anda mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga aset (capital gain) dan pembagian laba perusahaan (dividen). Dalam artikel ini, kita akan membedah strategi nabung saham berdasarkan data riil pasar periode 2022 hingga akhir 2025.
Laba Bersih Bank BRI November 2025 Anjlok Rp 4,55 Triliun
![]() |
| Kantor Pusat Bank BRI / Dokumentasi Mediasaham.com |
Mediasaham.com – Laba bersih BBRI per 31 November 2025 sebesar Rp45,44 triliun, turun sebesar 9,11% dibanding 31 November 2024.
Analisis ini mencakup Neraca (Posisi Keuangan) dan Laba Rugi, dengan fokus pada pertumbuhan aset, kualitas kredit, efisiensi, dan profitabilitas.
1. Ringkasan Kinerja Bank BRI November 2025
Secara garis besar, BRI mencatatkan pertumbuhan Aset dan Kredit yang solid (naik sekitar 7%). Namun, dari sisi profitabilitas, terjadi penurunan Laba Bersih sebesar 9,11% pada November 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan laba ini terutama disebabkan oleh kenaikan beban operasional non-bunga dan pencadangan kerugian (impairment), meskipun pendapatan bunga bersih (NII) masih tumbuh positif.
Reksadana Terbaik 2026: Pilihan Investasi Cerdas dengan Risiko Rendah & Imbal Hasil Menarik
![]() |
| Ilustrasi. Seorang investor sedang membeli Reksadana dari ponsel. Radit M. Pase / Mediasaham.com |
Apa Itu Reksadana dan Mengapa Populer di 2026
Reksadana adalah wadah investasi kolektif di mana dana dari banyak investor dikumpulkan dan dikelola oleh Manajer Investasi (MI) untuk dibelikan ke berbagai instrumen seperti saham, obligasi, atau pasar uang.
Tahun 2026 menjadi masa keemasan bagi reksadana di Indonesia berkat:
-
Peningkatan literasi keuangan masyarakat.
-
Kemudahan akses digital lewat aplikasi investasi.
-
Kinerja pasar modal yang stabil dan penurunan suku bunga acuan.
Dengan nominal mulai Rp10.000, siapa pun kini bisa berinvestasi tanpa perlu keahlian analisis mendalam.
Cara Investasi Saham untuk Pemula: Panduan Lengkap, Aman dan Menguntungkan di Tahun 2026
![]() |
| Ilustrasi seorang investor sedang memasuki gedung sekuritas. |
Mediasaham.com – Cara Investasi Saham untuk Pemula. Investasi saham
sering kali terdengar menakutkan bagi pemula. Bayangkan saja, Anda mendengar
cerita tentang orang yang bangkrut dan jatuh miskin karena saham. Sehingga hati
kamu langsung ciut dan takut untuk memulai.
Namun di sisi lain, mungkin kamu juga mendengar ada yang berhasil dari
investasi saham bahkan menjadi kaya dari saham. Mendengar ini, hati Anda jadi
senang dan ingin tahu lebih dalam tentang cara investasi saham yang baik dan
benar.
Investasi saham bukanlah main judi, seperti yang dipikirkan orang-orang.
Investasi saham adalah salah satu cara cerdas untuk membangun kekayaan jangka Panjang.
Yang penting Anda melakukannya dengan pengetahuan yang tepat dan benar.
Cara Investasi Saham untuk Pemula: Panduan Lengkap, Aman dan Menguntungkan di Tahun 2026
Pengertian Saham
Apa itu saham? Secara sederhana, saham adalah bukti kepemilikan yang sah sebauh perusahaan. Ketika Anda membeli saham sebuah perusahaan, seperti
Astra atau Bank BCA, Anda menjadi pemilik kecil dari bisnis tersebut.
Jika perusahaan terus berkembang dan memperoleh laba tiap tahun, nilai
saham Anda juga akan naik, dan Anda bisa untung. Selain itu, perusahaan yang
berhasil mendapat laba tiap tahun biasanya membagikan dividen ke pemegang saham.
Mengapa saham cocok untuk pemula? Pertama, saham bisa memberikan return
(keuntungan) yang lebih tinggi daripada tabungan bank seperti deposito. Di
Indonesia, suku bunga tabungan deposito biasanya hanya 2-4% per tahun,
sementara saham historis bisa memberikan 7-10% atau lebih dalam jangka panjang.
Kedua, dengan kemajuan teknologi saat ini, investasi saham sangat mudah
dikerjakan melalui aplikasi ponsel. Anda tidak perlu modal besar; mulai dari Rp100 ribu saja sudah bisa.
Tapi, ingat, investasi saham ada risikonya. Harga saham bisa naik turun
karena berbagai factor seperti ekonomi, politik, atau berita dari perusahaan itu
sendiri. Namun, dengan belajar yang benar, risiko ini bisa dikelola. Baca di sini Resiko Bermain Saham Online bagi Pemula.
Artikel ini akan memandu Anda langkah demi Langkah cara investasi saham
mulai dari nol. Kita akan bahas dasar-dasar, strategi, dan tips menghindari
kesalahan. Tujuannya? Membuat Anda bisa lebih paham dan percaya diri untuk
memulai perjalanan investasi saham Anda.
Di Indonesia, pasar saham diatur oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Ada 900 lebih saham yang terdaftar di BEI (bisa cek di sini daftar saham di BEI), dari perusahaan besar seperti BCA hingga perusahaan
kecil. Hingga tahun 2026 ada 956 perusahaan yang sahamnya bisa Kamu pilih untuk
diinvestasikan.
Pahami Dasar-Dasar Saham Sebelum Mulai Investasi
Sebelum membeli saham pertama Anda, penting memahami fondasi. Bayangkan
saham seperti potongan kue dari sebuah perusahaan. Semakin besar perusahaan,
semakin banyak potongannya.
Jenis-Jenis Saham?
Ada dua jenis utama saham: saham biasa (common stock) dan saham preferen
(preferred stock). Saham biasa memiliki hak suara pada rapat pemegang saham,
serta berhak mendapatkan dividen saat perusaan bagi laba.
Saham
Preferen (preferred stock) adalah surat berharga sebagai bukti kepemilikan
atas suatu perusahaan dengan hak yang lebih tinggi atas aset dan laba
perusahaan dibanding pemegang saham biasa. Saham preferen lebih stabil,
prioritas dividen, tapi jarang di Indonesia baik untuk pemula.
Saham juga ada yang dibagi berdasarkan jumlah nilai perusahaan itu
sendiri di BEI.
Saham Lapis 1
Saham lapis satu pada umumnya adalah saham-saham Blue Chip. Saham Blue
Chip adalah perusahaan-perusahaan besar yang nilai kapitalisasinya di atas Rp
10 triliun. Perusahaan ini tergolong stabil, dan terpercaya. Harga sahamnya
juga tergolong stabil dan rutin bagi dividen. Contoh: Saham Bank BRI, BCA, INDF
dll. Bisa cek di sini daftar saham LQ45.
Saham Lapis 2
Saham lapis 2 adalah perusahaan menengah dengan nilai kapitalisasi berkisar
dari Rp 500 miliar - Rp 10 triliun. Harga saham lapis 2 cenderung naik
dan turun.
Kinerja perusahaan saham lapis dua juga beragam, ada yang mencetak laba
dan ada juga yang rugi.
Saham Lapis 3
Saham lapis 3 adalah perusahaan dengan nilai kapitalisasi pasar dibawah Rp 500 miliar. Harga saham lapis tiga biasanya lebih murah. Saham ini juga mudah dimainkan oleh bandar untuk membuat harga sahamnya naik dan turun. Sehingga berisiko tinggi dan tidak disarankan untuk pemula.
Bagaimana Pasar Saham Bekerja?
Pasar saham adalah tempat jual beli saham, seperti BEI di Jakarta. Harga
saham ditentukan oleh supply and demand. Jika banyak orang ingin beli (demand
tinggi), harga naik. Sebaliknya, jika banyak yang jual, harga turun.
Indeks saham seperti IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) mengukur
performa keseluruhan pasar saham di BEI. Jika IHSG naik, artinya pasar sedang
bagus. Bagi pemula bisa memantau nilai IHSG di Yahoo Finance atau Media TV.
Pelajari Istilah Penting Dalam Saham
Di pasar saham ada begitu banyak istilah-istilah yang digunakan. Bagi
pemula wajib untuk membiasakan diri dengan istilah-istilah dalam investasi
saham. Mulailah mempelajari istilah yang sering Kamu dengar. Berikut beberapa
contoh istilah dalam dunia saham.
- Dividen:
Keuntungan tahunan dari perusahaan yang dibagikan ke investor.
- Capital
Gain: Untung dari selisih harga beli dan jual.
- Capital Loss: Rugi dari
selisih harga beli dan jual
- Cuan: Seseorang
yang dapat untung dari jual saham
- IPO
(Initial Public Offering): Saat perusahaan pertama kali jual saham ke
publik.
- Broker:
Perusahaan yang membantu kita untuk bertransaksi jual beli saham lewat
aplikasi yang disediakan oleh broker itu sendiri. Contoh Mandiri
Sekuritas atau BCA Sekuritas.
Pelajari lebih banyak lagi istilah-istilah saham agar tidak bingung saat
membaca berita saham. Kamu bisa cek di sini, Kamus Istilah Saham A-Z.
.jpg)
Seorang investor sedang menatap monitor pergerakan harga saham. Dokumentasi Mediasaham.com
Cara Memulai Investasi Saham
.jpg)
1. Tentukan Tujuan Investasi Saham Anda
Investasi saham bukan soal cepat kaya, tapi membangun masa depan
keuangan yang lebih baik. Langkah pertama adalah tentukan tujuan. Tanya diri
sendiri: "Saya investasi saham untuk apa tujuannya?"
- Jangka
Pendek (1-3 tahun): Beli rumah atau liburan.
- Jangka
Menengah (3-5 tahun): Pendidikan anak.
- Jangka
Panjang (5+ tahun): Pensiun. Fokus saham blue chip untuk
pertumbuhan berkelanjutan.
Gunakan rumus sederhana: Hitung berapa yang dibutuhkan. Jika target Rp500
juta dalam 5 tahun ke depan dengan return 8% per tahun, maka berapa yang harus
kamu investasikan setiap bulannya.
2. Evaluasi Kondisi Keuangan
Evaluasi kondisi keuangan kamu. Pastikan punya dana darurat (3-6 bulan gaji) di tabungan, lunasi utang berbunga tinggi, baru investasi. Aturan emas: Hanya investasikan uang yang siap hilang, karena saham berisiko.
Investasikan uang dingin di saham. Artinya uang tersebut menganggur dan tidak kamu gunakan dalam jangka waktu beberapa bulan ke depan. Jangan sekali-kali memakai uang kebutuhan sehari-hari.
Buat rencana: Alokasikan 10-20% pendapatan bulanan untuk investasi. Misal gaji Rp10 juta, sisihkan Rp1-2 juta. Konsistensi lebih penting daripada jumlah besar.
Dengan tujuan jelas, Anda akan lebih disiplin. Apabila tujuan kamu investasi jangka panjang, kamu bisa mencontoh Warren Buffett, investor legendaris. Mulai dari kecil dan fokus jangka panjang.
3. Tingkatkan Pengetahuanmu tentang Saham
Pengetahuan adalah senjata utama investor pemula. Jangan asal ikut tips
teman, apalagi telan mentah-mentah. Belajar sendiri dari berbagai sumber jauh lebih baik dan menguntungkan.
Jangan pernah berhenti untuk terus belajar dan memperdalam pengetahuan tentang investasi saham.
Sumber Belajar Gratis
- Dari website: Seperti BEI punya program "Sahamku" untuk pemula, lengkap dengan webinar gratis.
- YouTube; kamu bisa belajar dari youtube dan pilih chenel yang sesuai dengan kamu. Namun jangan terjebak dengan chenel yang menjual mimpi.
- Belajar dari buku-buku saham
- Kamu juga bisa membaca dari portal Mediasaham ini. Kamu bisa memilih topik Belajar Saham.
Sisihkan waktu untuk belajar saham. Misalnya 1-2 jam seminggu untuk belajar.
4. Analisis Saham yang Ingin Dibeli
Sebelum membeli saham, penting untuk mempelajarinya terlebih dahulu. Analisa saham yang ingin kamu beli. Mulailah dengan hal dasar seperti melihat laporan keuangan.
Belajar baca laporan keuangan: Kamu bisa memulai dengan melihat nilai sebuah saham, apakah mahal atau murah.
Saham bisa dinilai dari rasio PER dan PVB.
PER (Price to Earnings) adalah perbandingan harga saham dengan laba per saham. PER yang bernilai 1-10 dianggab harga sahamnya lebih murah dibanding PER di atas 10.
PVB (price to book velue) adalah perbandinga harga saham dengan nilai buku. Semakin kecil nilai PVB sebuah perusahaan berarti harga sahamnya semakin murah dan sebaliknya.
5. Buka Akun di Broker Saham
Broker saham adalah perantara yang menghubungkan kita untuk bertransaksi di pasar saham Indonesia atau di Bursa Efek Indonesia. Tanpa broker saham kita tidak bisa membeli saham secara langsung.
Broker saham sering juga disebut dengan sekuritas. Pilih lah broker saham terpercaya dan sudah terdaftar resmi di OJK dan BEI.
Kriteria singkat Memilih Broker Saham Terpercaya
- Biaya Broker: Pilih broker saham yang memberikan potongan komisi yang rendah. Namun pada umumnya komisi broker saham berkisar 0,15-0,25%.
- Aplikasi Saham Mudah: Pilih sekuritas yang aplikasi trading sahamnya gampang digunakna.
- Layanan customer
service 24/7
- Deposit Kecil: Pilih broker saham yang deposit awal kecil. Beberapa sekuritas hanya mulai dari 100 ribu rupiah hingga puluhan juta rupiah. Pilih yang sesuai dengan keuangan kamu. Kalau hanya untuk belajar, pilih yang keci
Cara Membuka Akun Saham
- Download aplikasi saham dari sekuritas yang suda kamu pilih.
- Daftar
dengan KTP, NPWP (opsional untuk pajak), dan email.
- Verifikasi
via video call atau e-KTP.
- Transfer
dana awal via bank.
- Akun aktif
dalam 1-3 hari.
Pada saat pendaftaran, agen dari sekuritas akan membantu semua proses dari awal sampai akhir. Untuk itu pilih sekuritas yang pelayanannya bagus dan ramah. Hindari memilih broker saham yang tidak terpercaya.
6. Setor Dana Awal ke RDN (Rekening Dana Investor)
Setor dana awal kamu ke RDN. Tentukan berapa modal awal yang ingin kamu setor untuk membeli saham. Setelah itu kamu bisa mulai membeli saham.
Contoh kamu ingin membeli saham BBCA 1 lot dengan harga per lembar Rp 5000,. Minimal pembelia saham yaitu 1 lot atau 100 lembar saham.
Jadi apabila kamu ingin beli 1 lot saham BBCA, maka kamu butuh 500 ribu rupiah. Di pasar saham, harga saham sangat beragam mulai dari harga 100 rupiah sampai ratusan ribu rupiah. Bahkan yang di bawah 100 rupiah juga banyak, namun kamu perlu untuk menganalisanya dulu. Sebab harga saham di bawah 100 seringkali perusahannya rugi.
7. Pantau Saham dan Kelola Risiko
Saham tentu memiliki resiko. Saham bisa naik hitungan jam, hari, minggu. Saham juga bisa turun hitungan jam, hari dan minggu.
Naik turunnya saham adalah hal yang wajar. Namun ada yang tidak wajar yaitu kadang saham bisa naik dan turun sampai 20%. Untuk itu perlu memahami resiko yang ada.
Penyebab saham bisa turun banyak biasanya karena datangnya info yang bersifat negatif dengan saham itu. Perusahaan tersebut rugi dan lain sebagainya. Bisa juga disebabkan oleh kondisi ekonomi nasioanl dan dunia. Seperti contoh saat pandemi covid.
Hindari Kesalahan Umum Para Pemula
2. Beli karena ikut-ikutan atau FOMO
3. Panik saat harga naik dan turun
4. Asal beli, tidak melakukan analisis
5. Memakai uang sehari-hari atau uang keperluan dapur, sekolah, kuliah dll
6. Mekakai uang pinjaman atau mengutang
7. Tidak sabaran dan ingin cepat kaya
Kesimpulan
Investasi saham adalah langkah cerdas untuk membangun kekayaan jangka panjang, bukan jalan pintas untuk cepat kaya. Bagi pemula, memahami cara investasi saham untuk pemula sangat penting agar tidak salah langkah. Dengan pengetahuan yang benar, disiplin, dan strategi yang tepat, siapa pun bisa mulai investasi saham dengan modal kecil.
Sebelum memulai, penting untuk menetapkan tujuan investasi, memahami risiko, serta mempelajari dasar-dasar analisis saham agar tidak salah dalam memilih saham. Mulailah dari modal kecil untuk belajar dan gunakan uang dingin (nganggur).
Kunci sukses dalam investasi saham jangka panjang adalah belajar terus, disiplin, dan sabar menghadapi fluktuasi pasar. Dengan konsistensi dan pengetahuan yang cukup, investasi saham bisa menjadi jalan menuju kebebasan finansial dan masa depan yang lebih aman.
91 Daftar Saham Sektor Energi di BEI (Update 2026)
![]() |
| Proyek pertambangan salah satu sektor energi. Dokumentasi Mediasaham.com |
Saham sektor energi di Indonesia terdiri dari berbagai perusahaan yang mencakup kegiatan dari hulu hingga hilir. Mulai dari bidang pertambangan batu bara, minyak, dan gas, termasuk eksplorasi, produksi, hingga distribusinya.
Selain produsen itu, ada juga perusahaan jasa penunjang seperti transportasi, logistik, dan penyedia peralatan pertambangan maupun migas.
Sementara itu, di energi terbarukan, perusahaan fokus pada pembangkit listrik ramah lingkungan, produksi biofuel, serta komponen energi baru seperti panel surya dan turbin.
Perusahaan sektor energi memegang peran vital dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia. sektor ini juga menjadi salah satu kontributor utama terhadap penerimaan negara melalui ekspor dan investasi. Di Bursa Efek Indonesia (BEI), terdapat puluhan perusahaan energi yang sahamnya aktif diperdagangkan, mulai dari perusahaan tambang batu bara, minyak dan gas, hingga penyedia jasa pendukung energi.
Saham sektor energi apa saja?
Berdasarkan data terbaru di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga tahun 2026, terdapat 91 saham sektor energi yang tercatat di BEI. Jumlah tersebut terbagi dalam tiga papan pencatatan:
- Papan Utama: 49 saham
- Papan Pengembangan: 27 saham
- Papan Pemantauan Khusus: 15 saham
Papan Utama umumnya diisi oleh perusahaan dengan kapitalisasi besar, kinerja keuangan solid, serta tata kelola yang baik. Sementara itu, Papan Pengembangan menjadi wadah bagi perusahaan yang masih dalam tahap pertumbuhan.
Baca: 7 Aplikasi Trading Saham Terbaik
Saham sektor energi yang berada di Papan Pemantauan Khusus diperuntukkan bagi emiten yang menghadapi masalah tertentu, baik dari sisi operasional maupun regulasi yang belum terpenuhi dai BEI.
Baca: Cara Karyawan Punya Penghasilan Passive Income tanpa Keluar Kerja, Gaji Tetap tapi Aset Terus Bertumbuh
7 Aplikasi Trading Saham Terbaik di Indonesia ( Update Januari 2026)
![]() |
| Aplikasi trading saham Bions. Dokumentasi Mediasaham.com |
Mediasaham.com - Aplikasi Trading Saham Terbaik di Indonesia 2026.
Investasi saham sekarang makin mudah dilakukan, bahkan hanya lewat ponsel. Dengan hadirnya Aplikasi Trading Saham Terbaik di Indonesia, siapa pun bisa mulai belajar beli-jual saham tanpa perlu repot ke kantor sekuritas. Cukup download aplikasinya, buka akun, dan kamu sudah bisa pantau pergerakan harga saham kapan saja.
Banyaknya pilihan aplikasi trading saham tentu bisa buat bingung, terutama bagi yang baru mulai investasi. Setiap aplikasi punya kelebihan masing-masing — ada yang unggul di fitur edukasi, ada juga yang fokus di biaya transaksi murah. Karena itu, penting banget untuk tahu Aplikasi Trading Saham Terbaik di Indonesia yang paling cocok buat kebutuhan dan gaya investasimu.
Kamus Istilah Saham A–Z: Cocok untuk Pemula 2026
![]() |
| Belajar istilah saham / Mediasaham.com |
Bagi investor pemula, memahami istilah saham adalah langkah awal yang sangat penting sebelum mulai bertransaksi di pasar modal. Dunia saham memiliki banyak istilah, baik resmi yang digunakan di laporan keuangan maupun istilah gaul yang sering dipakai di komunitas investor. Artikel ini merangkum istilah saham dari A sampai Z, agar kamu lebih mudah memahami percakapan antar investor dan membaca analisis pasar.
Mengapa Harus Memahami Istilah Saham?
Pasar saham punya bahasa sendiri. Jika tidak menguasainya, investor pemula bisa kesulitan mengikuti perkembangan berita atau bahkan salah mengambil keputusan investasi. Dengan memahami istilah saham, kamu akan lebih percaya diri dalam menganalisis dan memilih strategi yang tepat.




%20(1).jpg)


.jpg)

