Memuat artikel...
Pulau Subur (PTPS) Bagikan Dividen Interim Rp2 per Saham, Cair 18 November 2026

Pulau Subur (PTPS) Bagikan Dividen Interim Rp2 per Saham, Cair 18 November 2026

MEDIASAHAM.COM – PT Pulau Subur Tbk (PTPS) memutuskan membagikan dividen interim sebesar Rp2 per saham kepada para pemegang saham. Pembagian dividen tersebut berdasarkan kinerja keuangan perseroan per 30 September 2026.

Keputusan pembagian dividen interim ini tertuang dalam Surat Keputusan Direksi PT Pulau Subur Tbk Nomor 001/DIR-PS/X/2026 tanggal 28 Oktober 2026. Direksi dan Dewan Komisaris perseroan telah menyetujui pelaksanaan pembagian dividen tersebut.

dividen BSBK 2026
Ilustrasi Nilai dividen saham yang terus bertumbuh dari tahun ke tahun. Radit M. Pase / Mediasaham.com

Adapun pembayaran dividen interim PTPS dijadwalkan berlangsung pada 18 November 2026. Pemegang saham yang berhak menerima dividen adalah investor yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 6 November 2026 pukul 16.00 WIB.

Jadwal Dividen Interim PTPS 2026

Berikut jadwal lengkap pembagian dividen interim PT Pulau Subur Tbk:

Keterangan Tanggal
Cum dividen pasar reguler dan negosiasi 4 November 2026
Ex dividen pasar reguler dan negosiasi 5 November 2026
Cum dividen pasar tunai 6 November 2026
Ex dividen pasar tunai 9 November 2026
Recording date 6 November 2026
Pembayaran dividen 18 November 2026

Cara Pembayaran Dividen PTPS

Bagi pemegang saham yang sahamnya disimpan dalam penitipan kolektif Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), pembayaran dividen akan dilakukan melalui KSEI.

CNMA Tebar Dividen Interim Rp4 per Saham, Cek Jadwal Lengkapnya di Sini

CNMA Tebar Dividen Interim Rp4 per Saham, Cek Jadwal Lengkapnya di Sini

MEDIASAHAM.COM — PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (CNMA), pengelola jaringan bioskop Cinema XXI, secara resmi mengumumkan rencana pembagian dividen interim untuk tahun buku 2026. Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan, emiten berkode saham CNMA ini bakal menebar dividen tunai sebesar Rp4 per saham.

Teater Deluxe XXI. Dok XXI

Keputusan pembagian dividen interim tersebut telah mengantongi persetujuan dari Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan melalui Keputusan Direksi Nomor 141/NSR-SK-BOD/X/2026 dan Keputusan Dewan Komisaris Nomor 142/NSR-SK-BOC/X/2026 yang ditetapkan pada 27 Oktober 2026.

Laba PT Vale Indonesia (INCO) Meroket 180% Jadi AS$147,1 Juta  per September 2026

Laba PT Vale Indonesia (INCO) Meroket 180% Jadi AS$147,1 Juta per September 2026

MEDIASAHAM.COM, Jakarta – PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatat kinerja keuangan yang semakin kuat hingga kuartal III 2026. Perseroan membukukan laba bersih sebesar AS$147 juta sepanjang sembilan bulan pertama 2026, hampir tiga kali lipat dibandingkan AS$52 juta pada periode yang sama tahun 2025.

Peningkatan kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan, kenaikan volume penjualan nikel matte, serta semakin besarnya kontribusi penjualan bijih nikel dari Blok Bahodopi dan Blok Pomalaa.

batubara
PT Vale Indonesia (INCO)

Pendapatan INCO Tumbuh 27%

PT Vale Indonesia mencatat pendapatan sebesar AS$896 juta pada 9M26, meningkat 27% dibandingkan AS$705 juta pada 9M25.

Pada kuartal III 2026 saja, pendapatan mencapai AS$353 juta, naik dari AS$290 juta pada kuartal II 2026.

Perseroan menyebut kenaikan pendapatan terutama didorong oleh peningkatan volume pengiriman nikel matte serta kontribusi penjualan bijih nikel dari operasi Bahodopi dan Pomalaa.

Laba Saham PADA Melonjak 333% Jadi Rp3,4 Miliar hingga September 2026

Laba Saham PADA Melonjak 333% Jadi Rp3,4 Miliar hingga September 2026

Mediasaham.com, Jakarta - PT Personel Alih Daya Tbk (PADA) membukukan pertumbuhan kinerja yang signifikan sepanjang sembilan bulan pertama 2026. Pendapatan perseroan hampir mencapai Rp1,4 triliun, sementara laba bersih melonjak lebih dari empat kali lipat menjadi Rp3,4 miliar.

Berdasarkan laporan keuangan interim per 30 September 2026 yang belum diaudit, pendapatan usaha PADA tercatat Rp1.398,1 miliar, naik 75,9% dibandingkan Rp794,7 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Pertumbuhan pendapatan tersebut terutama ditopang oleh bisnis Courier Services, jasa Fiber to the Home (FTTH) dan Project Management Office (PMO), serta layanan Technical Services.

Layanan Jasa Perkantoran. Dok. PADA

Laba Bersih PADA Tumbuh 333%

Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba bruto PADA meningkat 72,1% menjadi Rp50,0 miliar dari Rp29,0 miliar pada sembilan bulan pertama 2025.

Beban pokok pendapatan tercatat sekitar Rp1,3 triliun, meningkat 76,1% secara tahunan. Kenaikan tersebut sejalan dengan meningkatnya aktivitas penyediaan jasa alih daya dan layanan pendukung operasional kepada klien.

Dengan demikian, margin laba bruto PADA berada di level sekitar 3,6%, relatif tidak banyak berubah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Meski margin relatif stabil, peningkatan skala bisnis membuat laba bruto bertambah sekitar Rp20,9 miliar secara tahunan.

IHSG Anjlok 3,49% ke 5.098, Investor Asing Net Sell Rp1,08 Triliun

IHSG Anjlok 3,49% ke 5.098, Investor Asing Net Sell Rp1,08 Triliun

MEDIASAHAM.COM — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan tajam pada perdagangan Kamis (29/10/2026). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG ditutup merosot 184,255 poin atau 3,49% ke level 5.098,057.

Sepanjang sesi perdagangan, indeks bergerak konsisten di zona merah dengan level tertinggi harian di 5.320,895 sebelum akhirnya parkir di level terendahnya hari ini. Secara year-to-date (YTD), kinerja IHSG tercatat terkoreksi hingga 41,04%.

Aktivitas perdagangan mencatatkan nilai transaksi sebesar Rp11,29 triliun dengan volume 22,64 miliar saham dari 1,31 juta kali frekuensi transaksi. Adapun total kapitalisasi pasar bursa tercatat di angka Rp8.967 triliun.

Ilustrasi IHSG Anjlok 3,49%. Adit Saputra/Mediasaham.com

Tekanan Jual Investor Asing Terus Berlanjut

Investor asing terpantau kembali melakukan aksi jual bersih (net sell). Pada perdagangan hari ini, nilai net sell asing mencapai Rp1,08 triliun atau setara US$59,40 juta.

Dengan tambahan tersebut, akumulasi jual bersih investor asing sejak awal tahun telah membengkak hingga Rp97,78 triliun (US$5,39 miliar).

Chandra Asri (TPIA) Siapkan Buyback Rp2 Triliun, Maksimal 1,6 Miliar Saham

Chandra Asri (TPIA) Siapkan Buyback Rp2 Triliun, Maksimal 1,6 Miliar Saham

MEDIASAHAM.COM - PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) berencana melakukan pembelian kembali saham atau buyback dengan dana maksimal Rp2 triliun. Aksi korporasi tersebut akan dilakukan mulai 29 Oktober 2026 hingga 28 Januari 2027.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang diterbitkan TPIA pada 29 Oktober 2026, perseroan akan menggunakan kas internal secara bertahap untuk membiayai aksi buyback, termasuk biaya transaksi, komisi broker, dan biaya lain yang berkaitan dengan pembelian kembali saham.

Chandra Asri Pacific Tbk (chandra-asri.com) 

TPIA Siapkan Rp2 Triliun untuk Buyback

Dalam keterbukaan informasi tersebut, Chandra Asri menyatakan dana yang dialokasikan untuk pembelian kembali saham mencapai sebanyak-banyaknya Rp2.000.000.000.000 atau Rp2 triliun.

Perseroan menegaskan dana tersebut berasal sepenuhnya dari kas internal. Dengan demikian, pelaksanaan buyback tidak akan menggunakan sumber pendanaan eksternal.

TPIA menyatakan memiliki arus kas yang cukup untuk membiayai transaksi buyback sekaligus menjalankan kegiatan usaha dan belanja modal.

Anak Usaha DOID Gelar BUMA School: Jangkau 2.236 Siswa SMK, 400 Alumni Terbukti Terserap Kerja

Anak Usaha DOID Gelar BUMA School: Jangkau 2.236 Siswa SMK, 400 Alumni Terbukti Terserap Kerja

MEDIASAHAM.COM – PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA), anak usaha PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID), terus memperkuat program pendidikan vokasi melalui BUMA School. Sejak pertama kali dijalankan pada 2018, program tersebut telah menjangkau 2.236 siswa dari berbagai SMK di Indonesia.

Program yang dirancang untuk memperkuat kesiapan kerja generasi muda tersebut juga telah melibatkan dan meningkatkan kapasitas 32 guru serta bekerja sama dengan 16 SMK di tujuh provinsi.

BUMA School

200 Siswa Ikuti BUMA School Tahun Ajaran 2025/2026

Pada tahun ajaran 2025/2026, BUMA School diikuti oleh 200 siswa dari 10 SMK yang tersebar di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, dan Sulawesi Selatan.

Seluruh peserta berhasil menyelesaikan rangkaian program dan memperoleh sertifikasi Basic Mechanic Course. Dari jumlah tersebut, sebanyak 170 siswa juga berhasil memperoleh sertifikasi kompetensi mekanik dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Garuda Metalindo (BOLT) Targetkan Laba 2026 Tumbuh 15%, Ekspor Dipatok Naik 5-10%

Garuda Metalindo (BOLT) Targetkan Laba 2026 Tumbuh 15%, Ekspor Dipatok Naik 5-10%

MEDIASAHAM.COM – PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) menargetkan pertumbuhan laba sebesar 15% pada 2026. Perseroan mengandalkan lokalisasi proyek OEM yang telah dikembangkan pada tahun-tahun sebelumnya untuk mendorong realisasi bisnis tahun ini.

Target tersebut disampaikan manajemen Garuda Metalindo dalam paparan publik tahunan. Dalam agenda tersebut, manajemen juga memaparkan strategi ekspor, peluang industri kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), hingga rencana ekspansi perseroan.

Produk Metalindo (BOLT)

BOLT Bidik Laba Tumbuh 15%

Investor Relations Garuda Metalindo menjelaskan bahwa perseroan menargetkan profit tumbuh 15% pada 2026.

Salah satu strategi yang disiapkan adalah mempercepat lokalisasi proyek OEM yang telah dikerjakan pada tahun-tahun sebelumnya agar dapat segera direalisasikan pada 2026.

Strategi lokalisasi tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan untuk memperluas basis bisnis dan meningkatkan kontribusi proyek OEM terhadap kinerja Garuda Metalindo.

Metrodata Electronics (MTDL) Raih Pendapatan Rp22,09 Triliun, Laba Naik 2,33% hingga September 2026

Metrodata Electronics (MTDL) Raih Pendapatan Rp22,09 Triliun, Laba Naik 2,33% hingga September 2026

Mediasaham.com, Jakarta — PT Metrodata Electronics Tbk (MTDL) membukukan pendapatan bersih sebesar Rp22,09 triliun hingga September 2026, meningkat 17,46% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp18,81 triliun.

Pertumbuhan pendapatan tersebut diikuti kenaikan laba kotor dan laba bersih. Laba tahun berjalan MTDL mencapai Rp688,10 miliar, naik 2,33% dari Rp672,41 miliar pada periode yang sama 2025. Namun, laba yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 5,47% menjadi Rp443,92 miliar.

Ilustrasi Kinerja Metrodata Electronics Tbk (MTDL). Radit M. Pase/Mediasaham.com

Jadwal Dividen JAPFA 2026: JPFA Tebar Dividen Interim Rp1,05 Triliun, Yield 5,06%

Jadwal Dividen JAPFA 2026: JPFA Tebar Dividen Interim Rp1,05 Triliun, Yield 5,06%

Jadwal Dividen JAPFA 2026: JPFA Tebar Dividen Interim Rp1,05 Triliun, Yield 5,06% - Mediasaham.com
MEDIASAHAM.COM, JAKARTA — PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) resmi mengumumkan rencana pembagian dividen interim untuk tahun buku 2026. Emiten unggas (poultry) terkemuka ini menyiapkan total dana mencapai Rp1,05 triliun bagi para pemegang sahamnya.

Berdasarkan pengumuman resmi perseroan pada Rabu (28/10/2026), keputusan pembagian dividen interim ini telah ditetapkan oleh Direksi dan memperoleh persetujuan Dewan Komisaris pada 27 Oktober 2026. Alokasi dividen mengacu pada kinerja laba bersih perseroan selama periode enam bulan yang berakhir pada 30 Juni 2026.

Pakan ternak ayam JPFA

Japfa Comfeed akan membagikan dividen tunai interim dengan nilai total Rp1.052.780.364.090, atau setara dengan Rp90 per lembar saham.

Mengacu pada harga penutupan saham JPFA per 27 Oktober 2026 di level Rp1.780 per lembar saham, maka nilai dividen yield interim yang diperoleh investor adalah sebesar 5,06%. Tingkat pengembalian langsung ini tergolong menarik untuk ukuran dividen interim.

Berita Terbaru

    Belajar Saham

      Dividen Saham