Laba Bersih Bank BRI November 2025 Anjlok Rp 4,55 Triliun

Laba Bersih Bank BRI November 2025 Anjlok Rp 4,55 Triliun

Bank BRI
Kantor Pusat Bank BRI / Dokumentasi Mediasaham.com


Mediasaham.com – Laba bersih BBRI per 31 November 2025 sebesar Rp45,44 triliun, turun sebesar 9,11% dibanding 31 November 2024.

Analisis ini mencakup Neraca (Posisi Keuangan) dan Laba Rugi, dengan fokus pada pertumbuhan aset, kualitas kredit, efisiensi, dan profitabilitas.

1. Ringkasan Kinerja Bank BRI November 2025

Secara garis besar, BRI mencatatkan pertumbuhan Aset dan Kredit yang solid (naik sekitar 7%). Namun, dari sisi profitabilitas, terjadi penurunan Laba Bersih sebesar 9,11% pada November 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan laba ini terutama disebabkan oleh kenaikan beban operasional non-bunga dan pencadangan kerugian (impairment), meskipun pendapatan bunga bersih (NII) masih tumbuh positif.

Reksadana Terbaik 2026: Pilihan Investasi Cerdas dengan Risiko Rendah & Imbal Hasil Menarik

Reksadana Terbaik 2026: Pilihan Investasi Cerdas dengan Risiko Rendah & Imbal Hasil Menarik

Media saham
Ilustrasi. Seorang investor sedang membeli Reksadana dari ponsel. Radit M. Pase / Mediasaham.com

Apa Itu Reksadana dan Mengapa Populer di 2026

Reksadana adalah wadah investasi kolektif di mana dana dari banyak investor dikumpulkan dan dikelola oleh Manajer Investasi (MI) untuk dibelikan ke berbagai instrumen seperti saham, obligasi, atau pasar uang.

Tahun 2026 menjadi masa keemasan bagi reksadana di Indonesia berkat:

  • Peningkatan literasi keuangan masyarakat.

  • Kemudahan akses digital lewat aplikasi investasi.

  • Kinerja pasar modal yang stabil dan penurunan suku bunga acuan.

Dengan nominal mulai Rp10.000, siapa pun kini bisa berinvestasi tanpa perlu keahlian analisis mendalam.

Cara Investasi Saham untuk Pemula: Panduan Lengkap, Aman dan Menguntungkan di Tahun 2026

Cara Investasi Saham untuk Pemula: Panduan Lengkap, Aman dan Menguntungkan di Tahun 2026

cara investasi saham untuk pemula
Ilustrasi seorang investor sedang memasuki gedung sekuritas.


Mediasaham.com – Cara Investasi Saham untuk Pemula. Investasi saham sering kali terdengar menakutkan bagi pemula. Bayangkan saja, Anda mendengar cerita tentang orang yang bangkrut dan jatuh miskin karena saham. Sehingga hati kamu langsung ciut dan takut untuk memulai.

Namun di sisi lain, mungkin kamu juga mendengar ada yang berhasil dari investasi saham bahkan menjadi kaya dari saham. Mendengar ini, hati Anda jadi senang dan ingin tahu lebih dalam tentang cara investasi saham yang baik dan benar.

Investasi saham bukanlah main judi, seperti yang dipikirkan orang-orang. Investasi saham adalah salah satu cara cerdas untuk membangun kekayaan jangka Panjang. Yang penting Anda melakukannya dengan pengetahuan yang tepat dan benar.

Cara Investasi Saham untuk Pemula: Panduan Lengkap, Aman dan Menguntungkan di Tahun 2026


Pengertian Saham

Apa itu saham? Secara sederhana, saham adalah bukti kepemilikan yang sah sebauh perusahaan. Ketika Anda membeli saham sebuah perusahaan, seperti Astra atau Bank BCA, Anda menjadi pemilik kecil dari bisnis tersebut.

Jika perusahaan terus berkembang dan memperoleh laba tiap tahun, nilai saham Anda juga akan naik, dan Anda bisa untung. Selain itu, perusahaan yang berhasil mendapat laba tiap tahun biasanya membagikan dividen ke pemegang saham.

Mengapa saham cocok untuk pemula? Pertama, saham bisa memberikan return (keuntungan) yang lebih tinggi daripada tabungan bank seperti deposito. Di Indonesia, suku bunga tabungan deposito biasanya hanya 2-4% per tahun, sementara saham historis bisa memberikan 7-10% atau lebih dalam jangka panjang.

Kedua, dengan kemajuan teknologi saat ini, investasi saham sangat mudah dikerjakan melalui aplikasi ponsel. Anda tidak perlu modal besar; mulai dari Rp100 ribu saja sudah bisa.

Tapi, ingat, investasi saham ada risikonya. Harga saham bisa naik turun karena berbagai factor seperti ekonomi, politik, atau berita dari perusahaan itu sendiri. Namun, dengan belajar yang benar, risiko ini bisa dikelola. Baca di sini Resiko Bermain Saham Online bagi Pemula.

Artikel ini akan memandu Anda langkah demi Langkah cara investasi saham mulai dari nol. Kita akan bahas dasar-dasar, strategi, dan tips menghindari kesalahan. Tujuannya? Membuat Anda bisa lebih paham dan percaya diri untuk memulai perjalanan investasi saham Anda.

Di Indonesia, pasar saham diatur oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Ada 900 lebih saham yang terdaftar di BEI (bisa cek di sini daftar saham di BEI), dari perusahaan besar seperti BCA hingga perusahaan kecil. Hingga tahun 2026 ada 956 perusahaan yang sahamnya bisa Kamu pilih untuk diinvestasikan.

belajar saham pemula

Pahami Dasar-Dasar Saham Sebelum Mulai Investasi

Sebelum membeli saham pertama Anda, penting memahami fondasi. Bayangkan saham seperti potongan kue dari sebuah perusahaan. Semakin besar perusahaan, semakin banyak potongannya.

Jenis-Jenis Saham?

Ada dua jenis utama saham: saham biasa (common stock) dan saham preferen (preferred stock). Saham biasa memiliki hak suara pada rapat pemegang saham, serta berhak mendapatkan dividen saat perusaan bagi laba.

Saham Preferen (preferred stock) adalah surat berharga sebagai bukti kepemilikan atas suatu perusahaan dengan hak yang lebih tinggi atas aset dan laba perusahaan dibanding pemegang saham biasa. Saham preferen lebih stabil, prioritas dividen, tapi jarang di Indonesia baik untuk pemula.

Saham juga ada yang dibagi berdasarkan jumlah nilai perusahaan itu sendiri di BEI.

Saham Lapis 1

Saham lapis satu pada umumnya adalah saham-saham Blue Chip. Saham Blue Chip adalah perusahaan-perusahaan besar yang nilai kapitalisasinya di atas Rp 10 triliun. Perusahaan ini tergolong stabil, dan terpercaya. Harga sahamnya juga tergolong stabil dan rutin bagi dividen. Contoh: Saham Bank BRI, BCA, INDF dll. Bisa cek di sini daftar saham LQ45.

Saham Lapis 2

Saham lapis 2 adalah perusahaan menengah dengan nilai kapitalisasi berkisar dari Rp 500 miliar -  Rp 10 triliun. Harga saham lapis 2 cenderung naik dan turun.

Kinerja perusahaan saham lapis dua juga beragam, ada yang mencetak laba dan ada juga yang rugi.

Saham Lapis 3

Saham lapis 3 adalah perusahaan dengan nilai kapitalisasi pasar dibawah Rp 500 miliar. Harga saham lapis tiga biasanya lebih murah. Saham ini juga mudah dimainkan oleh bandar untuk membuat harga sahamnya naik dan turun. Sehingga berisiko tinggi dan tidak disarankan untuk pemula.

Bagaimana Pasar Saham Bekerja?

Pasar saham adalah tempat jual beli saham, seperti BEI di Jakarta. Harga saham ditentukan oleh supply and demand. Jika banyak orang ingin beli (demand tinggi), harga naik. Sebaliknya, jika banyak yang jual, harga turun.

Indeks saham seperti IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) mengukur performa keseluruhan pasar saham di BEI. Jika IHSG naik, artinya pasar sedang bagus. Bagi pemula bisa memantau nilai IHSG di Yahoo Finance atau Media TV.

Pelajari Istilah Penting Dalam Saham

Di pasar saham ada begitu banyak istilah-istilah yang digunakan. Bagi pemula wajib untuk membiasakan diri dengan istilah-istilah dalam investasi saham. Mulailah mempelajari istilah yang sering Kamu dengar. Berikut beberapa contoh istilah dalam dunia saham.

  • Dividen: Keuntungan tahunan dari perusahaan yang dibagikan ke investor.
  • Capital Gain: Untung dari selisih harga beli dan jual.
  • Capital Loss: Rugi dari selisih harga beli dan jual
  • Cuan: Seseorang yang dapat untung dari jual saham
  • IPO (Initial Public Offering): Saat perusahaan pertama kali jual saham ke publik.
  • Broker: Perusahaan yang membantu kita untuk bertransaksi jual beli saham lewat aplikasi yang disediakan oleh broker itu sendiri. Contoh Mandiri Sekuritas atau BCA Sekuritas.

Pelajari lebih banyak lagi istilah-istilah saham agar tidak bingung saat membaca berita saham. Kamu bisa cek di sini, Kamus Istilah Saham A-Z.

investasi saham
Seorang investor sedang menatap monitor pergerakan harga saham. Dokumentasi Mediasaham.com

Cara Memulai Investasi Saham

1. Tentukan Tujuan Investasi Saham Anda

Investasi saham bukan soal cepat kaya, tapi membangun masa depan keuangan yang lebih baik. Langkah pertama adalah tentukan tujuan. Tanya diri sendiri: "Saya investasi saham untuk apa tujuannya?" 

Misalnya:

  • Jangka Pendek (1-3 tahun): Beli rumah atau liburan.
  • Jangka Menengah (3-5 tahun): Pendidikan anak.
  • Jangka Panjang (5+ tahun): Pensiun. Fokus saham blue chip untuk pertumbuhan berkelanjutan.

Gunakan rumus sederhana: Hitung berapa yang dibutuhkan. Jika target Rp500 juta dalam 5 tahun ke depan dengan return 8% per tahun, maka berapa yang harus kamu investasikan setiap bulannya.

2. Evaluasi Kondisi Keuangan

Evaluasi kondisi keuangan kamu. Pastikan punya dana darurat (3-6 bulan gaji) di tabungan, lunasi utang berbunga tinggi, baru investasi. Aturan emas: Hanya investasikan uang yang siap hilang, karena saham berisiko.

Investasikan uang dingin di saham. Artinya uang tersebut menganggur dan tidak kamu gunakan dalam jangka waktu beberapa bulan ke depan. Jangan sekali-kali memakai uang kebutuhan sehari-hari.

Buat rencana: Alokasikan 10-20% pendapatan bulanan untuk investasi. Misal gaji Rp10 juta, sisihkan Rp1-2 juta. Konsistensi lebih penting daripada jumlah besar.

Dengan tujuan jelas, Anda akan lebih disiplin. Apabila tujuan kamu investasi jangka panjang, kamu bisa mencontoh Warren Buffett, investor legendaris. Mulai dari kecil dan fokus jangka panjang.

3. Tingkatkan Pengetahuanmu tentang Saham

Pengetahuan adalah senjata utama investor pemula. Jangan asal ikut tips teman, apalagi telan mentah-mentah. Belajar sendiri dari berbagai sumber jauh lebih baik dan menguntungkan.

Jangan pernah berhenti untuk terus belajar dan memperdalam pengetahuan tentang investasi saham.

Sumber Belajar Gratis

  • Dari website: Seperti BEI punya program "Sahamku" untuk pemula, lengkap dengan webinar gratis.
  • YouTube; kamu bisa belajar dari youtube dan pilih chenel yang sesuai dengan kamu. Namun jangan terjebak dengan chenel yang menjual mimpi.
  • Belajar dari buku-buku saham
  • Kamu juga bisa membaca dari portal Mediasaham ini. Kamu bisa memilih topik Belajar Saham

Sisihkan waktu untuk belajar saham. Misalnya 1-2 jam seminggu untuk belajar.

4. Analisis Saham yang Ingin Dibeli

Sebelum membeli saham, penting untuk mempelajarinya terlebih dahulu. Analisa saham yang ingin kamu beli. Mulailah dengan hal dasar seperti melihat laporan keuangan.

Belajar baca laporan keuangan: Kamu bisa memulai dengan melihat nilai sebuah saham, apakah mahal atau murah. 

Saham bisa dinilai dari rasio PER dan PVB.

PER (Price to Earnings) adalah perbandingan harga saham dengan laba per saham. PER yang bernilai 1-10 dianggab harga sahamnya lebih murah dibanding PER di atas 10.

PVB (price to book velue) adalah perbandinga harga saham dengan nilai buku. Semakin kecil nilai PVB sebuah perusahaan berarti harga sahamnya semakin murah dan sebaliknya.

5. Buka Akun di Broker Saham

Broker saham adalah perantara yang menghubungkan kita untuk bertransaksi di pasar saham Indonesia atau di Bursa Efek Indonesia. Tanpa broker saham kita tidak bisa membeli saham secara langsung.

Broker saham sering juga disebut dengan sekuritas. Pilih lah broker saham terpercaya dan sudah terdaftar resmi di OJK dan BEI. 

Kriteria singkat Memilih Broker Saham Terpercaya

  • Biaya Broker: Pilih broker saham yang memberikan potongan komisi yang rendah. Namun pada umumnya komisi broker saham berkisar 0,15-0,25%.
  • Aplikasi Saham Mudah: Pilih sekuritas yang aplikasi trading sahamnya gampang digunakna.
  • Layanan customer service 24/7
  • Deposit Kecil: Pilih broker saham yang deposit awal kecil. Beberapa sekuritas hanya mulai dari 100 ribu rupiah hingga puluhan juta rupiah. Pilih yang sesuai dengan keuangan kamu. Kalau hanya untuk belajar, pilih yang keci

Cara Membuka Akun Saham

  1. Download aplikasi saham dari sekuritas yang suda kamu pilih.
  2. Daftar dengan KTP, NPWP (opsional untuk pajak), dan email.
  3. Verifikasi via video call atau e-KTP.
  4. Transfer dana awal via bank.
  5. Akun aktif dalam 1-3 hari.

Pada saat pendaftaran, agen dari sekuritas akan membantu semua proses dari awal sampai akhir. Untuk itu pilih sekuritas yang pelayanannya bagus dan ramah. Hindari memilih broker saham yang tidak terpercaya.

6. Setor Dana Awal ke RDN (Rekening Dana Investor)

Setor dana awal kamu ke RDN. Tentukan berapa modal awal yang ingin kamu setor untuk membeli saham. Setelah itu kamu bisa mulai membeli saham.

Contoh kamu ingin membeli saham BBCA 1 lot dengan harga per lembar Rp 5000,. Minimal pembelia saham yaitu 1 lot atau 100 lembar saham.

Jadi apabila kamu ingin beli 1 lot saham BBCA, maka kamu butuh 500 ribu rupiah. Di pasar saham, harga saham sangat beragam mulai dari harga 100 rupiah sampai ratusan ribu rupiah. Bahkan yang di bawah 100 rupiah juga banyak, namun kamu perlu untuk menganalisanya dulu. Sebab harga saham di bawah 100 seringkali perusahannya rugi.

7. Pantau Saham dan Kelola Risiko

Saham tentu memiliki resiko. Saham bisa naik hitungan jam, hari, minggu. Saham juga bisa turun hitungan jam, hari dan minggu. 

Naik turunnya saham adalah hal yang wajar. Namun ada yang tidak wajar yaitu kadang saham bisa naik dan turun sampai 20%. Untuk itu perlu memahami resiko yang ada.

Penyebab saham bisa turun banyak biasanya karena datangnya info yang bersifat negatif dengan saham itu. Perusahaan tersebut rugi dan lain sebagainya. Bisa juga disebabkan oleh kondisi ekonomi nasioanl dan dunia. Seperti contoh saat pandemi covid.

Hindari Kesalahan Umum Para Pemula

Berikut beberapa kesalahan umum yang dilakukan para pemula dalam berinvestasi saham:
1. Tidak punya tujuan investasi
2. Beli karena ikut-ikutan atau FOMO
3. Panik saat harga naik dan turun
4. Asal beli, tidak melakukan analisis
5. Memakai uang sehari-hari atau uang keperluan dapur, sekolah, kuliah dll
6. Mekakai uang pinjaman atau mengutang
7. Tidak sabaran dan ingin cepat kaya


Kesimpulan

Investasi saham adalah langkah cerdas untuk membangun kekayaan jangka panjang, bukan jalan pintas untuk cepat kaya. Bagi pemula, memahami cara investasi saham untuk pemula sangat penting agar tidak salah langkah. Dengan pengetahuan yang benar, disiplin, dan strategi yang tepat, siapa pun bisa mulai investasi saham dengan modal kecil.

Sebelum memulai, penting untuk menetapkan tujuan investasi, memahami risiko, serta mempelajari dasar-dasar analisis saham agar tidak salah dalam memilih saham. Mulailah dari modal kecil  untuk belajar dan gunakan uang dingin (nganggur).

Kunci sukses dalam investasi saham jangka panjang adalah belajar terus, disiplin, dan sabar menghadapi fluktuasi pasar. Dengan konsistensi dan pengetahuan yang cukup, investasi saham bisa menjadi jalan menuju kebebasan finansial dan masa depan yang lebih aman.

91 Daftar Saham Sektor Energi di BEI (Update 2026)

91 Daftar Saham Sektor Energi di BEI (Update 2026)

daftar saham sektor energi
Proyek pertambangan salah satu sektor energi. Dokumentasi Mediasaham.com

Saham sektor energi di Indonesia terdiri dari berbagai perusahaan yang mencakup kegiatan dari hulu hingga hilir. Mulai dari bidang pertambangan batu bara, minyak, dan gas, termasuk eksplorasi, produksi, hingga distribusinya.

Selain produsen itu, ada juga perusahaan jasa penunjang seperti transportasi, logistik, dan penyedia peralatan pertambangan maupun migas.

Sementara itu, di energi terbarukan, perusahaan fokus pada pembangkit listrik ramah lingkungan, produksi biofuel, serta komponen energi baru seperti panel surya dan turbin.

Perusahaan sektor energi memegang peran vital dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia. sektor ini juga menjadi salah satu kontributor utama terhadap penerimaan negara melalui ekspor dan investasi. Di Bursa Efek Indonesia (BEI), terdapat puluhan perusahaan energi yang sahamnya aktif diperdagangkan, mulai dari perusahaan tambang batu bara, minyak dan gas, hingga penyedia jasa pendukung energi.

Saham sektor energi apa saja?

Berdasarkan data terbaru di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga tahun 2026, terdapat 91 saham sektor energi yang tercatat di BEI. Jumlah tersebut terbagi dalam tiga papan pencatatan:

  1. Papan Utama: 49 saham
  2. Papan Pengembangan: 27 saham
  3. Papan Pemantauan Khusus: 15 saham

Papan Utama umumnya diisi oleh perusahaan dengan kapitalisasi besar, kinerja keuangan solid, serta tata kelola yang baik. Sementara itu, Papan Pengembangan menjadi wadah bagi perusahaan yang masih dalam tahap pertumbuhan.

Baca: 7 Aplikasi Trading Saham Terbaik

Saham sektor energi yang berada di Papan Pemantauan Khusus diperuntukkan bagi emiten yang menghadapi masalah tertentu, baik dari sisi operasional maupun regulasi yang belum terpenuhi dai BEI.

Baca: Cara Karyawan Punya Penghasilan Passive Income tanpa Keluar Kerja, Gaji Tetap tapi Aset Terus Bertumbuh

7 Aplikasi Trading Saham Terbaik di Indonesia ( Update Januari 2026)

7 Aplikasi Trading Saham Terbaik di Indonesia ( Update Januari 2026)

aplikasi trading saham
Aplikasi trading saham Bions. Dokumentasi Mediasaham.com


Mediasaham.com - Aplikasi Trading Saham Terbaik di Indonesia 2026.

Investasi saham sekarang makin mudah dilakukan, bahkan hanya lewat ponsel. Dengan hadirnya Aplikasi Trading Saham Terbaik di Indonesia, siapa pun bisa mulai belajar beli-jual saham tanpa perlu repot ke kantor sekuritas. Cukup download aplikasinya, buka akun, dan kamu sudah bisa pantau pergerakan harga saham kapan saja.

Banyaknya pilihan aplikasi trading saham tentu bisa buat bingung, terutama bagi yang baru mulai investasi. Setiap aplikasi punya kelebihan masing-masing — ada yang unggul di fitur edukasi, ada juga yang fokus di biaya transaksi murah. Karena itu, penting banget untuk tahu Aplikasi Trading Saham Terbaik di Indonesia yang paling cocok buat kebutuhan dan gaya investasimu.

Kamus Istilah Saham A–Z: Cocok untuk Pemula 2026

Kamus Istilah Saham A–Z: Cocok untuk Pemula 2026

trading saham
Belajar istilah saham / Mediasaham.com

Bagi investor pemula, memahami istilah saham adalah langkah awal yang sangat penting sebelum mulai bertransaksi di pasar modal. Dunia saham memiliki banyak istilah, baik resmi yang digunakan di laporan keuangan maupun istilah gaul yang sering dipakai di komunitas investor. Artikel ini merangkum istilah saham dari A sampai Z, agar kamu lebih mudah memahami percakapan antar investor dan membaca analisis pasar.

Mengapa Harus Memahami Istilah Saham?

Pasar saham punya bahasa sendiri. Jika tidak menguasainya, investor pemula bisa kesulitan mengikuti perkembangan berita atau bahkan salah mengambil keputusan investasi. Dengan memahami istilah saham, kamu akan lebih percaya diri dalam menganalisis dan memilih strategi yang tepat.

92 Daftar Kode Broker Asing dan Lokal di Indonesia 2026

92 Daftar Kode Broker Asing dan Lokal di Indonesia 2026

kode broker asing dan lokal
Gambar menampilkan grafik trading saham / Pixabay


Mediasaham.com - Kode Broker Saham Asing dan Lokal di Bursa Efek Indonesia (BEI). Trading saham di Indonesia semakin diminati kaum muda dan milenial, baik pemula maupun profesional. Setiap kali para investor saham melakukan transaksi jual beli saham, maka aktivitas trading mereka akan terekam di salah satu broker saham.

Hal ini tidak terlepas dari peranan penting broker saham atau sekuritas dalam menjembatani investor dalam transaksi jual beli saham di BEI. Broker saham berperan sebagai perantara antara investor dan pasar modal, memfasilitasi transaksi jual-beli saham, memberikan layanan edukasi, hingga menyediakan berbagai fitur trading.

Broker Saham Asing dan Lokal di Bursa Efek Indonesia

Di Indonesia, ada broker saham lokal dan broker saham asing. Memahami perbedaan keduanya sangat penting agar investor dapat menyesuaikan pilihan dengan kebutuhan, gaya trading, serta keamanan investasi.

20 Saham dengan Kapitalisasi Terbesar di Indonesia 2026

20 Saham dengan Kapitalisasi Terbesar di Indonesia 2026

Saham Terbesar di Indonesia
Saham Kapitalisasi Terbesar di Indonesia

Mediasaham.com - 20 Saham Kapitalisasi Terbesar di Indonesia.

Pasar saham Indonesia semakin menarik diamati di tahun 2026. Daftar saham dengan kapitalisasi pasar terbesar di Indonesia tidak lagi dikuasai oleh sektor perbankan seperti dua dan tiga tahun terakhir. Tapi sekarang, perusahaan di bidang energi ramah lingkungan, teknologi, dan pertambangan mineral penting mulai naik ke puncak daftar.

20 Saham dengan Kapitalisasi Terbesar di Indonesia


Berdasarkan data terbaru dari Bursa Efek Indonesia (BEI) per Januari 2026PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) kini jadi saham terbesar dengan nilai pasar lebih dari Rp1.281 triliun. BREN berhasil menggeser Bank Central Asia Tbk (BBCA), yang selama ini selalu nomor satu. 

Tak kalah menarik, sektor teknologi juga tumbuh kencang. DCI Indonesia Tbk (DCII), perusahaan yang fokus pada pusat data (data center), sudah masuk tiga besar saham terbesar di Indonesia. Ini membuktikan bahwa kebutuhan akan infrastruktur digital seperti server untuk cloud dan AI semakin penting. Selain itu semua orang butuh data yang aman dan cepat seperti untuk layanan e-commerce dan hal ini tentu saja membutuhkan dukungan dari perusahaan data center.

 Baca Juga91 Daftar Saham Sektor Energi di BEI

Meskipun demikian, sektor perbankan masih jadi pondasi utama di pasar saham Indonesia. Bank besar seperti BBCABank Rakyat Indonesia (BBRI)Bank Mandiri (BMRI), dan Bank Negara Indonesia (BBNI) tetap bertahan di 10 saham teratas dengan nilai pasar triliunan rupiah. Selain itu, Bank Syariah Indonesia (BRIS) juga semakin kuat, membuktikan bahwa perbankan berbasis syariah punya peran besar dalam keuangan inklusif di Indonesia.

Apa Itu Saham dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar?

Saham dengan kapitalisasi pasar terbesar adalah saham dari perusahaan Tbk yang memiliki nilai total pasar tertinggi di Bursa Efek Indonesia. Kapitalisasi pasar (market capitalization/market cap) dihitung dengan rumus sederhana:

👉 Market Cap = Harga Saham × Jumlah Saham Beredar

Misalnya, jika sebuah perusahaan memiliki 10 miliar lembar saham beredar dengan harga Rp1.000 per lembar, maka kapitalisasi pasarnya adalah Rp10 triliun.

Kenapa Kapitalisasi Pasar Penting?

  1. Mengukur besar nilai sebauh perusahaan
    Market cap sering digunakan untuk melihat seberapa besar nilai sebuah perusahaan dibanding kompetitornya. Semakin besar market cap, semakin besar pula perusahaan tersebut dinilai oleh pasar.

  2. Menunjukkan kepercayaan investor
    Perusahaan dengan market cap besar biasanya dianggap lebih stabil, punya fundamental kuat, dan dipercaya mampu bertahan menghadapi gejolak ekonomi.

  3. Menjadi acuan indeks pasar
    Di Bursa Efek Indonesia (BEI), emiten dengan market cap terbesar sering masuk indeks populer seperti LQ45 dan IDX30, sehingga lebih banyak diperdagangkan oleh investor institusi.

Trading saham BBCA


Daftar 20 Saham dengan Kapitalisasi Terbesar di Indonesia 2026

Berikut daftar 20 saham terbesar di Indonesia. Ranking ini diambil dari data IDX.co.id per Januari 2026.

  1. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN)Rp1.281 triliun
    🔹 Sektor: Energi Terbarukan
    🔹 Perusahaan energi terbarukan terbesar di Indonesia, fokus pada pembangkit listrik berbasis panas bumi. Jadi pemimpin transisi energi nasional.

  2. Bank Central Asia Tbk (BBCA)Rp998 triliun
    🔹 Sektor: Perbankan
    🔹 Bank BCA adalah bank swasta terbesar dengan basis nasabah ritel dan digital banking yang sangat kuat.

  3. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)Rp737 triliun
    🔹 Sektor: Energi & Infrastruktur
    🔹 Bergerak di bidang energi listrik, telekomunikasi, dan infrastruktur dengan diversifikasi bisnis yang kuat.

  4. PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)Rp610 triliun
    🔹 Sektor: Petrokimia
    🔹 Produsen petrokimia terbesar di Indonesia, penyedia bahan baku industri plastik dan kimia.

  5. PT Bayan Resources Tbk (BYAN)Rp579 triliun
    🔹 Sektor: Pertambangan Batubara
    🔹 Salah satu produsen batubara terbesar di Indonesia, ekspor ke pasar internasional.

  6. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)Rp562 triliun
    🔹 Sektor: Pertambangan Mineral
    🔹 Mengelola tambang Batu Hijau, produsen emas dan tembaga, serta membangun smelter tembaga strategis.

  7. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) – Rp552 triliun
    🔹 Sektor: Perbankan
    🔹 Bank BUMN terbesar, unggul di segmen mikro, UMKM, dan jaringan cabang terluas.

  8. PT DCI Indonesia Tbk (DCII)  Rp534 triliun
    🔹 Sektor: Teknologi (Data Center)
    🔹 Pioneer pusat data di Indonesia, mendukung ekosistem digital dan cloud computing nasional.

  9. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)Rp451 triliun
    🔹 Sektor: Perbankan
    🔹 Bank BUMN terbesar berdasarkan aset, fokus pada layanan korporasi, ritel, dan digital banking.

  10. PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM)Rp349 triliun
    🔹 Sektor: Telekomunikasi
    🔹 Pemimpin pasar telekomunikasi, mengoperasikan layanan seluler, broadband, hingga infrastruktur digital.

  11. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) – Rp286 triliun
    🔹 Sektor: Energi & Petrokimia
    🔹 Holding besar di bidang energi, petrokimia, serta induk perusahaan energi terbarukan BREN.

  12. PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) – Rp286 triliun
    🔹 Sektor: Telekomunikasi
    🔹 Holding besar di bidang Infrastruktur Telekomunikasi dan Jasa Telekomunikasi Kabel

  13. PT Astra International Tbk (ASII)Rp284 triliun
    🔹 Sektor: Konglomerat (Multi-sektor)
    🔹 Konglomerat dengan bisnis otomotif, alat berat, jasa keuangan, agribisnis, dan teknologi.

  14. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) – Rp233 triliun
    🔹 Sektor: Pertambangan Batubara
    🔹 Perusahaan batubara yang sedang naik daun, ekspansi produksi dan diversifikasi pasar.

  15. PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) – Rp217 triliun
    🔹 Sektor: Properti & Real Estate
    🔹 Developer proyek superblok PIK 2, salah satu kawasan paling premium di Jabodetabek.

  16. PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA)Rp206 triliun
    🔹 Sektor: Investasi  Infrastruktur
    🔹 Bergerak di sektor investasi strategis, terutama pada energi, air, pelabuhan dan penyimpanan dan logistik.

  17. PT Bank Permata Tbk (BNLI) – Rp183 triliun
    🔹 Sektor: Perbankan
    🔹 Bank dengan layanan ritel dan korporasi, dimiliki oleh Bangkok Bank sebagai pemegang saham pengendali.

  18. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) – Rp155 triliun
    🔹 Sektor: Perbankan
    🔹 Bank BUMN tertua, fokus pada pembiayaan korporasi, ritel, dan ekspansi global.

  19. PT MD Entertainment Tbk (FILM – Rp157 triliun
    🔹 Sektor: Media dan Hiburan
    🔹 Hiburan dan Film.

  20. PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET)Rp129 triliun
    🔹 Sektor: Holding Investasi / Ritel
    🔹 Memiliki portofolio saham strategis di Indomaret, Fast Food Indonesia (KFC), dan bisnis telekomunikasi.

Seorang investor sedang memperhatikan saham di layar ponsel


Analisis Kapitalisasi Saham Terbesar di Indonesia

1. Dominasi Sektor Energi Terbarukan & Petrokimia

Munculnya BREN di posisi puncak (Rp1.281 triliun) menandakan era baru di BEI, di mana investor memberikan valuasi sangat tinggi pada sektor Green Energy.

  • Grup Barito: Melalui BREN, TPIA, BRPT, dan CUAN, grup ini menguasai porsi signifikan dari total market cap Top 20. Ini menunjukkan konsentrasi kekayaan pada satu grup konglomerasi yang sangat ekspansif di sektor sumber daya alam dan energi.
  • Valuasi Pertumbuhan: Saham seperti BREN dan CUAN sering kali dihargai bukan hanya dari laba saat ini, tetapi dari ekspektasi dominasi pasar energi masa depan.

2. Perbankan: “The Big Four” Tetap Menjadi Tulang Punggung

Meskipun posisi pertama bukan lagi bank, sektor perbankan tetap merupakan sektor paling stabil dan likuid di pasar modal Indonesia.

  • BCA (BBCA): Masih menjadi standar emas perbankan swasta dengan market cap hampir Rp1.000 triliun. Kepercayaan investor pada manajemen dan efisiensi digital BCA tetap tak tergoyahkan.
  • Bank BUMN (BBRI, BMRI, BBNI): Tetap menjadi pilar ekonomi nasional. BBRI dengan fokus UMKM dan BMRI dengan kekuatan korporasi memberikan keseimbangan bagi portofolio investor institusi.
  • Kejutan BNLI: Masuknya Bank Permata (BNLI) ke jajaran elit menunjukkan keberhasilan integrasi pasca-akuisisi oleh Bangkok Bank.

3. Kebangkitan Infrastruktur Digital & Teknologi

Data ini menunjukkan bahwa ekonomi digital Indonesia telah memasuki fase infrastruktur fisik yang solid.

  • DCII & MORA: Masuknya DCI Indonesia dan Mora Telematika menunjukkan bahwa investor sangat menghargai aset “tanah digital” seperti data center dan jaringan fiber optik.
  • TLKM: Telkom tetap menjadi raksasa telekomunikasi nasional, namun posisinya mulai didekati oleh perusahaan infrastruktur digital yang lebih lincah.

4. Komoditas dan Mineral Strategis

Saham-saham berbasis sumber daya alam masih sangat relevan, namun mengalami pergeseran ke arah hilirisasi.

  • AMMN & BYAN: Amman Mineral (emas/tembaga) dan Bayan Resources (batubara) membuktikan bahwa komoditas tetap menjadi mesin penghasil uang terbesar, terutama dengan fokus pada proyek smelter dan hilirisasi.

Ringkasan Sektoral (Top 20)

Sektor Jumlah Emiten Catatan Utama
Perbankan 5 Sektor dengan fundamental paling solid dan stabil.
Energi & Mineral 6 Termasuk energi terbarukan, batubara, dan emas. Dominasi baru BEI.
Teknologi & Telko 3 Fokus pada infrastruktur digital seperti data center dan fiber optic.
Konglomerasi & Investasi 4 ASII tetap diversifikasi, sementara DNET dan CDIA fokus pada portofolio.
Properti & Hiburan 2 PANI (PIK 2) dan FILM menunjukkan kekuatan konsumsi domestik.
Analisa Saham Kapitalisasi Terbesar di Indonesia

Kesimpulan

Pasar modal Indonesia tahun 2026 terlihat semakin terdiversifikasi. Jika sebelumnya BEI sangat bergantung pada perbankan dan batubara, kini sektor Energi Baru Terbarukan (EBT), Infrastruktur Digital, serta Media dan Hiburan mulai mengambil porsi signifikan.

Baca Juga: Daftar Kode Broker Saham Lokal dan Asing di Indonesia

Namun, investor perlu mencermati bahwa beberapa emiten, khususnya di sektor energi dan teknologi, memiliki valuasi yang sangat premium. Ketahanan kapitalisasi pasar mereka sangat bergantung pada realisasi proyek strategis serta kondisi likuiditas pasar global.

Saham-saham dengan market cap besar biasanya disebut juga sebagai big cap. Perusahaan kategori ini umumnya sudah mapan, stabil, dan punya posisi penting di industrinya. Karena itulah, saham big cap sering dijadikan barometer utama pergerak IHSG dan banyak dipilih investor jangka panjang.

 Baca JugaKamus Istilah Saham A–Z: Cocok untuk Investor Pemula

Alasannya sederhana, karena saham kapitalisasi besar cenderung lebih likuid (mudah diperdagangkan) dan dianggap lebih aman dibanding saham menengah atau kecil.

Negara Alihkan Saham PTPP ke Badan Pengaturan BUMN, Ini Detail Perubahan Strukturnya!

Negara Alihkan Saham PTPP ke Badan Pengaturan BUMN, Ini Detail Perubahan Strukturnya!

PTPP
Pengerjaan konstruksi gedung bertingkat. Foto: PTPP.co.id


JAKARTA, Mediasaham.com – Emiten konstruksi pelat merah, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP), melaporkan adanya perubahan struktur kepemilikan saham Negara Republik Indonesia. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari pemberlakuan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2025.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis pada 7 Januari 2026, telah dilakukan penandatanganan Perjanjian Pengalihan Saham antara Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) dan PT Danantara Asset Management (Persero) (DAM) pada tanggal 5 Januari 2026.

Unilever (UNVR) Jual Bisnis Sariwangi Senilai Rp1,5 Triliun, Ini Alasannya!

Unilever (UNVR) Jual Bisnis Sariwangi Senilai Rp1,5 Triliun, Ini Alasannya!

teh sariwangi
Secangkir Teh Sariwangi / Tokopedia


JAKARTA, Mediasaham.com – Raksasa consumer goods, PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), secara mengejutkan mengumumkan pelepasan salah satu aset ikoniknya. UNVR resmi menjual seluruh bisnis teh dengan merek legendaris "Sariwangi" kepada PT Savoria Kreasi Rasa.

Berdasarkan keterbukaan informasi yang disampaikan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 7 Januari 2026, nilai transaksi pengalihan bisnis ini disepakati sebesar Rp1.500.000.000.000 (Rp1,5 Triliun) di luar pajak yang berlaku.

Berita Terbaru

    Laporan Keuangan

      Dividen Saham