Laporan Keuangan Bank OCBC NISP 2025: Laba bersih naik 3,94% Jadi Rp5,06 triliun

Laporan Keuangan Bank OCBC NISP 2025: Laba bersih naik 3,94% Jadi Rp5,06 triliun

Laporan Keuangan Bank OCBC NISP Tahun 2025. Tangkapan layar dari laporan keuangan Bank OCBC


Mediasaham.com, Jakarta – Laba bersih PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) Tahun 2025 sebesar Rp5,06 triliun, naik 3,94%. Keterangan ini sesuai dengan data resmi yang dirilis perseroan di laporan keuangan konsolidasian tahunan untuk periode yang berakhir pada 31 Desember 2025.

Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan pendapatan bunga serta efisiensi pada cadangan kerugian penurunan nilai, di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.NISP juga mampu melakukan ekspansi aset yang masif hingga menembus angka Rp308,35 triliun, meningkat hampir 10% dibandingkan tahun sebelumnya.


1. Analisis Laba Rugi: Pendapatan Operasional Lainnya Jadi Pendongkrak

Meskipun suku bunga pasar bergerak dinamis, NISP berhasil menjaga profitabilitas melalui diversifikasi pendapatan secara agresif.

Pendapatan Bunga Bersih (Net Interest Income)

Pendapatan bunga bersih tercatat sebesar Rp10,04 triliun, naik tipis 1,24% dari Rp9,92 triliun pada tahun 2024. Walaupun pertumbuhan bunga bersih cenderung moderat, hal ini menunjukkan kemampuan bank dalam menjaga Net Interest Margin (NIM) di tengah ketatnya persaingan perebutan dana di pasar.

Lonjakan Pendapatan Non-Bunga (Fee-Based Income)

Salah satu sorotan utama dalam laporan 2025 adalah Pendapatan Operasional Lainnya yang melesat 35,11% menjadi Rp2,14 triliun (dibandingkan Rp1,58 triliun di 2024). Kenaikan ini didorong oleh beberapa faktor kunci:

  • Keuntungan dari transaksi valuta asing.
  • Peningkatan pendapatan dari layanan perbankan digital.
  • Keuntungan dari penjualan efek-efek yang terealisasi secara strategis.

Laba Komprehensif yang Mengesankan

Laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk mencapai Rp5,06 triliun. Namun, jika memperhitungkan pos penghasilan komprehensif lain (seperti revaluasi aset keuangan), total laba komprehensif NISP melonjak 11,38% menjadi Rp5,59 triliun. Angka ini mencerminkan portofolio investasi bank yang berkinerja sangat baik di pasar modal.


2. Bedah Neraca: Lonjakan Aset dan Strategi Surat Berharga

NISP melakukan langkah berani dalam mengalokasikan likuiditasnya pada tahun 2025 untuk memaksimalkan keuntungan jangka panjang.

Posisi Keuangan 31 Des 2025 (Miliar Rp) 31 Des 2024 (Miliar Rp) Pertumbuhan (%)
Total Aset 308,356.7 281,167.2 +9.67%
Pinjaman yang Diberikan (Bruto) 165,873.6 162,421.5 +2.13%
Efek-Efek / Surat Berharga 95,661.9 57,278.1 +67.01%
Total Liabilitas 264,508.0 240,476.2 +10.00%
Total Ekuitas 43,848.7 40,691.0 +7.76%

Poin Penting Analisis Aset:

Lonjakan masif sebesar 67,01% pada pos Efek-efek menunjukkan bahwa NISP sangat aktif melakukan penempatan dana pada instrumen keuangan likuid seperti obligasi negara. Di sisi lain, Penyaluran Kredit tetap tumbuh sebesar 2,13% YoY, mencerminkan prinsip prudent lending atau kehati-hatian dalam memilih debitur berkualitas tinggi.


3. Dana Pihak Ketiga (DPK): Keberhasilan Strategi CASA

Kepercayaan nasabah terhadap OCBC NISP terlihat dari arus masuk dana yang kuat, khususnya pada dana murah yang menjadi tumpuan bank.

  • Giro: Rp84,507 miliar (Naik signifikan +41,40% dari Rp59,765 miliar).
  • Tabungan: Rp56,831 miliar (Naik +4,64% dari Rp54,312 miliar).
  • Deposito: Rp102,422 miliar (Naik +11,30% dari Rp92,021 miliar).

Pertumbuhan Giro yang mencapai 41,40% adalah sebuah prestasi luar biasa. Hal ini membantu bank menekan biaya dana (Cost of Fund) secara efektif, yang pada gilirannya memperkuat margin laba bersih bank.


4. Kualitas Aset dan Manajemen Risiko

NISP terus memperkuat profil risikonya. Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) untuk pinjaman mengalami penurunan dari Rp8,04 triliun menjadi Rp7,50 triliun, atau turun sekitar -6,7%.

Baca: Histori Dividen NISP dari Tahun ke Tahun

Penurunan cadangan ini merefleksikan perbaikan kualitas portofolio kredit atau keberhasilan dalam pemulihan kredit bermasalah. Hal ini memberikan dampak positif langsung pada laba bersih karena efisiensi beban provisi.


5. Arus Kas dan Komitmen Dividen

Sepanjang tahun 2025, NISP mencatatkan arus kas bunga dari aktivitas operasi sebesar Rp17,41 triliun. Bank juga menunjukkan komitmen tinggi kepada investor dengan realisasi pembayaran Dividen Tunai sebesar Rp1,65 triliun pada tahun berjalan. Dengan kenaikan laba di 2025, ekspektasi dividen untuk tahun buku mendatang diprediksi akan tetap stabil dan menarik bagi pemegang saham.


6. Kesimpulan dan Proyeksi Strategis 2026

Laporan Keuangan NISP 2025 menggambarkan sebuah institusi keuangan yang kokoh, likuid, dan adaptif. Kenaikan total aset sebesar 9,67% dan pertumbuhan ekuitas sebesar 7,76% menjadi Rp43,85 triliun memberikan jaminan keamanan modal (Margin of Safety) yang sangat solid.

Bagi para pengamat bisnis dan investor, OCBC NISP telah memposisikan diri sebagai bank dengan fundamental kuat yang siap menghadapi ekspansi lebih agresif di tahun 2026, didukung oleh likuiditas yang melimpah dari portofolio surat berharga mereka.

Disclaimer: Laporan ini dibuat untuk tujuan informasi dan edukasi berdasarkan data laporan keuangan NISP tahun 2025, bukan untuk ajakan membeli dan menjual saham tertentu. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan investor.

Kode Broker Asing Terdaftar di OJK dan BEI: (Februari 2026)

Kode Broker Asing Terdaftar di OJK dan BEI: (Februari 2026)

broker asing di indonesia
Ilustrasi Daftar Broker Asing di Indonesia. Radit M. Pase / Mediasaham.com


Berinvestasi di pasar modal Indonesia (Bursa Efek Indonesia/BEI) kini semakin mudah diakses oleh investor, baik lokal maupun global. Namun, bagi sebagian investor, muncul pertanyaan krusial, terutama ketika melihat jejak transaksi: Apa saja Kode Broker Asing Terdaftar di OJK dan BEI yang aman dan legal digunakan?

Memilih perusahaan sekuritas yang tepat adalah langkah pertama menuju kesuksesan investasi. Kriteria utama yang wajib dipenuhi adalah legalitas. Semua perusahaan efek yang beroperasi di Indonesia, termasuk yang berafiliasi dengan entitas asing, wajib mengantongi izin dan terdaftar di Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Artikel ini akan memberikan panduan komprehensif, daftar lengkap Kode Broker Asing Terdaftar di OJK dan BEI per Februari 2026, analisis mendalam mengenai layanan yang mereka tawarkan, dan mengapa kehadiran broker asing sangat penting bagi likuiditas dan transparansi pasar modal domestik.

Aset BCA Tembus Rp1.586 Triliun, Kredit Jadi Penopang Utama

Aset BCA Tembus Rp1.586 Triliun, Kredit Jadi Penopang Utama

Aset BCA

Mediasaham.com – PT Bank Central Asia Tbk (IDX: BBCA) bersama entitas anak mencatat pertumbuhan aset konsolidasian tahun 2025. Berdasarkan laporan keuangan tahun 2025  diaudit), total aset bank swasta terbesar di Indonesia ini mencapai Rp1.586,8 triliun. Angka tersebut meningkat 9,49% dibandingkan posisi akhir 2024 yang senilai Rp1.449,3 triliun (diaudit).

I. Ringkasan Eksekutif

Total Aset Konsolidasian BCA pada akhir tahun 2025 tercatat sebesar Rp 1.586,8 triliun, meningkat sebesar Rp 137,5 triliun atau 9,49% dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp 1.449,3 triliun. Pertumbuhan ini didorong secara signifikan oleh ekspansi kredit yang diberikan dan peningkatan portofolio efek investasi.

II. Tabel Perbandingan Aset (Year-on-Year) Bank BCA

Pos Akun Aset 31 Des 2025 (Juta Rp) 31 Des 2024 (Juta Rp) Kenaikan / (Penurunan) (Rp) % Perubahan
Aset Lancar & Kas
Kas 25.305.031 29.315.878 (4.010.847) -13,68%
Giro pada Bank Indonesia 47.768.278 36.408.142 11.360.136 31,20%
Giro pada bank lain 5.331.638 4.097.199 1.234.439 30,13%
Penempatan pada BI & Bank lain 9.813.541 15.714.884 (5.901.343) -37,55%
Aset Keuangan & Investasi
Aset keuangan (FVTPL) 35.320.959 21.524.617 13.796.342 64,10%
Efek dibeli janji dijual kembali 5.285.513 1.449.562 3.835.951 264,63%
Efek untuk tujuan investasi 409.421.000 371.151.957 38.269.043 10,31%
Pinjaman (Kredit) & Pembiayaan
Kredit yang diberikan 940.481.200 868.686.210 71.794.990 8,27%
Tagihan Akseptasi 9.494.630 9.621.047 (126.417) -1,31%
Wesel tagih 11.825.095 8.891.769 2.933.326 32,99%
Piutang pembiayaan konsumen 8.953.987 9.435.564 (481.577) -5,10%
Piutang sewa pembiayaan 8.005 51.042 (43.037) -84,32%
Aset dari transaksi syariah 12.698.160 10.206.637 2.491.523 24,41%
Aset Lainnya
Biaya dibayar dimuka 1.713.699 969.926 743.773 76,68%
Pajak dibayar dimuka 77.001 1.562.175 (1.485.174) -95,07%
Aset Tetap 28.473.684 28.250.624 223.060 0,79%
Aset Takberwujud 1.778.772 1.805.639 (26.867) -1,49%
Aset Pajak Tangguhan 5.852.206 5.495.208 356.998 6,50%
Aset Lain-lain 27.226.137 24.663.248 2.562.889 10,39%
TOTAL ASET 1.586.828.536 1.449.301.328 137.527.208 9,49%

III. Analisa Kenaikan Signifikan (Top Growth Drivers)

  1. Kredit yang Diberikan (+Rp 71,79 Triliun / 8,27%)
    Ini adalah penyumbang angka kenaikan terbesar dalam neraca. Pertumbuhan kredit sebesar 8,27% menunjukkan fungsi intermediasi bank berjalan sangat baik dan adanya peningkatan permintaan kredit dari nasabah.
  2. Efek-efek untuk Tujuan Investasi (+Rp 38,27 Triliun / 10,31%)
    Bank meningkatkan penempatan dana pada surat berharga/obligasi secara signifikan. Ini mengindikasikan strategi bank untuk mengamankan yield (imbal hasil) dari dana pihak ketiga yang belum tersalurkan ke kredit.
  3. Aset Keuangan Diukur pada Nilai Wajar Melalui Laba Rugi (+Rp 13,8 Triliun / 64,10%)
    Kenaikan tajam sebesar 64% menunjukkan bank lebih agresif dalam trading surat berharga jangka pendek atau instrumen keuangan likuid lainnya untuk memaksimalkan pendapatan non-bunga.
  4. Giro pada Bank Indonesia (+Rp 11,36 Triliun / 31,20%)
    Peningkatan simpanan di BI menunjukkan likuiditas bank yang sangat melimpah, kemungkinan untuk memenuhi ketentuan GWM (Giro Wajib Minimum) seiring naiknya Dana Pihak Ketiga (DPK) atau persiapan likuiditas akhir tahun.
  5. Efek Dibeli dengan Janji Dijual Kembali / Reverse Repo (+264,63%)
    Meskipun nilainya relatif kecil dibanding total aset, kenaikan persentase sebesar 264% mengindikasikan aktivitas manajemen likuiditas jangka pendek yang sangat aktif di pasar uang antar bank pada akhir tahun 2025.

IV. Analisa Penurunan Signifikan

  1. Pajak Dibayar Dimuka (-Rp 1,48 Triliun / -95,07%)
    Penurunan drastis ini mengindikasikan bahwa saldo pajak dibayar dimuka (seperti PPh 25) telah dikreditkan atau direstitusi terhadap kewajiban pajak tahun berjalan, atau bank membayar pajak lebih mendekati realisasi beban pajak aktual.
  2. Penempatan pada Bank Indonesia & Bank Lain (-Rp 5,9 Triliun / -37,55%)
    Bank tampaknya memindahkan dana dari penempatan antar-bank (yang mungkin bunganya rendah) ke instrumen yang lebih menguntungkan seperti Aset Keuangan (FVTPL) atau Obligasi (Efek Investasi).
  3. Kas (-Rp 4,01 Triliun / -13,68%)
    Penurunan uang tunai fisik di brankas/ATM adalah hal wajar seiring dengan tren digitalisasi perbankan, di mana nasabah lebih sedikit menarik uang tunai, dan bank melakukan efisiensi pengelolaan uang tunai (cash management).
  4. Piutang Sewa Pembiayaan (-84,32%)
    Penurunan tajam dari Rp 51 Miliar menjadi hanya Rp 8 Miliar menunjukkan portofolio bisnis finance lease sedang menyusut drastis, kemungkinan karena pelunasan yang tidak diikuti dengan penyaluran pembiayaan sewa baru.

V. Kesimpulan

Secara umum, posisi keuangan BCA pada tahun 2025 menunjukkan kondisi yang sangat sehat dan ekspansif. Bank berhasil mengalihkan aset-aset likuid yang memberikan imbal hasil rendah (seperti Kas dan Penempatan Bank Lain) menjadi aset produktif (Kredit dan Surat Berharga) yang tumbuh signifikan. Penurunan pada pos pajak dibayar dimuka dan sewa pembiayaan bersifat spesifik dan tidak mengganggu stabilitas total aset yang tumbuh hampir 10%.

Laba Bersih Bank BCA Tahun 2025 Rp 57,53 triliun, Meningkat 4,93%

Laba Bersih Bank BCA Tahun 2025 Rp 57,53 triliun, Meningkat 4,93%

Logo Bank BCA


Laba bersih Bank BCA (BBCA) Tahun 2025 yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk tercatat sebesar Rp 57,53 triliun. Sejalan dengan kenaikan laba tersebut, laba bersih per saham (Earning Per Share/EPS) BBCA juga mengalami kenaikan menjadi Rp 467 per lembar saham.

Berdasarkan laporan keuangan konsolidasian auditan terbaru, laba bersih Bank BCA (BBCA) Tahun 2025 tersebut naik sebesar 4,93% dibandingkan laba bersih tahun 2024.

Bagi Anda yang baru belajar saham, angka-angka di atas bukan sekadar statistik. Laba bersih dan EPS adalah indikator utama apakah perusahaan tempat Anda menanam modal mampu mencetak keuntungan yang bertumbuh atau tidak. Mari kita bedah lebih dalam laporan keuangan BBCA per 31 Desember 2025 ini untuk melihat apakah "Raja Bank Swasta" ini masih layak disebut sebagai mesin pencetak uang yang efisien.

Nabung Saham Untung apa Rugi? Studi Kasus Nabung Saham BBRI (2022-2025) Bikin Rugi

Nabung Saham Untung apa Rugi? Studi Kasus Nabung Saham BBRI (2022-2025) Bikin Rugi

yuk nabung saham
Ilustrasi Nabung Saham di BEI. Adit Saputra / Mediasaham.com


Ringkasan

  • Metode DCA & Konsistensi: Nabung saham berfokus pada teknik Dollar Cost Averaging (DCA), yakni menyisihkan dana tetap secara rutin untuk membeli saham Blue Chip guna membangun aset produktif tanpa terpengaruh kepanikan pasar.
  • Fokus pada Akumulasi Lot: Berdasarkan studi kasus BBRI, meskipun nilai pasar berfluktuasi secara jangka pendek, disiplin menabung memungkinkan investor mengumpulkan jumlah lot yang maksimal sebagai sumber pendapatan dividen yang stabil.
  • Manajemen Risiko & Waktu: Keberhasilan investasi ini bergantung pada penggunaan "uang dingin" dan cakrawala waktu jangka panjang (3-5 tahun) untuk memanfaatkan efek bunga majemuk serta memitigasi risiko penurunan harga.

Apakah Anda ingin melawan inflasi dengan strategi yang teruji secara historis? Nabung saham adalah metode investasi dengan cara menyisihkan dana secara rutin untuk membeli saham perusahaan secara konsisten dalam jangka panjang.

Berbeda dengan tabungan bank konvensional, menabung saham memungkinkan Anda mendapatkan keuntungan dari kenaikan harga aset (capital gain) dan pembagian laba perusahaan (dividen). Dalam artikel ini, kita akan membedah strategi nabung saham berdasarkan data riil pasar periode 2022 hingga akhir 2025.

Laba Bersih Bank BRI November 2025 Anjlok Rp 4,55 Triliun

Laba Bersih Bank BRI November 2025 Anjlok Rp 4,55 Triliun

Bank BRI
Kantor Pusat Bank BRI / Dokumentasi Mediasaham.com


Mediasaham.com – Laba bersih BBRI per 31 November 2025 sebesar Rp45,44 triliun, turun sebesar 9,11% dibanding 31 November 2024.

Analisis ini mencakup Neraca (Posisi Keuangan) dan Laba Rugi, dengan fokus pada pertumbuhan aset, kualitas kredit, efisiensi, dan profitabilitas.

1. Ringkasan Kinerja Bank BRI November 2025

Secara garis besar, BRI mencatatkan pertumbuhan Aset dan Kredit yang solid (naik sekitar 7%). Namun, dari sisi profitabilitas, terjadi penurunan Laba Bersih sebesar 9,11% pada November 2025 dibandingkan tahun sebelumnya.

Penurunan laba ini terutama disebabkan oleh kenaikan beban operasional non-bunga dan pencadangan kerugian (impairment), meskipun pendapatan bunga bersih (NII) masih tumbuh positif.

Reksadana Terbaik 2026: Pilihan Investasi Cerdas dengan Risiko Rendah & Imbal Hasil Menarik

Reksadana Terbaik 2026: Pilihan Investasi Cerdas dengan Risiko Rendah & Imbal Hasil Menarik

Media saham
Ilustrasi. Seorang investor sedang membeli Reksadana dari ponsel. Radit M. Pase / Mediasaham.com

Apa Itu Reksadana dan Mengapa Populer di 2026

Reksadana adalah wadah investasi kolektif di mana dana dari banyak investor dikumpulkan dan dikelola oleh Manajer Investasi (MI) untuk dibelikan ke berbagai instrumen seperti saham, obligasi, atau pasar uang.

Tahun 2026 menjadi masa keemasan bagi reksadana di Indonesia berkat:

  • Peningkatan literasi keuangan masyarakat.

  • Kemudahan akses digital lewat aplikasi investasi.

  • Kinerja pasar modal yang stabil dan penurunan suku bunga acuan.

Dengan nominal mulai Rp10.000, siapa pun kini bisa berinvestasi tanpa perlu keahlian analisis mendalam.

Cara Investasi Saham untuk Pemula: Panduan Lengkap, Aman dan Menguntungkan di Tahun 2026

Cara Investasi Saham untuk Pemula: Panduan Lengkap, Aman dan Menguntungkan di Tahun 2026

cara investasi saham untuk pemula
Ilustrasi seorang investor sedang memasuki gedung sekuritas.


Mediasaham.com – Cara Investasi Saham untuk Pemula. Investasi saham sering kali terdengar menakutkan bagi pemula. Bayangkan saja, Anda mendengar cerita tentang orang yang bangkrut dan jatuh miskin karena saham. Sehingga hati kamu langsung ciut dan takut untuk memulai.

Namun di sisi lain, mungkin kamu juga mendengar ada yang berhasil dari investasi saham bahkan menjadi kaya dari saham. Mendengar ini, hati Anda jadi senang dan ingin tahu lebih dalam tentang cara investasi saham yang baik dan benar.

Investasi saham bukanlah main judi, seperti yang dipikirkan orang-orang. Investasi saham adalah salah satu cara cerdas untuk membangun kekayaan jangka Panjang. Yang penting Anda melakukannya dengan pengetahuan yang tepat dan benar.

Cara Investasi Saham untuk Pemula: Panduan Lengkap, Aman dan Menguntungkan di Tahun 2026


Pengertian Saham

Apa itu saham? Secara sederhana, saham adalah bukti kepemilikan yang sah sebauh perusahaan. Ketika Anda membeli saham sebuah perusahaan, seperti Astra atau Bank BCA, Anda menjadi pemilik kecil dari bisnis tersebut.

Jika perusahaan terus berkembang dan memperoleh laba tiap tahun, nilai saham Anda juga akan naik, dan Anda bisa untung. Selain itu, perusahaan yang berhasil mendapat laba tiap tahun biasanya membagikan dividen ke pemegang saham.

Mengapa saham cocok untuk pemula? Pertama, saham bisa memberikan return (keuntungan) yang lebih tinggi daripada tabungan bank seperti deposito. Di Indonesia, suku bunga tabungan deposito biasanya hanya 2-4% per tahun, sementara saham historis bisa memberikan 7-10% atau lebih dalam jangka panjang.

Kedua, dengan kemajuan teknologi saat ini, investasi saham sangat mudah dikerjakan melalui aplikasi ponsel. Anda tidak perlu modal besar; mulai dari Rp100 ribu saja sudah bisa.

Tapi, ingat, investasi saham ada risikonya. Harga saham bisa naik turun karena berbagai factor seperti ekonomi, politik, atau berita dari perusahaan itu sendiri. Namun, dengan belajar yang benar, risiko ini bisa dikelola. Baca di sini Resiko Bermain Saham Online bagi Pemula.

Artikel ini akan memandu Anda langkah demi Langkah cara investasi saham mulai dari nol. Kita akan bahas dasar-dasar, strategi, dan tips menghindari kesalahan. Tujuannya? Membuat Anda bisa lebih paham dan percaya diri untuk memulai perjalanan investasi saham Anda.

Di Indonesia, pasar saham diatur oleh Bursa Efek Indonesia (BEI). Ada 900 lebih saham yang terdaftar di BEI (bisa cek di sini daftar saham di BEI), dari perusahaan besar seperti BCA hingga perusahaan kecil. Hingga tahun 2026 ada 956 perusahaan yang sahamnya bisa Kamu pilih untuk diinvestasikan.

belajar saham pemula

Pahami Dasar-Dasar Saham Sebelum Mulai Investasi

Sebelum membeli saham pertama Anda, penting memahami fondasi. Bayangkan saham seperti potongan kue dari sebuah perusahaan. Semakin besar perusahaan, semakin banyak potongannya.

Jenis-Jenis Saham?

Ada dua jenis utama saham: saham biasa (common stock) dan saham preferen (preferred stock). Saham biasa memiliki hak suara pada rapat pemegang saham, serta berhak mendapatkan dividen saat perusaan bagi laba.

Saham Preferen (preferred stock) adalah surat berharga sebagai bukti kepemilikan atas suatu perusahaan dengan hak yang lebih tinggi atas aset dan laba perusahaan dibanding pemegang saham biasa. Saham preferen lebih stabil, prioritas dividen, tapi jarang di Indonesia baik untuk pemula.

Saham juga ada yang dibagi berdasarkan jumlah nilai perusahaan itu sendiri di BEI.

Saham Lapis 1

Saham lapis satu pada umumnya adalah saham-saham Blue Chip. Saham Blue Chip adalah perusahaan-perusahaan besar yang nilai kapitalisasinya di atas Rp 10 triliun. Perusahaan ini tergolong stabil, dan terpercaya. Harga sahamnya juga tergolong stabil dan rutin bagi dividen. Contoh: Saham Bank BRI, BCA, INDF dll. Bisa cek di sini daftar saham LQ45.

Saham Lapis 2

Saham lapis 2 adalah perusahaan menengah dengan nilai kapitalisasi berkisar dari Rp 500 miliar -  Rp 10 triliun. Harga saham lapis 2 cenderung naik dan turun.

Kinerja perusahaan saham lapis dua juga beragam, ada yang mencetak laba dan ada juga yang rugi.

Saham Lapis 3

Saham lapis 3 adalah perusahaan dengan nilai kapitalisasi pasar dibawah Rp 500 miliar. Harga saham lapis tiga biasanya lebih murah. Saham ini juga mudah dimainkan oleh bandar untuk membuat harga sahamnya naik dan turun. Sehingga berisiko tinggi dan tidak disarankan untuk pemula.

Bagaimana Pasar Saham Bekerja?

Pasar saham adalah tempat jual beli saham, seperti BEI di Jakarta. Harga saham ditentukan oleh supply and demand. Jika banyak orang ingin beli (demand tinggi), harga naik. Sebaliknya, jika banyak yang jual, harga turun.

Indeks saham seperti IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) mengukur performa keseluruhan pasar saham di BEI. Jika IHSG naik, artinya pasar sedang bagus. Bagi pemula bisa memantau nilai IHSG di Yahoo Finance atau Media TV.

Pelajari Istilah Penting Dalam Saham

Di pasar saham ada begitu banyak istilah-istilah yang digunakan. Bagi pemula wajib untuk membiasakan diri dengan istilah-istilah dalam investasi saham. Mulailah mempelajari istilah yang sering Kamu dengar. Berikut beberapa contoh istilah dalam dunia saham.

  • Dividen: Keuntungan tahunan dari perusahaan yang dibagikan ke investor.
  • Capital Gain: Untung dari selisih harga beli dan jual.
  • Capital Loss: Rugi dari selisih harga beli dan jual
  • Cuan: Seseorang yang dapat untung dari jual saham
  • IPO (Initial Public Offering): Saat perusahaan pertama kali jual saham ke publik.
  • Broker: Perusahaan yang membantu kita untuk bertransaksi jual beli saham lewat aplikasi yang disediakan oleh broker itu sendiri. Contoh Mandiri Sekuritas atau BCA Sekuritas.

Pelajari lebih banyak lagi istilah-istilah saham agar tidak bingung saat membaca berita saham. Kamu bisa cek di sini, Kamus Istilah Saham A-Z.

investasi saham
Seorang investor sedang menatap monitor pergerakan harga saham. Dokumentasi Mediasaham.com

Cara Memulai Investasi Saham

1. Tentukan Tujuan Investasi Saham Anda

Investasi saham bukan soal cepat kaya, tapi membangun masa depan keuangan yang lebih baik. Langkah pertama adalah tentukan tujuan. Tanya diri sendiri: "Saya investasi saham untuk apa tujuannya?" 

Misalnya:

  • Jangka Pendek (1-3 tahun): Beli rumah atau liburan.
  • Jangka Menengah (3-5 tahun): Pendidikan anak.
  • Jangka Panjang (5+ tahun): Pensiun. Fokus saham blue chip untuk pertumbuhan berkelanjutan.

Gunakan rumus sederhana: Hitung berapa yang dibutuhkan. Jika target Rp500 juta dalam 5 tahun ke depan dengan return 8% per tahun, maka berapa yang harus kamu investasikan setiap bulannya.

2. Evaluasi Kondisi Keuangan

Evaluasi kondisi keuangan kamu. Pastikan punya dana darurat (3-6 bulan gaji) di tabungan, lunasi utang berbunga tinggi, baru investasi. Aturan emas: Hanya investasikan uang yang siap hilang, karena saham berisiko.

Investasikan uang dingin di saham. Artinya uang tersebut menganggur dan tidak kamu gunakan dalam jangka waktu beberapa bulan ke depan. Jangan sekali-kali memakai uang kebutuhan sehari-hari.

Buat rencana: Alokasikan 10-20% pendapatan bulanan untuk investasi. Misal gaji Rp10 juta, sisihkan Rp1-2 juta. Konsistensi lebih penting daripada jumlah besar.

Dengan tujuan jelas, Anda akan lebih disiplin. Apabila tujuan kamu investasi jangka panjang, kamu bisa mencontoh Warren Buffett, investor legendaris. Mulai dari kecil dan fokus jangka panjang.

3. Tingkatkan Pengetahuanmu tentang Saham

Pengetahuan adalah senjata utama investor pemula. Jangan asal ikut tips teman, apalagi telan mentah-mentah. Belajar sendiri dari berbagai sumber jauh lebih baik dan menguntungkan.

Jangan pernah berhenti untuk terus belajar dan memperdalam pengetahuan tentang investasi saham.

Sumber Belajar Gratis

  • Dari website: Seperti BEI punya program "Sahamku" untuk pemula, lengkap dengan webinar gratis.
  • YouTube; kamu bisa belajar dari youtube dan pilih chenel yang sesuai dengan kamu. Namun jangan terjebak dengan chenel yang menjual mimpi.
  • Belajar dari buku-buku saham
  • Kamu juga bisa membaca dari portal Mediasaham ini. Kamu bisa memilih topik Belajar Saham

Sisihkan waktu untuk belajar saham. Misalnya 1-2 jam seminggu untuk belajar.

4. Analisis Saham yang Ingin Dibeli

Sebelum membeli saham, penting untuk mempelajarinya terlebih dahulu. Analisa saham yang ingin kamu beli. Mulailah dengan hal dasar seperti melihat laporan keuangan.

Belajar baca laporan keuangan: Kamu bisa memulai dengan melihat nilai sebuah saham, apakah mahal atau murah. 

Saham bisa dinilai dari rasio PER dan PVB.

PER (Price to Earnings) adalah perbandingan harga saham dengan laba per saham. PER yang bernilai 1-10 dianggab harga sahamnya lebih murah dibanding PER di atas 10.

PVB (price to book velue) adalah perbandinga harga saham dengan nilai buku. Semakin kecil nilai PVB sebuah perusahaan berarti harga sahamnya semakin murah dan sebaliknya.

5. Buka Akun di Broker Saham

Broker saham adalah perantara yang menghubungkan kita untuk bertransaksi di pasar saham Indonesia atau di Bursa Efek Indonesia. Tanpa broker saham kita tidak bisa membeli saham secara langsung.

Broker saham sering juga disebut dengan sekuritas. Pilih lah broker saham terpercaya dan sudah terdaftar resmi di OJK dan BEI. 

Kriteria singkat Memilih Broker Saham Terpercaya

  • Biaya Broker: Pilih broker saham yang memberikan potongan komisi yang rendah. Namun pada umumnya komisi broker saham berkisar 0,15-0,25%.
  • Aplikasi Saham Mudah: Pilih sekuritas yang aplikasi trading sahamnya gampang digunakna.
  • Layanan customer service 24/7
  • Deposit Kecil: Pilih broker saham yang deposit awal kecil. Beberapa sekuritas hanya mulai dari 100 ribu rupiah hingga puluhan juta rupiah. Pilih yang sesuai dengan keuangan kamu. Kalau hanya untuk belajar, pilih yang keci

Cara Membuka Akun Saham

  1. Download aplikasi saham dari sekuritas yang suda kamu pilih.
  2. Daftar dengan KTP, NPWP (opsional untuk pajak), dan email.
  3. Verifikasi via video call atau e-KTP.
  4. Transfer dana awal via bank.
  5. Akun aktif dalam 1-3 hari.

Pada saat pendaftaran, agen dari sekuritas akan membantu semua proses dari awal sampai akhir. Untuk itu pilih sekuritas yang pelayanannya bagus dan ramah. Hindari memilih broker saham yang tidak terpercaya.

6. Setor Dana Awal ke RDN (Rekening Dana Investor)

Setor dana awal kamu ke RDN. Tentukan berapa modal awal yang ingin kamu setor untuk membeli saham. Setelah itu kamu bisa mulai membeli saham.

Contoh kamu ingin membeli saham BBCA 1 lot dengan harga per lembar Rp 5000,. Minimal pembelia saham yaitu 1 lot atau 100 lembar saham.

Jadi apabila kamu ingin beli 1 lot saham BBCA, maka kamu butuh 500 ribu rupiah. Di pasar saham, harga saham sangat beragam mulai dari harga 100 rupiah sampai ratusan ribu rupiah. Bahkan yang di bawah 100 rupiah juga banyak, namun kamu perlu untuk menganalisanya dulu. Sebab harga saham di bawah 100 seringkali perusahannya rugi.

7. Pantau Saham dan Kelola Risiko

Saham tentu memiliki resiko. Saham bisa naik hitungan jam, hari, minggu. Saham juga bisa turun hitungan jam, hari dan minggu. 

Naik turunnya saham adalah hal yang wajar. Namun ada yang tidak wajar yaitu kadang saham bisa naik dan turun sampai 20%. Untuk itu perlu memahami resiko yang ada.

Penyebab saham bisa turun banyak biasanya karena datangnya info yang bersifat negatif dengan saham itu. Perusahaan tersebut rugi dan lain sebagainya. Bisa juga disebabkan oleh kondisi ekonomi nasioanl dan dunia. Seperti contoh saat pandemi covid.

Hindari Kesalahan Umum Para Pemula

Berikut beberapa kesalahan umum yang dilakukan para pemula dalam berinvestasi saham:
1. Tidak punya tujuan investasi
2. Beli karena ikut-ikutan atau FOMO
3. Panik saat harga naik dan turun
4. Asal beli, tidak melakukan analisis
5. Memakai uang sehari-hari atau uang keperluan dapur, sekolah, kuliah dll
6. Mekakai uang pinjaman atau mengutang
7. Tidak sabaran dan ingin cepat kaya


Kesimpulan

Investasi saham adalah langkah cerdas untuk membangun kekayaan jangka panjang, bukan jalan pintas untuk cepat kaya. Bagi pemula, memahami cara investasi saham untuk pemula sangat penting agar tidak salah langkah. Dengan pengetahuan yang benar, disiplin, dan strategi yang tepat, siapa pun bisa mulai investasi saham dengan modal kecil.

Sebelum memulai, penting untuk menetapkan tujuan investasi, memahami risiko, serta mempelajari dasar-dasar analisis saham agar tidak salah dalam memilih saham. Mulailah dari modal kecil  untuk belajar dan gunakan uang dingin (nganggur).

Kunci sukses dalam investasi saham jangka panjang adalah belajar terus, disiplin, dan sabar menghadapi fluktuasi pasar. Dengan konsistensi dan pengetahuan yang cukup, investasi saham bisa menjadi jalan menuju kebebasan finansial dan masa depan yang lebih aman.

91 Daftar Saham Sektor Energi di BEI (Update 2026)

91 Daftar Saham Sektor Energi di BEI (Update 2026)

daftar saham sektor energi
Proyek pertambangan salah satu sektor energi. Dokumentasi Mediasaham.com

Saham sektor energi di Indonesia terdiri dari berbagai perusahaan yang mencakup kegiatan dari hulu hingga hilir. Mulai dari bidang pertambangan batu bara, minyak, dan gas, termasuk eksplorasi, produksi, hingga distribusinya.

Selain produsen itu, ada juga perusahaan jasa penunjang seperti transportasi, logistik, dan penyedia peralatan pertambangan maupun migas.

Sementara itu, di energi terbarukan, perusahaan fokus pada pembangkit listrik ramah lingkungan, produksi biofuel, serta komponen energi baru seperti panel surya dan turbin.

Perusahaan sektor energi memegang peran vital dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia. sektor ini juga menjadi salah satu kontributor utama terhadap penerimaan negara melalui ekspor dan investasi. Di Bursa Efek Indonesia (BEI), terdapat puluhan perusahaan energi yang sahamnya aktif diperdagangkan, mulai dari perusahaan tambang batu bara, minyak dan gas, hingga penyedia jasa pendukung energi.

Saham sektor energi apa saja?

Berdasarkan data terbaru di Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga tahun 2026, terdapat 91 saham sektor energi yang tercatat di BEI. Jumlah tersebut terbagi dalam tiga papan pencatatan:

  1. Papan Utama: 49 saham
  2. Papan Pengembangan: 27 saham
  3. Papan Pemantauan Khusus: 15 saham

Papan Utama umumnya diisi oleh perusahaan dengan kapitalisasi besar, kinerja keuangan solid, serta tata kelola yang baik. Sementara itu, Papan Pengembangan menjadi wadah bagi perusahaan yang masih dalam tahap pertumbuhan.

Baca: 7 Aplikasi Trading Saham Terbaik

Saham sektor energi yang berada di Papan Pemantauan Khusus diperuntukkan bagi emiten yang menghadapi masalah tertentu, baik dari sisi operasional maupun regulasi yang belum terpenuhi dai BEI.

Baca: Cara Karyawan Punya Penghasilan Passive Income tanpa Keluar Kerja, Gaji Tetap tapi Aset Terus Bertumbuh

Berita Terbaru

    Laporan Keuangan

      Dividen Saham