Investor Pemula? Cari Tahu Istilah Window Dressing Dalam Dunia Saham

  • Share
Apa itu window dressing saham

Memahami istilah window dressing adalah kewajiban bagi setiap pemula yang ingin serius dalam dunia investasi. Karena dari sinilah Anda dapat mengenal saham-saham yang akan dipinang.

Biasanya para investor akan mulai memantau musim window dressing yang diberikan para emiten atau perusahaan yang menjual saham. 

Bagi Anda yang belum familiar, berikut akan dijawab dalam ulasan mengenai apa itu window dressing saham agar tidak salah menjatuhkan pilihan. Tidak hanya soal definisi tetapi juga membahas kapan fenomena ini terjadi, contoh-contoh hingga tips membeli saham saat window dressing.

Definisi Window Dressing

Istilah ini merupakan suatu kondisi di mana harga saham di BEI (Bursa Efek Indonesia) cenderung naik menjelang pergantian tahun. Saham-saham yang mengalami kenaikan tersebut akan dilaporkan dalam bagian portofolio atau laporan keuangan.

Jadi, window dressing laporan keuangan adalah sebuah strategi “mempercantik” portofolio sebelum dipresentasikan kepada para calon pemegang saham. Fenomena ini bagaikan sebuah rapor yang menampilkan catatan positif.

Menonjolkan citra yang baik melalui window dressing ini tentu saja akan berpengaruh pada arus pembelian saham. Semakin bagus maka semakin banyak pula investor yang tertarik untuk membeli dan memanfaatkan instrumen saham yang ditawarkan.

Kapan Window Dressing Terjadi

Cara mendeteksi window dressing dapat dilihat dari dua kategori waktu. Pertama adalah di tiap kuartal. Para emiten akan menyetorkan laporan keuangan mereka setiap tiga bulan sekali.

Kemudian yang kedua terjadi pada saat akhir tahun. Lebih tepatnya bulan Desember yang mana biasanya laporan terbuka di bursa saham mulai dilakukan. Namun hal tersebut juga tergantung pada kondisi perusahaan.

Selain dari dua momen tersebut, window dressing juga dapat terdeteksi dari kenaikan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan) yang memengaruhi harga saham lain. Berdasarkan catatan historisnya, fase uptrend IHSG selalu terjadi di akhir tahun dengan persentase yang bervariasi. 

Selanjutnya manajer investasi akan membeli saham-saham unggulan yang memengaruhi pergerakan IHSG. Akibatnya, permintaan ini akan naik dan perusahaan berhasil mengumpulkan dana awal yang cukup banyak.

Contoh Window Dressing

Telah diatur beberapa contoh window dressing yang akan mempercantik portofolio. Hal ini ditentukan tak lain untuk mempertegas strategi tanpa ketahuan sedang berupaya menarik investor.

Laporan Akhir Tahun

Salah satu contoh window dressing kebanyakan diterapkan pada laporan akhir tahun. Memoles bagian ini adalah salah satu aksi terbaik untuk meyakinkan investor. 

Menunda Membayar Kewajiban

Kewajiban yang dimaksud salah satunya adalah tagihan investor. Cara ini dilakukan beberapa emiten untuk meminimalisir pengeluaran periode tertentu. Namun supaya laporan tetap terlihat baik tanpa ada kesan merugi, pembayaran tagihan tetap dimasukkan dalam periode berikutnya.

Selain membayar tagihan, pembagian keuntungan juga ditunda khususnya pada akhir tahun demi tampilan saldo portofolio yang lebih tinggi.

Menjadikan Piutang sebagai Pendapatan

Tidak hanya pembagian keuntungan, piutang juga kerap “dipercantik” yaitu dengan memasukkannya ke dalam kolom pendapatan.

Memotong Harga Saham

Window dressing juga diterapkan pada penurunan harga saham. Diskon ini diberikan untuk menarik banyak pembeli saham sehingga mendapatkan kumpulan dana awal yang tinggi.

Tips Beli Saham Saat Window Dressing Agar Cuan

Setelah memahami apa itu window dressing saham beserta contohnya, simak tips berikut untuk mengatasi window dressing di penghujung tahun mendatang. Berikut cara mengatasi window dressing supaya tidak salah dalam memilih saham yang berpeluang cuan.

  1. Pilihlah saham yang berpengaruh pada indeks. Biasanya emiten ini merupakan bluechips atau perusahaan berkapitasisasi besar.
  2. Pertimbangkan faktor fundamental saham yang akan dibeli. Saham dengan kriteria tersebut biasanya memiliki daya tahan yang kuat terhadap koreksi.
  3. Lakukan analisis teknikal dengan memperhatikan pergerakan saham secara berkala. Cari yang paling baik, yaitu yang kondisinya yang terus mencuat naik.

Biasanya setelah mengetahui window dressing muncul pertanyaan dalam benak investor pemula, apakah window dressing diperbolehkan?

Dampak negatif window dressing memang dapat menurunkan kepercayaan investor. Namun di lain sisi, hal tersebut perlu dilakukan agar mudah mencapai target dan juga demi nama baik perusahaan itu sendiri. Dengan meningkatnya daya beli saham, maka akan berpengaruh baik terhadap pendapatan. Kerugian pun jadi bisa diminimalisir. 

Selain teknik manipulasi window dressing, cari tahu beberapa informasi trading saham lainnya dengan mengikuti materi belajar saham gratis ini.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.