Penyebab Bangkrut Karena Trading Saham

  • Share
Bangkrut karena trading

Bangkrut karena trading merupakan hal yang paling ditakutkan dalam dunia investasi khususnya untuk pemula. Tidak sedikit trader yang berakhir menjadi gila karena saham, dan yang paling parah berujung kematian.

Hal tersebut membuat saham dipandang negatif oleh sebagian orang. Padahal, ada banyak orang-orang yang berhasil mengandalkan hidup dari saham, tentunya dengan dukungan pengalaman dan wawasan.

Sebenarnya, prinsip trading sama saja dengan orang yang berbisnis biasa, hanya saja berbeda komoditas. Beberapa trik juga dibutuhkan untuk meminimalisir hal-hal yang tidak diinginkan. Nah, karena kurangnya pemahaman akan hal tersebut, akhirnya banyak orang miskin karena saham.

Untuk mengantisipasi kemungkinan buruk tersebut, pahami dulu penyebab bangkrut trading saham.

5 Penyebab Bangkrut Trading Saham

Ada beberapa faktor krusial yang dapat menyebabkan seorang terjebak dalam jurang kebangkrutan akibat saham, dan berikut ini adalah faktor yang paling umum terjadi.

Faktor Psikologis

Ini merupakan hal utama yang harus diketahui investor pemula. Jangan landasi pengelolaan saham Anda berdasarkan “katanya”. Saham hasil “kata orang”, apalagi ditambah dengan kurangnya penguasaan sistem saham, maka dipastikan cepat atau lambat Anda akan merugi.

Faktor psikologis lainnya yang menyebabkan bangkrut trading adalah rasa takut dan serakah. Jangan mudah tersulut ketika seorang teman mengatakan saham tertentu akan naik, kemudian Anda langsung membelinya karena takut kehilangan kesempatan profit besar. Kendalikan sifat tamak ingin mendapatkan keuntungan besar dalam waktu cepat.

Perkuat kesabar an Anda untuk menunggu modal saham kembali. Tidak ada yang namanya kaya mendadak karena saham kecuali trader tersebut cukup baik dalam mengendalikan dirinya. Contohnya, tidak mudah tergiur dengan iming-iming trader lain, tidak terburu-buru ingin cepat balik modal, dan tidak mau cutloss.

Buruknya Manajemen Keuangan

Kesalahan paling buruk yang dilakukan seorang trader adalah menaruh semua uangnya dalam satu tempat yang sama.

Alangkah baiknya jika Anda tidak menjadikan saham sebagai satu-satunya simpanan Anda, atau menyimpan modal investasi hanya untuk satu emiten saham. Karena itulah penting untuk memahami cara mengelola keuangan sebelum Anda berinvestasi.

Manajemen uang lainnya yang bisa membuat pemain saham bangkrut yaitu membeli saham dengan uang hutang. Para analis pun sangat menghimbau Anda untuk menjauhi cara tersebut.

Perlu Anda ketahui, saham merupakan jenis investasi jangka panjang. Karena itulah sifatnya fluktuatif, menguntungkan sewaktu-waktu, dan bisa menyebabkan kebangkrutan jika salah mengambil langkah. Jadi, investor tidak bisa memprediksi kapan modal akan 100% kembali. Sedangkan tempo pembayaran hutang terus berjalan, belum lagi tambahan bunga bank.

Tergiur Saham Gorengan

Bankrut karena trading juga bisa diawali oleh sikap yang mudah tergiur saham gorengan. Saham yang dimaksud adalah emiten yang menjanjikan keuntungan cepat. Biasanya tipe saham seperti ini akan membuat trader yang minim pengetahuan mudah terjebak dan mengalami kerugian besar. Oleh sebab itu, pondasi mental harus kuat sebelum Anda memutuskan untuk bermain saham.

Investor bermental “ingin untung cepat” cenderung menomorduakan catatan kinerja perusahaan. Tidak juga memperhatikan apakah manajemen perusahaan profesional atau tidak, serta tidak berpikir jauh soal prospek perusahaan dalam 5 atau 10 tahun mendatang.

Niat awal membeli saham gorengan demi iming-iming untung cepat, malah menjadi buntung. 

Bertahan pada Analisa yang Dilakukan

Maksud dalam poin ini adalah trader saham tidak konsisten atas teknik analisisnya. Semisal, pada awalnya investor tersebut menggunakan analisis teknikal dengan harapan mendapat return cepat. Kemudian, di tengah perjalanan harganya turun dan langsung menjualnya dengan harga rendah.

Ketidak konsistenan ini juga kerap terjadi pada pengguna analisa fundamental. Akibat tidak bisa menahan diri, cutloss pun tak terhindarkan. Padahal, prediksi return saham menggunakan cara tersebut sangat tinggi.

Setinggi apa pun prospek analisa saham yang dilakukan, jika investor tersebut tidak konsisten maka rencana awal akan sia-sia. Kebiasaan ini akan menjadikan Anda sebagai korban main saham yang berujung pada kebangkrutan.

Kurangnya Wawasan Tentang Saham

Penyebab terakhir yang membuat banyak investor bangkrut karena trading yaitu, tidak memiliki wawasan yang memadai. Hal ini akan semakin diperburuk dengan keinginan mendapat keuntungan banyak dalam waktu cepat.

Trader dengan mental seperti itu akan mudah dibujuk oleh sales broker yang mungkin akan mengarahkan pemain pada cara trading yang salah.

Padahal untuk melakukan trading dibutuhkan perencanaan yang tepat. Salah satunya dengan  belajar saham online.

Jadi sebenarnya yang menyebabkan main saham bikin bangkrut adalah beberapa penyebab di atas tadi. Tetap perkaya diri Anda dengan wawasan tentang dunia saham dan tidak menyepelekan pengelaman rugi saham orang lain untuk menghindari kebangkrutan berinvestasi trading.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.