Begini Cara Menghitung IHSG

  • Share
cara menghitung ihsg

IHSG, kepanjangan dari Indeks Harga Saham Gabungan kini bukan lagi menjadi istilah asing, khususnya dalam dunia pasar modal. Di mana IHSG dapat membantu Anda sebagai pemodal dalam menentukan langkah investasi. Salah satunya dengan cara menghitung IHSG sebelum mengambil keputusan jual beli.

Dengan memahami perhitungan tersebut, Anda akan mengetahui dari mana pergerakan IHSG berasal. Yang mana investor pemula biasanya lebih bergantung pada data yang diberikan dari para analis profesional. Namun bagi investor yang sudah profesional dan berpengalaman, tentu Anda bisa mengkalkulasinya sendiri. 

Lantas bagaimana cara menghitung IHSG secara benar? Simak jawabannya melalui ulasan di bawah.

Cara Menghitung IHSG

Dalam penghitungan bobot tiap saham dalam IHSG dibagi ke beberapa cara, yakni yang berdasarkan nilai, indeks tidak tertimbang, harga, simple average, dan weight average. Berikut pejelasan selengkapnya.

  • Metode Berdasarkan Nilai

Penghitungan yang pertama ini telah banyak digunakan oleh saham dengan kapitalisasi besar sebagai penentu fluktuasi indeks saham yang salah satunya adalah IHSG.

Maksud dari penghitungan berdasarkan nilai yakni, saat indeks berubah yang dilihat adalah nilainya. Semisal, IHSG mengalami kenaikan 7% di periode tertentu dari 5.000 ke 5.500. Dari nilai ini tercermin bahwa kapitalisasi pasar BEI naik sebesar 7%, bukan kenaikan harga saham rata-ratanya.

Contoh lain misalnya, sebuah indeks ditentukan oleh pergerakan harga saham A 40%, B 20%, C 30%, dan D 10%. Semisal, saham A menguat 10% maka indeks akan naik 4% dari hasil perhitungan 10% x 40%. Jika D yang naik 10% maka nilainya hanya 1% saja.

  • Metode Indeks Tak Berimbang 

Metode selanjutnya didasarkan pada indeks tak berimbang. Karena memberi bobot sama pada semua saham tanpa melihat harga, penghitungan ini jarang digunakan. Sangat berbeda dengan cara sebelumnya yang menitikberatkan pada kapitalisasi pasar.

Misalnya dalam indeks terdapat saham bernilai Rp 50. Berdasarkan metode ini, saham tersebut sama dengan saham yang senilai Rp 200. Jadi, ketika mengalami perubahan 10%, pergerakannya tetap sama yakni 2,5%.

  • Metode Berdasarkan Harga

Berbeda dengan cara sebelumnya, cara menghitung IHSG berikut ini didasarkan pada harga paling populer. Dengan kata lain, saham dengan harga paling tinggi memiliki pengaruh lebih besar dalam penentuan indeks.

Sebagai contoh, dalam IHSG terdapat 4 saham yaitu A, B, C, dan D. Bobot saham A 10% (50/500), B 20% (100/500), C 30% (150/500), dan D 40% (200/500). Kemudian saham A melonjak naik 10% dan saham lainnya tetap. Namun dalam indeks tampil hanya 1% saja dari hasil kalkulasi 10% x 10%. 

Apabila kenaikan tersebut terjadi pada saham D maka nilainya jadi lebih besar dengan perhitungan 10% x 40% menjadi 4%. 

  • Metode Simple Average

Metode selanjutnya yang digunakan untuk menghitung indeks IHSG adalah simple average, sebuah cara menghitung IHSG bulanan berdasarkan jumlah saham yang tercatat dalam suatu waktu tertentu. Selain IHSG, Dow Jones juga menggunakan cara ini untuk menghitung indeks. Rumusnya yakni:

Indeks IHSG = ∑ P : Nd

Dari formula di atas memiliki keterangan sebagai berikut:

  • ∑ P adalah jumlah harga saham
  • Nd adalah nilai dasar yang berasal dari jumlah saham yang tercatat dalam suatu periode waktu tertentu.
  • Metode Weight Average

Terakhir adalah penghitungan IHSG dengan metode weight average yang dilakukan setiap hari. Berikut formulanya:

Indeks IHSG =  ∑ (P x Q) : Nd x 100

Rumus tersebut mengandung keterangan:

  • P adalah harga saham di pasar regular
  • Q adalah jumlah masing-masing saham
  • Nd adalah nilai dasar yang disesuaikan dengan jumlah saham yang tercatat dalam suatu waktu. Nilai ini dapat berubah apabila terjadi korporasi yang menyebabkan jumlah saham bertambah atau berkurang.

Cara menghitung IHSG harian tersebut dihasilkan dari penjumlahan kapitalisasi pasar, kemudian dibagi dengan nilai dasar dan dikali 100.

Demikian ulasan tentang cara menghitung IHSG untuk mengetahui pergerakan harga saham. Cara ini dapat membantu Anda dalam menentukan keputusan sebelum bertransaksi saham, namun jangan lupa untuk melakukan analisa fundamental terlebih dahulu. Sebab, dari hasil analisa fundamental-lah sebagian besar keputusan bisa diambil.

Terus tingkatkan pengetahuan Anda sebanyak mungkin tentang pergerakan IHSG dengan mengikuti kelas saham online terbaik. Bukan hanya informasi terkait indeks IHSG saja tetapi juga banyak tersedia materi penting lainnya seputar investasi saham.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.