6 Indikator Teknikal Terbaik Untuk Trading Saham

  • Share
kombinasi indikator teknikal terbaik

Indikator teknikal sangat berpengaruh dalam trading saham. Karena cukup membingungkan untuk pemula, tak jarang pertanyaan seperti ini muncul: kombinasi indikator teknikal terbaik apa supaya cepat cuan?

Mengingat trading adalah lahan cuan penuh risiko, hal tersebut sangat wajar dipertanyakan apalagi jika Anda merupakan seorang trader pemula yang masih berproses menemukan kombinasi indikator teknikal terbaik. Berikut akan dijelaskan beberapa yang direkomendasikan.

6 Indikator Teknikal Terbaik Untuk Trading Saham

Pilihan di bawah ini tidak harus digunakan semua tetapi pilih yang paling cocok dengan metode trading dan juga strategi investasi Anda.

  • Moving Averages

MA merupakan indikator sinyal saham terbaik yang sampai saat ini masih banyak digunakan. Untuk menebak pergerakan harga ke depan, MA mengunakan data historis dalam kurun waktu tertentu. Mulai dari 20 hari hingga 200 hari terakhir.

Harga rata-rata didapat dari nilai tertinggi dan terendah dari harga pembukaan dan penutupan. Apabila berada di bawah garis MA maka harga terindikasi turun. Sebaliknya, jika berada di atasnya maka dapat dikatakan naik.

MA lebih cocok digunakan untuk investasi jangka panjang karena bersifat Lagging Indicator. Untuk kombinasi yang paling populer digunakan hingga saat ini yaitu 20-Day Moving Average dan 5-Day Moving Average.

  • MACD

Rekomendasi indikator terbaik dengan peluang cuan lainnya adalah MACD (Moving Averages Convergence Divergence). Ini sangat cocok digunakan untuk indikator trading saham harian

Cara membaca tren baru MACD adalah ketika MA berada dalam tempo waktu yang singkat bersamaan dengan MA yang lambat.

Bukan hanya dari persilangan saja, dalam memahami tren MACD diperlukan histogram. Jika persilangan diikuti dengan histogram maka akan menimbulkan indikasi tren yang kuat. Semisal, persilangan MA cepat ke arah atas berarti uptren, sebaliknya downtrend jika mengarah ke bawah.

  • Candlestick PTC

Analisis teknikal ini merupakan penemuan yang paling akurat dalam mendeteksi kapan akan market akan berbalik arah. Tak jarang banyak juga investor pemula yang menggunakannya. Sayangnya, kebanyakan masih terpaku pada pola-pola Candlestick. Padahal, hal tersebut justru merupakan kesalahan yang paling fatal.

Nah, yang perlu diperhatikan adalah kapan dan di mana pola tersebut muncul. Karena tidak semua Hammer dan Hanging Man merupakan sinyal Beli, serta tidak semua Shooting Star dan Inverted Hammer menggambarkan sinyal jual.

  • Stochastic

Rekomendasi indikator teknikal untuk dikombinasi adalah Stochastic. Indikator ini adalah yang paling akurat terutama untuk investasi jangka pendek. Selain itu, Stochastic juga bagus digunakan untuk Swing Trading.

Cara kerjanya dilihat dari pengukuran rentang harga rata-rata dari yang tertinggi hingga yang terendah, kemudian dibandingkan dengan harga penutupan terakhir. Lalu, angka dan garis akan muncul sebagai hasil.

Untuk membantu Anda menentukan momentum jual dan beli, Stochastic menggunakan parameter osilator. Selanjutnya tinggal mengonfirmasi dengan melihat area overbought dan oversold.

  • Relative Strength Index

Indikator saham terbaik lainnya jatuh pada pilihan RSI (Relative Strength Index). Metode ini dapat membantu Anda menentukan momentum jual dan beli melalui pengukuran kekuatan relative harga saham. Sangat cocok untuk penggunaan trader jangka panjang maupun menengah. Kuncinya adalah, masuk ke pasar saat harga turun, dan tarik profit ketika harga naik. 

Dalam menentukan momentum harga, RSI sama seperti Stochastic yang menggunakan parameter osilator. Nilai tersebut terlihat di area kurva. Beli ketika nilai RSI berada di area oversold di bawah 30, dan saat masuk kurva overbrought di atas 70.

  • Support/Resistance Level

Sebenarnya ini bukan termasuk indikator, namun jika digabungkan dengan metode lain maka akan menghasilkan kombinasi indikator teknikal terbaik

Sangat disayangkan jika seorang trader atau investor saham tidak mengerti Support/Resistance Level, karena metode teknikal saham ini merupakan yang paling kuat. Hal ini disebabkan oleh kombinasi tadi. Di mana beberapa indikator sebelumnya dapat digabungkan dengan metode teknikal saham ini. 

Begitulah cara paling tepat menemukan kombinasi yang paling akurat. Dengan kata lain, penggabungan indikator lain dengan Support/Resistance Level akan menghasilkan indikator trading paling akurat.

Anda tidak perlu pusing menguasai semua indikator yang telah direkomendasikan di atas. Cukup fokus pada dua indikator adalah rahasia profit konsisten. Dan jangan lupa perbanyak wawasan saham melalui situs belajar saham terbaik.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.