Istilah yang Sering Muncul dalam Proses Mencatat Peredaran Saham Emiten 

  • Share
mencatat peredaran saham emiten

Mencatat peredaran saham emiten merupakan salah satu mekanisme yang ada pada pasar modal. Mengingat pasar ini bersifat dinamis maka proses pencatatan tersebut akan selalu dipenuhi dengan berbagai hal yang menjadi pelengkapnya. Dalam hal ini bursa efek Indonesia atau BEI tetap menjadi pusat dalam sistematikanya.

Beberapa efek perusahaan yang sudah memenuhi persyaratan yang dikeluarkan langsung oleh BEI dapat dicatat pada pasar bursa. Tak hanya itu saja, perusahaan yang sudah tercatat sudah bisa dihapus bahkan kembali dicatat berdasarkan aturan yang berlaku. Hal ini perlu dipahami dengan baik terutama bagi Anda yang memiliki saham.

Proses pencatatan tersebut sering dipelajari dalam beberapa kursus saham online dan selalu digunakan dalam sistem yang berjalan. Bahkan tak hanya itu saja namun masih banyak beberapa istilah penting dalam mekanisme yang akan selalu dijalankan tersebut. Tak hanya pencatatan namun ada beberapa hal lain yang akan berlaku dalam prosesnya.

  1. Listing

Istilah yang pertama yaitu listing yang merupakan proses pencatatan saham dari sebuah perusahaan pada BEI. Hal ini merupakan istilah yang paling utama karena nantinya memunculkan istilah lain sebagai mekanisme pelengkapnya.

Proses pencatatan ini perlu dilakukan untuk membantu Anda agar bisa melakukan transaksi jual beli efek dari perusahaan tersebut. Hal ini sangat menentukan keberhasilan Anda dalam dunia saham atau efek yang ingin dijalankan.

  1. Delisting

Istilah berikutnya yang juga sering ada dalam proses pencatatan saham emiten ialah delisting. Delisting ialah kebalikan dari istilah sebelumnya sehingga dapat diartikan sebagai proses penghapusan pencatatan efek oleh perusahaan yang yang telah listing pada BEI. Saham yang sudah diperdagangkan pada pasar bursa akan dihapus.

Perusahaan yang dihapus tersebut sebelumnya sudah terdaftar pada perusahaan publik sebagai emiten. Dalam hal ini investor tidak akan bisa melakukan transaksi jual beli saham pada pasar modal. Penghapusan tersebut bisa terjadi karena beberapa kondisi tertentu yang mengharuskan pencatatannya dihapus.

  1. Voluntary Delisting

Istilah selanjutnya yang sering muncul dinamakan dengan voluntary delisting. Istilah ini akan dilakukan oleh perusahaan karena alasan tertentu. Pada kondisi ini sebuah perusahaan akan menghapuskan efeknya pada pencatatan emiten saham secara sukarela. Hal ini tetap bergantung pada kondisi tertentu dan tidak dilakukan secara sembarangan.

Pencatatan atau listing terhadap saham yang sudah dilakukan bisa dihapus secara sukarela setelah mengalami bangkrut, berhenti operasi, atau jika terjadi merger dan menjadi perusahaan tertutup. Hal ini dilakukan dengan kesepakatan internal dari perusahaan tersebut untuk melakukan penghapusan efek pada pasar modal.

  1. Forced Delisting

Istilah ini dapat diartikan sebagai proses penghapusan efek secara paksa yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan atau atas permohonan BEI. Hal ini hampir sama dengan istilah voluntary delisting namun pihak yang melakukannya cukup berbeda. Voluntary delisting dilakukan oleh pihak perusahaan sementara force delisting dilakukan oleh pihak BEI.

Setelah mencatat peredaran saham emiten dari perusahaan tersebut maka otoritas juga dapat menghapus efek perusahaan tersebut dikarenakan beberapa hal. Hal tersebut bisa berkaitan dengan kinerja perusahaan serta pelanggaran terhadap aturan yang ditetapkan BEI. Jika perusahaan pailit atau tidak menyampaikan laporan keuangan maka istilah ini juga akan diberlakukan.

  1. Relisting

Istilah selanjutnya yang juga sering muncul dinamakan dengan relisting atau pencatatan kembali. Hal ini merupakan proses pencatatan atau pencantuman kembali sebuah efek terhadap daftar efek yang tercatat. Artinya efek yang sudah dihapus pencatatannya pada masa atau sudah mengalami delisting dapat dicatat kembali.

BEI akan kembali mencatat peredaran saham emiten dari perusahaan yang sudah mengalami delisting karena situasi tertentu. Jika perusahaan tersebut kembali memenuhi aturan dan mekanisme yang berlaku maka BEI berhak mencatat kembali efek perusahaan dengan aturan tertentu. Situasi ini bisa menjadi kabar baik tersendiri bagi beberapa efek perusahaan.

Itulah beberapa istilah yang sering muncul dalam proses pencatatan saham berdasarkan aturan yang berlaku. Masing-masing istilah tersebut akan selalu terjadi dalam proses pencatatan tersebut sehingga tidak dapat dihindari. Setelah mencatat peredaran saham emiten maka Anda juga perlu memahami istilah tersebut agar bisa menghadapi situasi tertentu dengan bijak.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.