Ini Dia Cara Membaca Candlestick Agar Profit dalam Trading 

  • Share
cara membaca candlestick agar profit

Analisis chart candlestick merupakan salah satu poin penting dalam dunia trading. Para trader harus mengetahui cara membaca candlestick agar profit atau mendapatkan keuntungan. Bahkan bagi pemula hal ini sangat disarankan untuk segera dipelajari. Meskipun terlihat rumit namun tetap saja hal ini harus dipelajari dengan baik dan tuntas.

Chart ini merupakan jenis chart yang terlengkap karena menunjukkan poin-poin harga yang bersifat krusial meliputi high, low, open dan juga close. Bagian tersebut digunakan untuk melacak harga transaksi pada setiap pasar finansial mulai dari Forex hingga obligasi pemerintah dan bisa digunakan oleh trader lokal maupun internasional. Beberapa artikel investasi saham juga sering menyorot informasi yang ada dalam chart ini.

Chart tersebut juga menjadi salah satu yang paling populer dan umum digunakan untuk bisa mempresentasikan harga. Istilah ini sering disebut juga dengan candlestick Jepang karena chart tersebut pertama kali digunakan di negara Jepang di abad ke-18.

Cara Membaca Candlestick

Pada saat ini terdapat berbagai simbol yang perlu Anda pahami dengan jelas. Simbol tersebut memang terkesan rumit namun jika sudah dipahami dengan baik hal tersebut tidak akan terlalu sulit dimengerti. Cara membaca candlestick agar mendapat keuntungan bisa dilakukan dalam kondisi bearish atau turun serta bullish atau naik.

  1. Kondisi Bearish

Dalam periode 1 hari dapat diartikan candle membutuhkan waktu 1 hari untuk terbentuk. Pasangan mata uang yang dapat dipilih yaitu EUR/USD. Untuk kondisi ini maka akan menunjukkan warna merah atau oranye. Hal ini berarti dalam 1 hari harga EUR/USD dinyatakan turun karena lebih banyak penjual daripada pembeli sepanjang hari tersebut.

Pada penutupan hari tersebut harganya akan lebih rendah dibandingkan saat pembukaan. sepanjang hari tersebut dapat diperoleh harga yang paling tinggi yang didorong oleh para pembeli pada EUR/USD dengan nilai tertentu. Harga yang paling rendah juga didorong oleh para penjual pada pasangan mata uang tersebut.

Membaca candlestick yang tepat bisa membantu Anda dalam memperoleh profit atau keuntungan. Perlu diingat bahwa candle ini hanya akan menunjukkan harga OHLC atau open, high, low dan close pada hari tersebut. Jika ingin melihat pergerakan harga yang lebih detail maka Anda bisa memilih frame waktu yang lebih rendah.

  1. Kondisi Bullish

Selanjutnya untuk membaca candle tersebut Anda juga perlu mempelajari untuk kondisi Bullish. Periodenya dapat berlaku untuk 1 jam yang berarti candlestick membutuhkan waktu 1 jam untuk bisa terbentuk. Contoh asetnya sama dengan kondisi sebelumnya yakni menggunakan pasangan mata uang EUR/USD.

Anda hanya perlu melihat kebalikan dari kondisi sebelumnya karena secara pengertian komisi keduanya sangat bertolak belakang. Sehingga cara membaca candlestick agar profit dalam kondisi tersebut juga untuk saling bertolak belakang. Anda bisa memahaminya dengan baik dengan terus mempraktekkannya sesuai kondisi yang ada.

Selain harus pandai membaca candlestick sesuai kondisinya Anda juga bisa mempelajari beberapa hal penting yang ada dalam istilah ini. Untuk melengkapi pengetahuan Anda dan membantu pemahaman terhadap candlestick terdapat beberapa hal yang bisa Anda pelajari.

  • Body atau Badan

Bagian ini merupakan bagian yang utama yang akan menunjukkan warna tertentu sesuai kondisinya. Bagian ini juga dapat menunjukkan harga-harga pembukaan maupun penutupan untuk sebuah aset saham. Hal ini menjadi bagian tertentu yang perlu Anda kenali dalam membaca candlestick yang tepat.

  • Wick atau Shadow

Bagian ini merupakan ekor atau sumbu yang berupa garis tipis yang terletak di atas maupun di bawah. Titik paling tinggi akan menunjukkan harga transaksi tertinggi selama periode waktu yang berjalan. Begitupun sebaliknya untuk sumbu yang paling rendah dan berada di bagian bawah akan menunjukkan harga transaksi yang paling rendah selama periode tersebut.

  • Warna

Bagian ini juga tak kalah penting dengan beberapa bagian sebelumnya karena akan menunjukkan arah dari adanya perubahan harga. Periksa warna yang muncul untuk memeriksa kenaikan atau penurunan harga.

Hijau atau putih akan mengindikasikan harga saham ditutup lebih tinggi daripada harga pembukaan. Sementara jika warna merah atau hitam maka mengindikasikan harga penutupan lebih rendah dibandingkan dengan harga pembukaan yang menandakan harganya jatuh.

Itulah penjelasan mengenai cara membaca candlestick agar profit beserta beberapa hal yang perlu Anda pelajari. Anda bisa mempelajari dan memahaminya dengan baik untuk selanjutnya mendapatkan keuntungan yang menjanjikan dalam dunia trading.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.