Penjelasan Instrumen Saham Syariah dan Perkembangannya di Indonesia 

  • Share
Instrumen saham syariah dan perkembangan di Indonesia

Saham syariah merupakan saham yang belakangan populer di tengah masyarakat. Instrumen saham syariah dan perkembangan di Indonesia cukup panjang. Jangan khawatir, saham ini sudah termasuk dalam peraturan perundang-undangan dan peraturan OJK.

Menurut Bursa Efek Jakarta, saham syariah merupakan efek yang bentuknya saham, namun tidak melanggar prinsip syariat dan pasar modal. Konsep saham ini dalam Islam mirip dengan konsep serikat dagang atau syirkah.

Anda yang ingin terjun di bidang tersebut, berikut penjelasan lebih lengkap mengenai saham syariat. Dengan memahami konsep saham ini, Anda tidak perlu ragu ketika mulai melakukan investasi di model saham ini.

Instrumen Saham Syariah dan Perkembangannya di Indonesia

Saham syariah menjadi alternative untuk investor yang ingin melakukan investasi dengan cara Islam. Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) mulai ada di pasar modal 2001, di masa itu perkembangan pasar modal sedang dalam keadaan baik.

Sejak ada di pasar saham, indeks saham syariah mengalami peningkatan. Bahkan selama 10 tahun terakhir, saham ini mengalami peningkatan selama 84 persen. Peningkatan tersebut terjadi dalam kurun waktu 2011 sampai tahun 2021.

Ada beberapa penyebab mengapa saham indek syariah mengalami peningkatan, diantaranya:

Kegigihan Regulator

Regulator dan educator di saham syariah tergolong gigih, mereka tidak segan memberikan edukasi bagi investor untuk melakukan investasi di saham ini. Edukasi tersebut tidak hanya untuk kalangan yang terbiasa melakukan investasi saja, namun juga masyarakat umum.

Situasi Pandemi

Dengan adanya situasi pandemi, banyak orang mulai aware dengan adanya investasi. Apalagi untuk masyarakat Islam yang tertarik dengan investasi, produk indeks syariah menjadi pilihan yang tepat.

Penggunaan Teknologi yang Makin Baik

Teknologi juga berperan membuat investasi ini semakin berkembang. Kini teknologi untuk melakukan investasi saham bisa diakses dari banyak platform, mulai dari PC hingga mobile. Dengan begitu, akses investasi juga makin mudah dijangkau oleh masyarakat.

Kemudahan dari Pemerintah

Pemerintah juga berperan dalam mendorong indeks saham syariah, terlihat dengan berbagai kemudahan yang diberikan kepada investor. Dengan kemudahan tersebut, investor berbondong-bondong untuk menabung dan melakukan investasi di indeks saham syariah.

Produk Syariah di Pasar Modal

Ada beberapa jenis dan produk saham syariah, diantaranya saham, sukuk dan unik penyertaa dari reksadana syariah.

Saham Syariah

Saham syariah merupakan surat berharga bukti penyertaan modal kepada perusahaan. Pemegang saham tersebut berhak mendapatkan bagian hasil dari usaha suatu perusahaan saham tersebut. Saham syariah menjadi salah satu jenis saham yang bisa dipelajari melalui situs belajar saham terbaik.

Dengan menggunakan konsep syariah, maka saham ini menggunakan model musyarakah atau syirkah. Jika menggunakan konsep syirkah, maka saham tersebut tidak melanggar prinsip syariah Islam.

Sukuk

Selanjutnya adalah sukuk, sukuk merupakan istilah baru dalam obligasi syariah atau Islamic bonds. Sukuk berasal dari bahasa Arab, sakk yang artinya sertifikat atau bukti kepemilikan. Ada beberapa ciri sukuk, diantaranya adalah:

  • Aset yang digunakan memiliki wujud.
  • Nilai manfaat aset tersebut berwujud, baik yang sudah ada maupun yang akan ada.
  • Jasa yang sudah ada ada atau aka nada.
  • Merupakan aset proyek tertentu.
  • Kegiatan investasi yang sudah ditentukan.

Sukuk memiliki karakteristik, penggunaannya dana sukuk harus digunakan kegiatan yang halal dan sesuai dengan syariat. Imbalan bagi pemilik sukuk berupa bagi hasil, imbalan atau marjin, sesuai dengan akad yang dilakukan.

Reksadana Syariah

Produk terakhir dari saham syariah adalah reksadana syariah. Sebagaimana reksadana pada umumnya, namun reksadana syariah juga merupakan investasi dengan modal yang kecil hingga besar, sesuai dengan resiko investasi investornya.

Reksana dana syariah pertama kali diperkenalkan pada tahun 1997, ditandai dengan penerbitan reksdana syariah danareksa pada Juli 1997. Ada perbedaan reksadana syariah dengan reksadana biasa, terutama di bagian penyaringan, pembersihan, dan manajemen portofolio.

Meski begitu, saham syariah tetap memiliki resiko, diantaranya resiko politik dan ekonomi. Wanprestasi juga bisa terjadi, ini merupakan resiko yang paling mungkin terjadi. Karena itu, Anda harus paham betul sebelum terjun di bidang ini.

Itulah instrumen saham syariah dan perkembangan di Indonesia yang harus Anda ketahui. Dengan penjelasan diatas, Anda bisa mulai melangkah untuk melakukan investasi syariah di waktu yang akan datang.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.