Wajib Diketahui, Perbedaan Saham Reguler dan Syariah

  • Share
perbedaan saham reguler dan Syariah

Saat ini, pilihan untuk melakukan investasi di Indonesia sudah mulai semakin beragam. Selain jenisnya, kriterianya pun ikut disesuaikan dengan hukum agama melalui fatwa yang disebut sebagai saham Syariah. Anda pun perlu untuk dapat membedakan perbedaan saham reguler dan Syariah yang mana dua-duanya memiliki dasar transaksi yang sama. Hanya saja, kriteria yang ada di dalam keduanya berbeda.

Saham merupakan bukti kepemilikan dari nilai sebuah perusahaan atau sebagai bukti penyertaan modal. Seorang pemilik saham pun memiliki hak untuk dapat memperoleh dividen sesuai dengan jumlah saham yang dimiliki. Dengan kepemilikan dirinya sebagai pemegang saham, maka individu ataupun suatu badan usaha akan mengklaim kepemilikan tersebut terhadap suatu perusahaan terbuka.

Hal ini dapat mengartikan bahwa sekalipun pemegang saham memiliki jumlah saham yang sedikit, namun tetap harus hadir dalam rapat umum pemegang saham. Sedangkan cara untuk memiliki saham perusahaan dapat dibeli melalui pasar modal atau dapat melalui bursa efek.

Memilih saham konvensional atau Syariah tidak memiliki Terlalu banyak perbedaan. Perbedaan saham reguler dan Syariah pada dasarnya memiliki 3 kriteria yang menjadi syarat suatu saham termasuk ke dalam golongan saham Syariah.

Diantaranya adalah tidak terlibat terhadap perjudian, penipuan, riba atau bank berbasis bunga, atau pendistribusian barang haram. Dengan demikian dapat diartikan bahwa inti dari perusahaan tersebut haruslah yang mencakup industri yang halal bagi umat muslim. Sedangkan untuk saham reguler dapat mencakup perusahaan apapun di dalam bidang apa saja.

Adapun perusahaan yang memiliki saham memenuhi syariat Islam akan dimasukkan ke dalam Daftar Efek Syariah atau DES yang merupakan panduan investasi bagi Bursa Efek Indonesia dan juga semua pihak terkait yang hendak menerbitkan indeks saham Syariah. Saham yang masuk ke dalam daftar tersebut selanjutnya akan selalu memperoleh pembaharuan. Hal ini bertujuan agar mencegah terjadinya pelanggaran prinsip-prinsip Syariah oleh perusahaan yang masuk DES.

Perbedaan saham reguler dan Syariah selanjutnya adalah terletak pada rasio keuangan perusahaan. Didalamnya terdapat 2 hal yang wajib untuk dipenuhi yaitu perbandingan antara total utang berbasis bunga dengan total aset yang dimiliki oleh perusahaan tersebut. Untuk total keseluruhan tersebut tidak boleh lebih dari 45%. Sedangkan pada saham reguler tidak terdapat batasan rasio utang terhadap aset yang dimiliki oleh perusahaan tersebut.

Selanjutnya perbedaan dari saham reguler dan Syariah dapat dilihat dari rasio antara total pendapatan yang tidak halal tidak boleh berada atau lebih dari persentase 10 dari total pendapatan utama perusahaan dan juga pendapatan lainnya. Sedangkan untuk saham konvensional, tidak terdapat batasan terhadap bagian tersebut.

Bagi Anda yang hendak memulai untuk berinvestasi terhadap saham Syariah, setidaknya perbedaan kriteria saham reguler dan Syariah harus dapat dipahami dengan benar. Anda harus benar-benar mengetahui dasar yang berlaku dalam saham Syariah agar tidak melanggar syaratnya.

Anda pun dapat memilih sekuritas ataupun trader yang secara khusus menjual atau melakukan jual beli saham namun atas dasar Syariah. Tentu saja hal tersebut sesuai dengan hukum Islam dan halal juga berkah.

Selain itu, terdapat keuntungan yang akan diperoleh dari memilih saham Syariah. Diantaranya, bahwa saham Syariah terjamin karena seluruh transaksi yang ada dalam saham Syariah diawasi oleh Otoritas Bursa Efek Indonesia yang tentunya dapat menjamin kelancaran dan keamanan.

Selanjutnya, perbedaan keuntungan saham reguler dan Syariah adalah bahwa keuntungan yang diperoleh dengan memilih saham Syariah akan sesuai dengan persentase yang telah disepakati di awal sesuai dengan emiten sebelum investasi tersebut dilakukan.

Keuntungan selanjutnya adalah segala hal yang berkaitan dengan saham Syariah akan dijalankan dengan prinsip yang halal. Yang mana tidak akan terdapat transaksi haram seperti pemalsuan, penipuan ataupun perjudian.

Disamping itu, seluruh alokasi pendapatan, aset, dan juga praktik investasi akan dijalankan sesuai dengan panduan yang terdapat dalam aspek-aspek Syariah. Sehingga dapat dipastikan bahwa semuanya akan berjalan dengan jujur dan saling menguntungkan.

Untuk dapat lebih memahami dunia investasi, Anda dapat mengunjungi web belajar saham untuk lebih dapat mempelajari beberapa hal yang perlu untuk diketahui sebelum benar-benar terjun ke dunia investasi.

 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.