Ketahui Perbedaan Saham Syariah dengan Saham Konvensional Sebelum Berinvestasi

  • Share
perbedaan saham syariah dengan saham konvensional

Masa pandemi membawa beberapa perubahan diantaranya tentang pemahaman masyarakat yang semakin meningkat terhadap investasi. Salah satu investasi yang kini menjadi sorotan adalah saham. Kaum milenial yang baru memulai banyak yang mencari tahu tentang perbedaan saham syariah dengan saham konvensional.

Saham merupakan bukti kepemilikan yang terbagi kedalam bentuk konvensional dan juga syariah. Bukan hanya sekedar menabung namun tujuannya agar uang tersebut dapat memberi keuntungan. Masyarakat banyak yang berbondong-bondong mencoba berinvestasi bukan hanya properti saja.

Berbicara mengenai saham, keduanya memiliki perbedaan secara umum dan juga mendasar yang sebaiknya diketahui jika ingin berinvestasi. Berikut adalah penjelasan mengenai perbedaan tipe bisnis, prinsip, batasan, pendapatan dan juga regulasi.

Saham Syariah

Banyak yang masih ingin mengetahui secara jelas tentang apa itu saham Syariah? Saham ini menerapkan prinsip yang sesuai dengan syariat dengan pedoman umat muslim. Mekanisme perdagangan di BRI akan disesuaikan dengan prinsip Bai Al Musawammah yaitu akan disesuaikan dengan Fatwa DSN-MUI  Nomor 80 Tahun 2011. Berikut ini beberapa syarat suatu saham dikatakan Syariah:

Kegiatan yang Sejalan dengan Prinsip Syariah

Yang dimaksud disini adalah dalam aktivitasnya terhindar dari berbagai unsur perjudian, hal yang mengandung riba, memproduksi atau bahkan memasarkan barang haram, transaksi dengan unsur suap, perdagangan yang tidak sesuai dengan syariah dan lain-lain.

Pendapatan Usaha Lebih Besar jika Dibandingkan dengan Pendapatan Tidak Halal

Besarnya bunga atau pendapatan lain akan menimbulkan pendapatan yang tidak halal dan tidak dianjurkan dalam syariat Islam. Adapun batasan maksimal dari pendapatan yang tidak halal adalah kurang dari 10% jika dibandingkan dengan besarnya pendapatan total perusahaan.

Saham Terdaftar di DES

DES singkatan dari Daftar Efek Saham, yang merupakan kumpulan saham dan telah memiliki validasi yang Syariah. DES diterbitkan 2 kali setiap tahunnya oleh Dewan Syariah Nasional-Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) dan OJK. Anda bisa melihat website resmi OJK untuk mengetahui daftar list saham Syariah.

Total Aset Harus Lebih Besar dari Total Utang

Jika terdaftar dalam investasi saham Syariah tentunya jumlah utang berbasis bunga harus lebih kecil dari total aset perusahaan. Seperti pada utang berbasis bunga maka angka tidak boleh melebihi 45% dari jumlah aset.

Saham Konvensional

Saham konvensional adalah saham yang secara umum diinvestasikan oleh masyarakat. Pada proses operasionalnya saat ini tidak menerapkan prinsip syariah. Beberapa tAndanya adalah terdapat transaksi dengan unsur bunga, mengandung transaksi spekulatif, instrumen transaksi menggunakan prinsip bunga dan aktivitas perusahaan tidak dikategorikan dalam jenis haram ataupun halal.

Pahami Perbedaan Saham Syariah dan Konvensional

Jika diambil inti dari perbedaan kedua jenis saham ini adalah pada penggunaan prinsip syariah. Untuk konvensional tidak menggunakan prinsip syariah yang biasanya terdapat akad. Selain itu perbedaan yang dapat terlihat pada proses transaksi tanpa bunga.

Anda juga bisa mengetahui perbedaan kedua saham ini melalui platform belajar saham gratis yang telah banyak tersedia saat ini. Jika Anda ingin melakukan transaksi saham Syariah maka pastikan proses jual beli saham sesuai dengan prinsip syariah yang mana saham tersebut terdaftar dalam DES.

Sebaiknya hindari melakukan transaksi dalam bentuk short selling, margin trading dan sejenisnya. Untuk indeks saham yang syariah di bursa efek Indonesia yaitu JII (Jakarta Islamic Index) dan ISSI (Indeks Saham Syariah Indonesia). Bagi yang ingin saham Syariah sebaiknya melakukan transaksi dengan menggunakan acuan indeks tersebut.

Perbedaan saham konvensional dan syariah dalam bertransaksi hanya dibedakan dengan macam-macam sahamnya saja. Pada saham konvensional, acuan yang digunakan bisa dengan IHSG (Indeks Harga Saham Gabungan). Dalamnya terdapat grafik penurunan atau kenaikan pasar investasi secara global.

Anda bisa melakukan analisis saham dengan lebih mudah. Selain itu terdapat pula indeks lain yang kerap dijadikan parameter oleh investor seperti Kompas 100 dan LQ45. Dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya tidak terdapat perbedaan yang mencolok antara kedua saham tersebut baik dalam hal cara kerja jual beli ataupun mekanisme.

Perbedaan saham syariah dengan saham konvensional  yang nampak jelas terdapat pada prinsip dan proses transaksinya saja. Anda dapat memilih jenis investasi yang sesuai dengan kondisi keuangan dan yang Anda butuhkan. Semoga informasi ini dapat bermanfaat.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.