Inilah Cara Pembagian Keuntungan Investor dan Pengelola

  • Share
pembagian keuntungan investor dan pengelola

Tidak hanya datang dari kantong sendiri, modal untuk mendirikan sebuah bisnis ataupun usaha dapat dibagi dari orang lain yang hendak melakukan investasi terhadap kita atau dengan meminjam modal dari bank dan bekerja sama dengan relasi atau teman. Pembagian keuntungan investor dan pengelola pun dapat dibuat dengan kesepakatan dari awal sebagai alternatif.

Tentu saja, untuk alternatif pendanaan yang tidak bersumber dari diri sendiri, harus dapat diketahui cara untuk membagi hasil keuntungan dari usaha tersebut. Hal ini bertujuan agar relasi bisnis yang dibuat yang melibatkan orang lain akan berada pada bisnis yang menguntungkan kedua belah pihak.

Berikut adalah beberapa cara untuk pembagian keuntungan investor dan pengelola yang dapat disimak dan dipahami.

Beri Gaji Sekaligus Dividen (Keuntungan Investasi)

Untuk cara pembagian keuntungan yang pertama ini berlaku untuk anda dan rekan yang tidak hanya menyumbang modal saja namun juga terlibat aktif dalam mengelola bisnis. Yaitu dengan cara memberi gaji bulanan sekaligus dengan keuntungan dari investasi tersebut atau dividen.

Dari 2 orang yang mendirikan suatu bisnis bersama kemudian saling membagi peran yang sesuai dan adil. Kemudian dari pendapatan kotor yang diperoleh setiap bulannya, keduanya akan dibagi gaji yang sama rata.

Setelah pembagian gaji serta dengan pemotongan biaya lain-lain, kemuan kemudian diperoleh keuntungan bersih dari bisnis tersebut. Apabila keduanya berkontribusi modal sebesar 50% banding 50%, maka keuntungan akan dibagi 2 dan sama rata.

Namun apabila, masih belum diperoleh keuntungan untuk pembagian keuntungan investor dan pengelola, maka keduanya harus sama-sama menanggung resiko atau kerugian bersama.

Rekan Sebagai Investor

Sangat banyak kasus yang mana pengelola bisnis tidak memiliki modal untuk dapat mengoperasikan bisnis tersebut. Solusinya adalah mereka menjadi penyumbang tenaga dan untuk modal disediakan oleh orang lain.

Hal ini tidak terjadi atau berlaku bagi perusahaan atau investasi asing saja, namun juga kerap kali terjadi pada bisnis bisnis kecil. Bahkan saat ini banyak perusahaan P2P lending yang memberikan target untuk pemberian pinjaman modal terhadap petani atau peternak penggarap.

Hal ini terlihat dari banyaknya kampung-kampung yang memiliki petani dan peternak yang hanya mengerjakan tanah lahan atau hewan ternak milik orang lain yang berperan sebagai investor. Dan sebagian kecil dari petani dan peternak tersebut saat ini telah tergabung dengan emiten perusahaan P2P lending pertanian yang saat ini sedang berkembang.

Untuk kasus yang seperti ini, pembagian keuntungan investor dan pengelola hanya berhak memperoleh keuntungan bulanan dan tidak memperoleh gaji. Sedangkan mereka yang menjadi pengelola bisnis akan memperoleh gaji dan dividen. Hal ini karena investor yang demikian tidak terlibat langsung ke dalam bisnis dan proses penggarapan usaha.

Namun, apabila bisnis tersebut mengalami kerugian, umumnya yang akan memperoleh atau menanggung kerugian adalah pemilik modal. Hal ini karena mereka tidak akan memperoleh dividen dan tidak sedikit modal bisnis yang seharusnya berputar malah jadi hilang.

Namun jika bisnis tersebut merugi, umumnya yang harus menanggung kerugian adalah pemilik modal. Sebab mereka tidak mendapatkan keuntungan bisnis dan modal bisnis yang mereka berikan tidak jarang akan hilang.

Sedangkan untuk persentase pembagian keuntungan antara investor dan pengelola dapat dibuat kesepakatan di awal sebelum bisnis berjalan. Anda sebagai pengelola modal tidak perlu sungkan untuk mengemukakan pendapat apabila pembagian hasil kurang layak bagi anda sebagai penggarap.

 Modal Dari Hasil Pinjaman

Apabila bisnis yang Anda jalani memiliki modal yang berasal dari pinjaman baik dari bank ataupun dari sanak saudara, maka yang paling utama adalah harus melunasi pinjaman tersebut. Apabila pinjaman tersebut berasal dari Bank, biasanya peminjam harus membayar pokok pinjaman disertai dengan bunga dalam tenggat waktu yang ditentukan. Adapun jumlahnya tidak akan terkait dengan jumlah keuntungan ataupun bagaimana deviden yang diperoleh dalam bisnis tersebut.

Dengan demikian, hutang yang dimiliki tersebut harus tetap dibayar sesuai dengan tanggal yang ditentukan sekalipun bisnis yang dijalani sedang mengalami kerugian. Namun terdapat keringanan yang dapat diajukan untuk pembayaran kredit apabila kerugian sudah tidak dapat dihindarkan.

Itulah sedikit penjabaran mengenai cara membagi hasil keuntungan antara investor dan pengelola melalui beberapa situasi. Untuk usaha saham, Anda dapat melakukan Kursus saham terbaik untuk lebih memperoleh pemahaman dan langkah-langkah yang tepat.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.