Pembagian Saham Dengan Investor, Bagaimana Prosedurnya?

  • Share
pembagian saham dengan investor

Setiap perusahaan umumnya memiliki sejumlah investor atau penyandang dana. Para investor yang sudah menanamkan modal tentunya akan mendapatkan pembagian keuntungan usaha sesuai dengan prosentase saham yang dimiliki. Sehingga prosedur pembagian saham dengan investor merupakan hal penting yang harus dipahami oleh para pengusaha.

Saham adalah penyertaan modal dari seseorang atau badan usaha kepada perusahaan atau perseroan terbatas. Pihak yang menyertakan modal tersebut nantinya akan memiliki hak atas pendapatan yang dimiliki oleh perusahaan yang bersangkutan. Sehingga proses pembagian kepemilikan saham dengan investor pun perlu dipertimbangkan.

Cara Menghitung Pembagian Saham Dengan Investor

Proses pembagian saham dengan investor umumnya tidak boleh dilakukan secara sembarangan. Pasalnya pembagian tersebut bisa saja berpengaruh pada kinerja perusahaan di masa mendatang. Maka dari itu, pembagian saham akan menjadi faktor yang sangat krusial.

Lalu bagaimanakah cara menghitung pembagian saham dengan investor yang baik dan benar? Sebenarnya tidak ada prosedur yang fixed untuk menjawab pertanyaan ini sebab untuk menentukanya bergantung pada banyak faktor.

Cara Menghitung Pembagian Saham Perusahaan Antar Founder

Sebelum memutuskan untuk membagikan saham kepada investor, terlebih dahulu Anda perlu menentukan prosentase dan besarnya saham untuk para founder. Hal ini penting sebab biasanya perusahaan diawali oleh orang-orang dalam circle yang kecil sebagai awalan. Sehingga para founder pun harus mendapatkan saham mereka terlebih dahulu.

Beberapa artikel saham seringkali membuat perumpamaan untuk memaparkan cara perhitungan ini. Sebagai contoh, terdapat dua orang bernama Anton dan Budi. Kedua orang tersebut sepakat untuk mendirikan sebuah usaha berupa restoran. Setelaah dihitung dengan cermat, prakiraan modal dan biaya operasional di tahun pertama adalah sebesar Rp 100 juta.

Anton adalah seorang juru masak (chef) yang cukup handal namun ia tidak memiliki modal besar untuk mendirikan restoran sendirian. Sementara itu, Budi adalah orang yang memiliki banyak uang namun tidak memiliki kemampuan memasak.

Setelah terjadi diskusi, keduanya pun sepakat untuk mendirikan usaha dengan modal saling melengkapi. Anton tidak akan menyertakan modal uang namun pengalaman dan kemampuan memasak, sedangkan Budi akan menyertakan modal 100 juta untuk usaha tersebut.

Karena posisi kedua orang tersebut sama kuat, maka terjadi diskusi dan tawar-menawar mengenai prosentase kepemilikan saham. Setelah terjadi diskusi yang cukup panjang akhirnya disepakati bahwa keduanya adalah setara sehingga kepemilikan saham pun dibagi 2 yakni 50% untuk Anton dan 50% untuk Budi.

Dalam akta pendirian usaha, maka akan dinyatakan bahwa perusahaan tersebut menerbitkan 100 lembar saham dengan Anton mendapat 50 lembar dan Budi mendapat 50 lembar. Nilai keseluruhan saham yang 100 lembar tersebut bukan berdasarkan modal awal yang 100 juta namun berdasarkan pada nilai usaha yang dimiliki.

Nilai usaha adalah nilai serangkaian arus kas masuk (cash flow) atau pendapatan prospektif yang akan dihasilkan oleh perusahaan di masa depan. Umumnya untuk jangka waktu 5 tahun dan paling singkat adalah 3 tahun.

Setelah membuat rencana usaha hingga 5 tahun diperkirakan nilai usaha Anton dan Budi adalah setara dengan Rp 1 miliar. Sehingga masing-masing kekayaan Anton dan Budi dalam bentuk saham adalah Rp 500 juta.

Cara Menghitung Pembagian Saham Dengan Investor

Anggaplah bahwa usaha yang dilakukan oleh Anton dan Budi tersebut berjalan dengan lancar. Sehingga dalam kurun 1 tahun mereka berencana untuk melakukan ekspansi dengan membuka cabang baru.

Setelah dihitung, prakiraan untuk melakukan ekspansi tersebut adalah Rp 1 miliar. Karena keduanya tidak memiliki uang maka Anton dan Budi pun berencana untuk menawakan kepada investor yang prospek.

Keduanya sepakat bahwa invetasi Rp 1 miliar tersebut akan setara dengan 25% saham. Mereka pun menawarkan kepada Doni tentang rencana bisnis tersebut. Doni yang memahami bisnis pun kemudian bertanya “Kalau saya invest Rp 1 miliar untuk 25% saham, maka berapa nilai perlembarnya?

Setelah membuat rencana bisnis untuk modal ekspansi tersebut diketahui bahwa nilai usaha yang baru tersebut adalah Rp 10 miliar. Untuk 25% saham maka akan setara dengan 25 lembar saham perusahaan. Sehingga total saham baru tidak lagi 100, melainkan 125 lembar dengan hadirnya Doni.

Maka nilai perlembar saham tersebut menjadi Rp 10 miliar / 125 lembar = Rp 80 juta per lembar. Dengan masuknya Doni, maka komposisi prosentase kepemilikan saham pun akan berubah menjadi :

Anton: 50 lembar = (50/125) x 100% = 40%

Budi: 50 lembar = (50/125) x 100% = 40%

Doni: 25 lembar = (25/125) x 100% =20%.

Itulah ulasan mengenai prosedur pembagian saham dengan investor dalam suatu usaha. Semoga pembahasan di atas bisa memberikan manfaat untuk Anda.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.