Perbedaan Debitur Kreditur dan Investor yang Harus Diketahui Pebisnis

  • Share
perbedaan debitur kreditur dan investor

Saat berkumpul dengan pebisnis tentunya istilah investor sering disebut dalam obrolan. Beberapa mungkin ada yang mengeluh tentang investor yang meminta uangnya dikembalikan. Lalu apa yang dimaksud dengan investor? Seberapa besar pengaruhnya terhadap suatu perusahaan? Mari simak ulasan berikut ini!

Sebagian masyarakat awam akan mengatakan bahwa kreditur dan investor hampir sama. Keduanya dapat memberikan dana untuk suatu bisnis. Padahal pada prakteknya berbeda, diperlukan ketelitian agar bisnis berjalan dengan lancar.

Mengenal Peran Investor

Investor merupakan pihak yang mau menyetorkan uang untuk bisnis setelah melihat performance atau kinerja dengan harapan bisa mendapatkan return setiap tahunnya dengan baik melalui dividen. Tak hanya itu investor juga harus rela dan bersedia kehilangan uangnya jika bisnis tersebut tidak memberikan return seperti yang diharapkan.

Contoh yang sederhana misalnya seorang investor yang bermain di bursa saham. Tentunya ia harus siap dengan kondisi terburuk karena sewaktu-waktu harga saham bisa saja mendadak jatuh. Iya tidak bisa menuntut siapapun atas kerja tersebut karena hal tersebut merupakan risiko dan harus sadar akan hal tersebut.

Apa yang Dimaksud dengan Kreditur?

Kreditur adalah pihak yang berani meminjamkan uangnya untuk suatu bisnis setelah melihat performance suatu perusahaan. Harapannya pemilik atau pengurus perusahaan dapat mengembalikan hutang sesuai dengan waktu yang disepakati. Jadi sudah jelas bahwa kreditur adalah pihak yang yang meminjamkan uang dan dan harus dikembalikan pokok plus margin keuntungan dari pinjaman tersebut.

Pengembalian tersebut tidak memandang apakah bisnis peminjam mengalami kerugian atau untung. Dalam keadaan bagaimanapun tetap harus dikembalikan kepada kreditur. Contohnya bank yang merupakan kreditur di mana pinjaman tersebut harus tetap dibayar meskipun perusahaan mengalami kerugian.

Pengertian Debitur serta Perbedaannya dengan Kreditur dan Investor

Mendengar kata debitur merupakan salah satu istilah yang juga sering didengar dalam hal utang piutang. Debitur adalah orang yang memiliki utang karena perjanjian atau undang-undang. Pelunasannya bisa ditagih di pengadilan. Perlu diketahui instilah jika utang dalam bentuk pinjaman dari lembaga keuangan maka debitur tersebut dikatakan sebagai peminjam.

Sedangkan jika dalam bentuk sekuritas maka debitur akan disebut penerbit. Seseorang bisa dikatakan seorang debitur jika dengan sukarela menyatakan kebangkrutan secara hukum. Sebaliknya kreditur memiliki piutang karena perjanjian. Seperti yang dibahas sebelumnya bahwa kreditur memberikan pinjaman dengan memiliki kontrak resmi.

Keuntungan yang didapat oleh kreditur adalah bunga atas pinjaman yang ditawarkan kepada klien. Sebagian besar kreditur mengindeks suku bunga atau biaya terlebih dahulu sesuai dengan kelayakan peminjam dan riwayat kredit di masa lalu agar mengurangi resiko.

Jika memiliki nilai kredit yang bagus maka resikonya rendah sehingga tingkat bunga pun rendah. Sebaliknya jika peminjam memiliki nilai kredit yang rendah maka tentunya lebih beresiko. Oleh karena itu kreditur akan memberikan suku bunga yang lebih tinggi untuk mengatasi risiko dari klien tersebut.

Jika tidak menerima pembayaran kembali perlu di pilih opsi yang berbeda. Jika tidak bisa menutup klaim maka di anggap sebagai sebuah kerugian jangka pendek. Perlu dilakukan upaya dan signifikan agar bisa mendapatkan kembali dana yang dipinjamkan tersebut. Bank yang bertindak sebagai kreditur dapat menarik kembali agunan misalnya mobil atau rumah yang merupakan jaminan dari peminjam.

Dalam beberapa artikel saham terbaru bahkan dipaparkan bahwa debitur dapat dibawa ke pengadilan atas utang yang tidak dijamin. Dalam pengadilan bisa saja diperintahkan agar debitur membayar pinjaman tersebut dengan memotong gaji atau tindakan lainnya.

Debitur harus memprioritaskan pembayaran utangnya meskipun dalam situasi kebangkrutan tertentu. Jika debitur gagal untuk memenuhi syarat tersebut maka dapat dikenakan penalti dan biaya serta penurunan nilai kredit. Selanjutnya akan mengarah kepada sitaan atas hartanya.

Dana yang didapatkan dari kreditur akan dibukukan sebagai utang pada neraca. Sedangkan jika mendapatkan dana dari investor maka di dalam pembukuan akan ditulis sebagai ekuitas. Dana yang didapatkan debitur dari kreditur dianggap sebagai suatu kewajiban yang harus diprioritaskan.

Dengan demikian jelas ya perbedaan debitur kreditur dan investor. Ketiganya merupakan istilah yang sering muncul dalam bisnis. Jangan sampai tertukar terutama antara kreditur dan investor agar mudah dalam menjalankan pengelolaan bisnis.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.