Pengen Jago Baca Candlestick? Yuk Baca Simak Ini!

  • Share
matematika candlestick
Creative glowing forex chart wallpaper with candlestick. 3D Rendering

Buat kalian yang udah terjun ke dunia saham pasti nggak asing sama analisis teknikal kan? Yap, analisis teknikal ini merupakan salah satu analisis yang digunakan para investor dalam menganalisis pasar. Analisis teknikal sendiri merupakan salah satu alat untuk melihat pergerakan harga saham, yakni analisis grafik harga saham. Nah pada artikel kali ini, akan dibahas mengenai salah satu jenis garfik saham, yakni Candlestick Chart.

Sebelum itu, yuk kita kenali dulu apa sih candlestick itu? Nah, candlestick sendiri merupakan jenis grafik harga saham yang dalam prakteknya digunakan untuk menunjukkan harga tertinggi, terendah, pembukaan, dan penutupan dari suatu saham di periode waktu tertentu. Candlestick sendiri memiliki dua komponen utama, yakni tubuh candle yang berfungsi untuk menunjukkan harga pembukaan dan harga penutupan pada titik tertentu dengan menunjukkan bentuk persegi dengan empat warna, yakni merah atau hijau dan hitam atau putih. Sedangkan ekor candle sendiri berfungsi untuk menunjukkan harga tertinggi dan terendah sebuah saham pada titik waktu tertentu yang ditunjukkan dengan garis lurus membentang di atas dan di bawah tubuh candlestick.

Tentu tidaklah mudah untuk membaca laju grafik harga saham dengan candlestick. Diperlukan pengetahuan dan juga kebiasaan dalam membaca trend pergerakannya. Namun, untuk dapat mengetahui atau memprediksi pergerakan harga selanjutnya akan naik atau turun dalam pasaran, sangat dibutuhkan analisa teknikal. Komponen penting yang perlu diperhatikan sebelum menganalisa pasar yakni menentukan garis besarnya (tren) terlebih dahulu. Sebab, menentukan tren akan mempermudah dalam menganalisa market.

Selanjutnya, perlu memperhatikan level atau zona penting. Level seperti support dapat berguna dalam mengetahui bagaiman sentimen pasar yang sedang terjadi. Tak hanya itu, banyak juga orang yang beranggapan bahwa level tersebut memiliki supply and demand pada entry point yang ideal.

Hal yang tak boleh dilewatkan yakni price action. Pada tahap ini, seorang trader akan fokus mencari setup entry berdasarkan tren dan akan mencocokkan dengan pasar pada level penting. Fungsi price action sendiri untuk mengetahui perilaku pasar saat ini dan pada level-level tertentu. Juga untuk memberikan perkiraan ke depannya apakah harga akan naik atau turun.

Selain komponen utama yang telah dibicarakan di atas, ada hal-hal yang perlu diperhatikan untuk mengetahui laju candlestick berikutnya. Apa saja? Berikut ulasannya.

  • Perlawanan

Apabila satu pihak mendominasi pasar maka candle akan bergerak searah hingga adanya tindakan penjualan sebagai bentuk perlawanan dari penjual. Bentuk perlawanan sendiri dapat dilihat dari ekor candle. Ketika perlawanan tersebut semakin besar maka ia akan mendomminasi pasar sehingga tren akan berbalik arah.

  • Percepatan Candlestick

Percepatan candlestick dapat dilihat saat body candle lebih besar dari candle sebelumnya, di mana hal ini memperlihatkan antusiasme. Ketika para trader berantusias maka terdapat sebuah tenaga untuk menggerakan market jadi searah ditambah lagi dengan tidak adanya perlawanan, maka dapat diprediksi candle yang akan terbentuk adalah searah dengan candle yang makin besar.

  • Perlambatan Candlestick

Berbanding terbalik dengan percepatan candlestick, perlambatan disebabkan oleh keraguan para trader untuk membuka posisi sehingga pergerakannya pun menjadi lambat. Pada kondisi ini ada baiknya para trader bersiap-siap untuk membuka posisi balik arah dikarenakan market akan diambil alih oleh satu pihak.

  • Percobaan Balik Arah

Ekor candle panjang yang berlawanan dengan arah tren biasanya menunjukkan bahwa adanya upaya untuk membalikarahkan tren karena ada pihak yang ingin mengakhiri tren tersebut karena merasa pasar telah jenuh.

  • Konvergen

Kondisi konvergen sendiri bisa terjadi karena adanya pihak-pihak yang ingin mendapatkan harga terbaik meskipun sudah tahu bahwa market akan berbalik arah. Pada kondisi seperti ini, cobalah untuk melihat indikator lain, apabila indikator lain menyatakan konvergen juga, maka para trader bisa membuka posisi yang berlawanan dengan tren yang sedang terjadi.

Dari uraian di atas, dapat kita pelajari lebih ringkasnya dalam rumus matematika candlestick, di bawah ini:

{(High_Candlestick + Low_Candlestick)/(Day_High+Day_Low)}

High_Candlestick: harga tertinggi pada candlestick

Low_Candlestick: harga terendah pada candlestick

Day_High: harga tertinggi pada hari itu

Day_Low: harga terendah pada hari itu

Selain itu, terdapat hal rahasia dibalik candlestick yang mungkin jarang diterapkan oleh para trader dalam membaca laju candlestick. Hal tersebut dikarenakan trader hanya berfokus memprediksi grafik satu candle berikutnya. Namun dalam praktiknya, antara memprediksi grafik dengan memprediksi satu candle itu merupakan pekerjaan yang sama dikarenakan satu candle ketika diuraikan dalam frame yang lebih kecil akan membentuk sebuah grafik. Begitu pula sebaliknya. Oleh sebab itu, untuk membaca satu candle kita perlu juga membaca grafik penyusun candle pada time frame yang lebih kecil.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.