Saham delisting dan Dampaknya Terhadap Investor

  • Share
saham delisting

Jika Anda ingin terjun ke dalam dunia investasi, maka akan menemukan beberapa istilah yang harus Anda pahami. Salah satunya istilah saham delisting.

Apa Itu Saham delisting?

Saham delisting adalah penghapusan pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang menyebabkan saham tersebut sudah tidak dapat ditransaksikan lagi. Ketika BEI telah resmi menghapus saham tersebut, maka saham itu sudah dinyatakan delisting dan tidak dapat diperjualbelikan di pasar modal. 

Nah, alasan saham delisting ini bisa terjadi karena perusahaan menghapus pencatatan saham secara sukarela (voluntary delisting) atau bisa juga karena suatu paksaan (force delisting)

Penyebab Saham delisting

Adapun penyebab delisting yang dilakukan perusahaan secara sukarela (voluntary delisting) adalah biasanya karena perusahaan tersebut sudah tidak lagi beroperasi dan mengalami kinerja yang buruk, sehingga membuat perusahaan bangkrut. Selain itu, terjadinya merger dan syarat yang tidak terpenuhi di otoritas bursa juga dapat menjadi salah satu penyebab saham voluntary delisting.

Ketika suatu saham dinyatakan delisting, maka status perusahaannya sudah tidak lagi menjadi Perusahaan Terbuka (PT) . Namun, penyebab saham delisting ini juga bisa terjadi karena perusahaan memang ingin beralih menjadi perusahaan tertutup (membatasi penjualan sahamnya).

Selanjutnya, jika perusahaan menghapus saham karena suatu paksaan dari bursa saham (force delisting), maka penyebabnya karena perusahaan tersebut tidak menyampaikan laporan keuangan kepada BEI. Hal ini tentunya membuat keberlangsungan perusahaan dipertanyakan, apakah masih berjalan dengan baik atau justru sebaliknya. 

Jika tidak ada kejelasan apa pun selama 24 bulan, maka BEI akan memberikan peringatan atas ketidakpatuhan perusahaan. Apabila perusahaan tidak memperbaiki permasalahannya dan terus melanggar aturan atau bahkan gagal memenuhi standar keuangan minimum, maka bursa saham akan menghapus saham tersebut (delisitng) dari pasar modal.

Agar lebih jelasnya, alasan saham delisting ini sudah tercatat sesuai dengan ketentuan bursa yang ada pada Peraturan Bursa Nomor I-I tentang Penghapusan Pencatatan (delisting) dan Pencatatan Kembali (Relisting).

Bursa menghapus pencatatan saham perusahaan dengan ketentuan peraturan ini apabila Perusahaan Tercatat mengalami sekurang-kurangnya satu kondisi di bawah ini:

  • Mengalami kondisi, atau peristiwa, yang secara signifikan berpengaruh negatif terhadap kelangsungan usaha Perusahaan Tercatat, baik secara finansial atau secara hukum, atau terhadap kelangsungan status Perusahaan Tercatat sebagai Perusahaan Terbuka, dan Perusahaan Tercatat tidak dapat menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai;
  • Saham Perusahaan Tercatat yang akibat suspensi di Pasar Reguler dan Pasar Tunai, hanya diperdagangkan di Pasar Negosiasi sekurang-kurangnya selama 24 (dua puluh empat) bulan terakhir.

Lantas,  bagaimana nasib Investor jika Saham delisting?

Jika berbicara mengenai nasib investor yang sahamnya mengalami delisting, sebenarnya OJK telah mengatur ketentuan ini lewat POJK Nomor 3/POJK.04/2021 tentang Penyelenggaraan Kegiatan di Bidang Pasar Modal.

Salah satu bentuk perlindungan bagi investor ritel yang tercakup dalam POJK tersebut adalah emiten wajib membeli kembali (buyback) saham dari para investor apabila akan delisting sehingga terdapat jalur/sarana bagi investor untuk menjual kembali saham yang dimiliki.

Selain itu, terdapat dua hal yang bisa dilakukan oleh investor apabila mengalami saham delisting. Pertama, investor bisa menjual kembali saham tersebut di pasar negosiasi secara individu dan dalam proses jual-belinya tetap melalui perusahaan sekuritas.

BEI akan memberikan waktu selama beberapa hari untuk membuka suspensi saham delisting. Kesempatan suspensi ini hanya akan dibuka di pasar modal. Investor memiliki opsi untuk segera menjual saham yang akan delisting selama waktu yang ditentukan.

Namun, perlu diketahui bahwa saham delisting biasanya disebabkan karena perusahaan yang bermasalah, baik itu dari aspek keuangan maupun karena kinerjanya yang buruk. Sehingga harga saham tersebut akan anjlok di pasar negosiasi yang menyebabkan sedikit bahkan tidak ada yang berminat membeli saham tersebut.

Kedua, investor akan membiarkan sahamnya dan menunggu hingga perusahaan relisting meskipun kemungkinan yang ada sangat kecil. Nilai saham tersebut juga akan mengalami penurunan apabila perusahaan terindikasi bermasalah sehingga terpaksa delisting.

Nah, jadi itulah penyebab saham delisting dan dampak yang ditimbulkan kepada para investor. Oleh sebab itu, investor harus lebih selektif dalam memilih saham perusahaan yang ingin diinvestasikan sehingga dapat meminimalisir risiko kerugian yang terjadi terutama resiko saham delisting.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.