Cara Menggaet Investor

  • Share
Cara menggaet investor

Saat ini merupakan era di mana setiap orang berlomba-lomba membuat usaha/bisnis sesuai dengan skill dan passionnya. Tidak heran banyak start-up berdiri baik start-up jasa hingga produk yang menggunakan teknologi sebagai penggeraknya. Bagi bisnis kelas UKM mungkin belum membutuhkan rekan bisnis/permodalan untuk mewujudkan bisnisnya. Namun untuk tipikal start-up, perusahaan rintisan dengan penggunaan teknologi, permodalan dari investor menjadi jalan keluar dari kesulitan mewujudkan ide dan mengaplikasikan model bisnis yang sempurna.

Cara menggaet investor dan mendapatkan investor yang tepat tentu tidak semudah membuat ide dan model bisnis. Karena investor harus yakin dengan kapasitas founder start-up tersebut sekaligus melihat prospektif bisnis yang diajukan. Beberapa hal di bawah ini bisa diterapkan sebagai cara mendapatkan dana dari investor:

  • Produk yang bagus dan fokus

Investor menginginkan sebuah produk yang bagus dan fokus untuk didanai. Produk standar dan tidak dibutuhkan masyarakat secara khusus tentu tidak masuk dalam kriteria start-up yang butuh permodalan dari investor. Untuk itu, bisnis Anda harus bisa menciptakan produk dengan kualitas di atas rata-rata dan fokus pada satu permasalahan di masyarakat.

  • Unik dan solutif

Selain menciptakan produk yang bagus, keunikan dan menjadi solusi bagi pemakainya adalah syarat dari produk yang akan dibiayai oleh investor. Sebagai pihak yang ingin mendapatkan keuntungan dari investasinya, Anda harus menunjukkan bahwa produk Anda mempunyai keunikan yang tidak bisa ditiru sekaligus menjawab permasalahan masyarakat umum sebagai target market bisnis.

  • Mampu beradaptasi

Kemampuan beradaptasi merupakan prasyarat sebuah bisnis yang long lasting. Biasanya BEP baru terjadi di tahun ke-2 atau ke-3, dengan demikian kemampuan beradaptasi dengan perubahan dunia bisnis harus dimiliki. Jika tidak, investor tidak akan menghamburkan dananya untuk perusahaan yang akan mati di tahun pertama.

Pemahaman akan sudut pandang yang diinginkan investor dalam menanamkan modalnya menjadi pedoman Anda untuk mengajukan proposal kerjasama sebagai cara menggaet investor. Beberapa langkah di bawah ini bisa Anda tiru untuk mendapatkan investor yang Anda inginkan:

  • Bentuk perusahaan PT

Hal mendasar yang perlu diperhatikan sebelum menarik investor ke dalam bisnis Anda adalah legalitas bisnis. Dengan membuat legalitas bisnis menjadi perusahaan terbuka (PT), ada indikasi keseriusan dalam menjalani bisnis dan mencari investor.

  • Perluas jaringan

Untuk Anda yang mulai berbisnis, sudah saatnya membuka jaringan pertemanan dan kolega lebih luas lagi selain teman sekolah. Business owner dituntut fleksibilitasnya dalam menghadapi perubahan baik aturan maupun teknis dan biasanya informasi akan cepat sampai melalui jaringan komunitas atau kelompok.

  • Membuat proposal dan pitching dengan tepat

Meskipun belum mendapatkan calon investor ideal, sudah selayaknya Anda menyiapkan proposal kerjasama yang tepat dan berlatih untuk mempresentasikannya. Hal ini penting sehingga Anda tidak kehilangan momen ketika ada investor yang tertarik dan Anda tidak menyiapkan proposal serta membuat proposal seadanya yang bisa memberi kesan Anda tidak profesional di mata investor. 

  • Mulai dari keluarga/kolega terdekat

Jangan lupakan keluarga ataupun kolega terdekat Anda. Bisa saja mereka adalah calon investor ideal untuk bisnis Anda. Keluarga atau lingkaran pertemanan bisa menjadi wadah untuk cari rekan bisnis yang punya modal. Mungkin saja Anda tidak pernah membicarakan ide bisnis Anda sehingga mereka tidak tahu. Padahal bisa jadi lingkungan tersebut tempat yang tepat untuk cari investor bagi hasil.

Bagi Hasil

Umumnya, investor menginginkan sistem bagi hasil sebagai keuntungan dari investasi yang mereka lakukan. Perhitungan bagi hasil dilihat dari sudut pandang profit terbagi menjadi 2:

  • Dari Netprofit

Bagi hasil dari netprofit atau laba bersih yang biasa digunakan oleh pemilik bisnis. Setelah membayarkan biaya operasional, maka pemilik bisnis dan investor bisa membagi sisa keuntungan dengan persentase yang telah disepakati.

  • Dari Grossprofit

Grossprofit atau laba kotor menjadi alternatif lain dalam membagi hasil kepada investor. Keuntungan yang belum dikurangi dengan biaya operasional langsung dibagikan ke investor sesuai dengan persentase yang dibahas di awal. Karena belum dikurangi biaya operasional, biasanya persentase lebih banyak diterima oleh pemilik bisnis daripada investor. 

Teknik apapun yang digunakan untuk menggaet investor, haruslah memenuhi kebutuhan investor dalam investasi. Yaitu mendapatkan keuntungan.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.