Cara Menjadi Investor Saham Pemula 

  • Share
Cara Menjadi Investor Saham Pemula 

Perkembangan teknologi informasi memberi berkah tersendiri bagi generasi Y atau generasi Milenial dan generasi Z atau generasi Alpha. Kedua generasi ini meraup keuntungan materi dengan adanya gadget dan informasi yang bersifat digital. Dunia berada dalam genggaman mereka. Bagi mereka yang mempunyai skill dan passion di dunia digital, mereka telah menjadi orang kaya baru di usia muda. Dan sebagian sudah mulai melek investasi.

Jika kita bicara investasi di era informasi digital ini, kita tidak lagi membahas investasi properti atau emas. Tapi investasi di dunia digital. Mulai dari investasi saham, forex, komoditi hingga bitkoin/kripto. Dua generasi inilah yang menjadi inovator sekaligus penggeraknya.

Sebelum membahas cara menjadi investor saham pemula, yuk kita pahami istilah investor dan saham. Investor adalah seseorang, atau kelompok/institusi yang melakukan tindakan penanaman modal baik di perusahaan maupun di bisnis pihak lain. Jika perusahaan tersebut mendaftarkan sahamnya di pasar modal, maka investor tersebut menjadi investor saham dan memiliki hak untuk mendapatkan dividen

Saham adalah suatu bentuk kepemilikan atas sebagian aset perusahaan yang terdaftar di pasar modal. Pemilik saham berhak mendapatkan dividen dari perusahaan tersebut. Lalu, apa tips menjadi investor saham pemula?

  • Tentukan tujuan investasi

Anda harus menentukan tujuan awal berinvestasi. Hal ini berguna untuk membuat batasan-batasan di mana trading saham terkadang memberikan keuntungan yang besar dan kerugian yang tidak terhitung juga. Dengan batasan ini, Anda akan mempunyai kontrol dalam menggunakan dana investasi yang sudah disiapkan.

  • Memahami dasar-dasar ilmu saham dan analisis

Ketika telah ditetapkan bahwa Anda adalah termasuk investor pemula aliran konservatif, maka instrumen saham yang Anda gunakan adalah saham blue chip di mana kerugian bisa diminimalisir dan keuntungan yang fix bisa didapatkan. Saham blue chip, kerugian dan keuntungan, serta cara memilih saham adalah dasar ilmu saham yang perlu Anda pelajari. Lebih dalam lagi adalah analisis saham berupa fundamental dan teknikal dari perusahaan yang menjadi target investasi. Butuh waktu untuk bisa memahami lebih dalam hingga Anda bisa menghasilkan keputusan yang tepat dalam memilih saham.  

  • Tidak menghabiskan dana di satu jenis saham

Ini adalah konsep penting dalam investasi yaitu tidak meletakkan semua telur dalam satu keranjang. Artinya dana yang dimiliki harus dibagi-bagi dalam beberapa jenis saham yang profitable. Sehingga jika ada loss dari satu saham, masih tercover dari gain saham yang lain.  

Setelah memahami tips investor saham pemula, ada baiknya Anda belajar menggunakan aplikasi saham untuk pemula di mana Anda bisa mendapatkannya di aplikasi broker yang terdaftar di bursa efek. Bahkan Anda bisa langsung terhubung dengan web e-ipo jika Anda menggunakan aplikasi Stockbit salah satu broker yang terdaftar. Aplikasi-aplikasi ini membantu Anda investor pemula untuk belajar cara investasi saham online. Anda bisa menggunakan fasilitas demo untuk berlatih buy and sell saham di aplikasi Stockbit tersebut. 

Investor pemula harus bersikap layaknya investor konservatif. Dengan demikian instrumen yang cocok adalah saham-saham dengan fundamental stabil seperti saham blue chip di mana saham ini lebih profit untuk jangka panjang. Cara investasi jangka panjang juga bisa diterapkan pada saham-saham IPO di mana Anda bisa mendapatkan dengan harga perdana yang terjangkau. Jika saham ini dibiarkan selama jangka waktu tertentu, misal 5 tahun, maka kenaikan harga saham akan menjadi gain Anda sebagai investor. 

Selain saham, cara investasi jangka panjang lainnya adalah dengan menggunakan instrumen reksadana. Reksadana cocok untuk investor pemula/konservatif karena risiko yang melekat bisa diperkirakan dengan keuntungan yang cukup tinggi. Dikatakan aman karena dalam pemilihan saham dan mengatur transaksi dilakukan oleh manajer investasi yang tentunya sudah berpengalaman. Jika dirasa cukup, Anda sebagai investor pemula bisa mulai mentransaksikan saham untuk melatih kemampuan dan pengetahuan saham Anda.

Walaupun pemula, namun bukan berarti Anda harus mengalami kerugian dalam berinvestasi di saham. Sehingga tips-tips di atas dan tipikal investor konservatif haruslah dijalani selama masa pengenalan. Lebih baik berhati-hati di awal agar bisa memahami daripada terburu-buru tanpa ilmu. 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.