Daya Tarik Investor Asing Untuk Berinvestasi di Indonesia

  • Share
investor asing

Pemerintah makin membuka kran investasi bagi investor asing demi menciptakan iklim investasi yang lebih nyaman lagi. Hal ini menjadi fokus bagi penguatan ekonomi dari sisi investasi asing. Untuk itu, pemerintah memberikan regulasi dan kepastian hukum bagi investor asing melalui Kementerian investasi dengan memberikan aturan-aturan seperti di bawah ini.

Syarat Penanaman Modal Asing (PMA)

Perusahaan dengan menggunakan modal asing harus terdiri dari dua orang baik perorangan maupun perusahaan. Dengan mengacu pada Perpres No. 44 Tahun 2016, menjelaskan bahwa perusahaan tertutup atau terbuka yang menggunakan modal asing harus melihat daftar yang ada. Jika bidang usaha tidak ada dalam daftar tersebut maka modal PMA dapat mencapai nilai maksimal yaitu 100%. Sedangkan nilai investasi minimum adalah 10 miliar belum termasuk tanah dan bangunan dan wajib disetor ke Bank Indonesia minimal 2,5 miliar.

Dengan berlakunya aturan tersebut, bisa dipastikan menarik minat investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Salah satu dampak positif beroperasinya perusahaan asing di Indonesia adalah bergeraknya sektor ekonomi dengan kapasitas yang lebih besar karena didanai dengan modal baru dari luar. Tiga keuntungan perusahaan asing di Indonesia lainnya bisa disimak di bawah ini:

  • Membuka lapangan pekerjaan baru

Penanaman modal asing biasanya ditujukan ke perusahaan skala besar berupa pabrik manufaktur yang tentunya membuka lapangan pekerjaan baru. Di sisi ini, investor asing membantu pemerintah dalam mengurangi beban pengangguran yang tidak terserap dengan investasi dalam negeri yang ada. Sehingga pemerintah pun memberikan insentif-insentif demi terlaksananya siklus investasi yang aman dan menguntungkan kedua belah pihak, yaitu investor asing dan pemerintah. 

  • Transfer teknologi

Adanya perusahaan penanaman modal asing tentu saja tidak hanya membawa investasi modal saja namun juga teknologi. Hal ini sesuai dengan business plan yang sudah disepakati demi mendapatkan keuntungan besar dengan penerapan teknologi yang efisien. Transfer teknologi biasanya masuk ke dalam klausul perjanjian investasi di mana investor melihat gap teknologi yang ada di negara tujuan investasinya. Tentu saja ini menjadi hal positif di mana pembelajaran teknologi didapatkan dengan gratis sebagai pertukaran dari penananaman modal asing ini. 

  • Menambah pendapatan negara dari pajak

Setiap warga negara asing diwajibkan untuk membayar pajak khusus yang tercantum dalam aturan perpajakan yang ada. Begitu pula halnya dengan penanaman modal asing juga dibebani pajak yang wajar sebagai bentuk ketaatan pada hukum yang berlaku. Namun, pemerintah juga menjaga iklim investasi dengan memberikan privilege lain yang bertujuan mendorong minat investor asing 

Selain itu, Indonesia memang menjadi target investasi asing karena 3 hal yang dimiliki negara ini yaitu:

  • Populasi 

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia setelah Tiongkok, India dan Amerika Serikat. Namun, jumlah penduduk yang besar ini tetap diakomodasi dengan luas wilayah yang lebih besar daripada ketiga negara tersebut. Sehingga tingkat kepadatan penduduk hanya terjadi di daerah-daerah pusat saja. Dengan demikian, Indonesia masih menjanjikan untuk investor asing menanamkan modalnya karena masih memiliki wilayah yang potensial untuk dikembangkan. 

  • Ukuran ekonomi yang besar

Jumlah penduduk yang besar tentu berdampak pada nilai ekonomi yang yang besar. Kondisi krisis ekonomi yang telah dilalui dua dekade membuktikan tingkat ekonomi Indonesia cukup stabil karena bertumpu pada ekonomi menengah ke bawah dengan daya tahan yang telah teruji. Juga karena tingkat ekonomi Indonesia yang besar membuat investor asing menganggap negara ini potensial untuk menjadi tempat investasi asing. Perkembangan ekonomi dan teknologi juga memberikand dampak positif pada ukuran ekonomi yang kini bergeser tidak lagi di sektor pertanian.

  • Masuk dalam kelompok 20 negara dengan ekonomi terbesar di dunia (G-20)

Dengan ukuran ekonominya, Indonesia bergabung bersama 19 negara lainnya di kelompok G-20 yaitu kelompok negara dengan ekonomi terbesar di dunia. Beberapa negara yang masuk dalam kelompok ini adalah Amerika, India, Kanada, Australia, Arab Saudi hingga Cina yang merupakan negara dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Hal ini menjadi privilege dan mendorong minat investor asing untuk terus menanamkan modalnya di Indonesia.

Investor bertujuan mendapatkan keuntungan dari investasi yang dilakukannya. Dan Indonesia merupakan negara yang mempunyai daya tarik investasi tinggi dan prospektif untuk mendapatkan keuntungan. 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.