Investor Start-up di Indonesia

  • Share
investor start-up

Dunia start-up di Indonesia sedang hangat-hangatnya. Semakin banyak orang berlomba-lomba keluar dari zona nyamannya dan berpindah ke bisnis start-up. Start-up yang awalnya dipandang sebelah mata, sekarang sudah bisa menunjukkan eksistensi dengan profit yang menggiurkan di dunia bisnis Indonesia.

Di tahun  2019 sendiri, Indonesia telah menduduki peringkat lima dunia setelah Amerika Serikat, India, Inggris dan Kanada dalam pertumbuhan bisnis start-up. Tokopedia, BukaLapak, Traveloka dan Kopi Kenangan adalah bukti Indonesia mampu mencetak  start-up dengan kualitas Unicorn dan Decacorn.

Digital ekonomi yang mulai digandrungi ini pun menarik banyak perhatian investor untuk berlomba-lomba menjadi motor penggerak bagi start-up ini. Fenomena ini tentunya menjadi angin segar untuk perekonomian Indonesia yang belum memaksimalkan teknologi informasi. Tidak lagi berfokus pada hasil kekayaaan bumi, tetapi kualitas sumber daya manusia kini menjadi fokus yang memberi nilai tambah.

Pemerintah pun ikut memacu dan mendorong bisnis digital ini dengan memberikan program orientasi bisnis baku start-up melalui even igniton, workshop, dan bootcamp. Selanjutnya pemerintah ikut pula berupaya mempertemukan investor-investor potensial melalui konferensi-konferensi baik di dalam ataupun di luar negeri. Pemerintah berharap perkembangan start-up yang cepat juga mampu menarik investor di Indonesia untuk mengembangkan start-up yang ada menjadi lebih profitable.

Investor Terkenal di Indonesia  

Investor dengan start-up adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Start-up membutuhkan investor untuk membangun bisnis mereka. Dalam hal ini, investor harus jeli melihat prospek dan peluang yang ditawarkan oleh start-up itu sendiri.

Ide-ide kreatif dari start-up tidak akan dapat berjalan lebih cepat, jika mereka tidak mendapatkan investor yang sesuai dengan tujuan mereka. Tidak sekedar uang namun juga dukungan penuh terhadap start-up sehingga perusahaan dapat terus berkembang. Di bawah ini beberapa investor yang memberi kesempatan kepada start-up potensial untuk dikembangkan:

ANGIN

ANGIN atau Angel Investor Network Indonesia merupakan investor pertama di Indonesia yang berfokus pada bisnis start-up. Sesuai dengan namanya, ANGIN merupakan jaringan investor non profit yang berdiri tahun 2012 sekaligus program Global Enterpreneurship Program Indonesia (GEPI). Dana yang dikucurkan mencapai 1,5 miliar rupiah sebagai bentuk pendanaan dan mentoring untuk mendukung pertumbuhan start-up di fase awal.  

Ventura Group

Pernah dengar Lippo Group? Yups, Ventura Group merupakan investor yang berada dibawah naungan Lippo Group. Ventura Group menyatakan bahwa mereka siap menjadi bagian dari perkembangan start-up di Indonesia. Bukan hanya melalui pendanaan, tetapi mereka akan memberikan gagasan-gagasan untuk perkembangan perusahaan itu sendiri. Perusahaan-perusahaan yang pernah menjadi bagian dari Ventura Group adalah Ruangguru dan MatahariMall.

East Ventures

Ketika kita membicarakan investor start-up, nama East Ventures pasti muncul pertama kali. Traveloka, Tokopedia, dan Kudo merupakan salah satu dari sekian banyak perusahaan yang menerima pendanaan dari East Ventures. Perusahaan ini telah membuktikan bahwa mereka berjalan bersama dengan ide bisnis start-up dan mendukung banyak perusahaan perintis lainnya di Indonesia. Dan bagi founder start-up, investor ini memberi angin segar dan sebuah kesempatan untuk menawarkan model bisnis start-up.

Wavemaker

Perusahaan yang berfokus pada Adtech, Fintech dan solusi entreprise, menyebut perusahaan yang bekerja sama dengan mereka sebagai wavemakers. Hal ini menunjukkan bahwa investor ini sangat mendukung pertumbuhan bisnis dan ide-ide kreatif dari perusahaan perintis itu sendiri. Glitnts, Moka dan Zilingo merupakan contoh dari perusahaan-perusahaan  yang pernah bekerja sama oleh Wavemaker.

500 start-ups

Perusahaan ini yang mempunyai visi ikut berperan dalam ekosistem dan membantu perkembangan start-up pemula agar terus berkembang dan menciptakan generasi kreatif. Contoh perusahaan yang bekerja sama dengan 500 start-ups adalah Pomelo, Qraved dan Happy Fresh.

Tech in Asia Indonesia

Untuk para penggiat start-up, Tech in Asia Indonesia menjadi sebuah direktori wajib bagi mereka. Tech in Asia Indonesia merupakan komunitas online start-up yang berada di Indonesia.

Tech in Asia selalu berusaha menyesuaikan berita yang mereka berikan dengan kebutuhan dari start-up itu sendiri. Jadi bisa dikatakan bahwa Tech in Asia Indonesia mempunyai isi yang berbeda dengan Tech in Asia negara-negara Asia lainnya. 

Tech in Asia membangun dan melayani komunitas start-up di Indonesia khususnya dan Asia sebagai media makronya.  Tidak hanya memberikan perkembangan-perkembangan terkini dunia start-up dan tren yang sedang terjadi, Tech in Asia juga menjadi wadah berevolusi start-up. Tech in Asia Indonesia juga membuat konferensi-konferensi dengan tujuan mempertemukan investor-investor dengan perusahaan-perusaahaan start-up dengan potensial tinggi.

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.