Klasifikasi Emiten berdasarkan Sektor

  • Share
daftar emiten berdasarkan sektor

Emiten dan pasar modal adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Emiten membutuhkan pasar modal sebagai tempat untuk bertransaksi. Dan pasar modal memerlukan emiten sebagai pelaku penggerak aktivitas perekonomian sehari-hari. 

Pasar modal di Indonesia dikenal dengan nama Bursa Efek Indonesia. Lantai bursa menjadi pasar tempat perusahaan dan investor bertemu untuk melakukan aktivitas jual beli saham. 

Untuk memudahkan para investor dalam bertransaksi, BEI melakukan klasifikasi untuk emiten-emiten yang ikut dalam aktivitas keuangan ini. Sebelumnya BEI menggolongkan emiten-emiten ini menggunakan JASICA. JASICA adalah Jakarta Stock Exchange Industrial Classification. Sistem JASICA ini dianggap kurang mampu memenuhi kebutuhan pasar. Akhirnya BEI menggantikan JASICA ini dengan IDX-IC. IDX-IC adalah Indonesia Stock Exchange Industrial Classfification.

IDX-IC sebagai pengganti dari JASICA ini, terdiri dari 4 klasifikasi yang terdiri dari 12 sektor, 35 subsektor, 69 industri dan 130 sub-industri. Tujuan dari pengklasifikasian emiten ini adalah untuk memudahkan emiten dalam menjalankan kegiatan di BEI. Untuk para investor, IDX-IC menjadi sebuah pedoman bagi mereka dalam memilih saham yang prospektif.

Apakah perubahan yang ada di IDX-IC, tetapi tidak terdapat dalam JASICA? JASICA membagi penggolongan menjadi 9, sedangkan IDX-IC membagi menjadi 12 golongan. Pembagian Indonesia Exhange Industrial Classification sendiri adalah sebagai berikut:

  1. Energi (Energy) dengan kode A
  2. Bahan Baku (Basic materials) dengan kode B
  3. Industri (Industrials) dengan kode C
  4. Barang konsumen primer (Consumer non-Cycnicals) dengan kode D
  5. Barang non-primer (Consumer cynicals) dengan kode E
  6. Kesehatan (Healthcare) dengan kode F
  7. Keuangan (Finance) dengan kode G
  8. Properti dan Real Estate dengan kode H
  9. Teknologi dengan kode I
  10. Infrastruktur dengan J
  11. Transportasi dan Logistik dengan K
  12. Produk Investasi tercatat (listed invested product) dengan Z

Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat daftar beberapa perusahaan  yang terdaftar dalam Bursa Efek Indonesia berdasarkan IDX-IC di tahun 2021.

  1. Sektor Energi
  • Medco Energi Internasional
  • Mitra Investindo
  • Adaro Energy
  • Soechi Line

2. Sektor bahan baku (basic materials)

  • Aneka Gas Industri
  • Barito Pacific
  • Indocement Tunggal Prakarsa
  • Sinergi Inti Plastindo

3. Sektor Industri

  • Impack Pratama Industri
  • Sumi Indo Kabel
  • Voksel Electric
  • Kobexindo Tractor

 4. Sektor barang konsumen primer

  • Diamond Food Indonesia
  • Tiga Pilar Sejahtera Food
  • Indofood Sukses Makmur
  • Japfa Comfeed Indonesia

5. Sektor barang konsumen non-primer

  • Goodyear
  • Gajah Tunggal
  • Sepatu Bata
  • Trisula Textile

6. Sektor kesehatan

  • Mitra keluarga Karya Sehat
  • Indofarma
  • Kalbefarma
  • Tempo Scan Pacific

7. Sektor keuangan (financial)

  • Bank Central Asia
  • Bank QNB Indonesia
  • Batavia Prosperindo Finance
  • Mandala Multifinance

8. Sektor Properti dan Real Estate

  • Agung Podomoro Land
  • Alam Sutera Realty
  • Cahayasakti Investindo
  • Hanson International

9. Sektor Teknologi

  • M Cash Integrasi
  • NFC Indonesia
  • Envy Technologies Indonesia
  • Metrodata Electronics

10. Sektor Infrastruktur, beberapa contoh perusahaan yang ada dalam klasifikasi sector ini adalah:

  • PT Angkasa Pura I
  • PT Angkasa Pura II
  • Pelabuhan Indonesia I (persero)
  • PT Hutama Karya
  • Indosat

11. Sektor Transportasi dan Logistik

  • Garuda Indonesia
  • PT Kereta Api Indonesia
  • Dewata Freight International
  • Guna Timur Raya

12. Sektor Produk investasi tercatat

  • Reksa Dana Batavia Smart Liquid
  • Premier ETF Smintra 18
  • DIRE Simas Plaza Indonesia

Berikut adalah daftar perusahaan berdasarkan penggolongan JASICA dalam 9 sektor di tahun 2020, yaitu:

  1. Pertanian, subsektor yang masuk pada klasifikasi ini adalah, pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan jasa-jasa yang memiliki kaitan dengan sektor pertanian itu sendiri.
  2. Pertambangan, bidang-bidang perusahaan yang masuk dalam sektor ini adalah usaha-usaha yang terkait dalam bidang pertambangan dan penggalian, seperti pertambangan batu bara, industri minyak dan gas bumi, penggalian batu-batuan, dan lain sebagainya.
  3. Industri dasar dan kimia, industri-industri terkait dalam sektor industri dasar dan kimia adalah industri-industri yang mengolah bahan baku menjadi barang setengah jadi. Atau barang-barang yang masih harus melalui proses di sektor perekonomian lainnya.
  4. Industri-Industri lainnya (miscellaneous industry), perusahaan yang termasuk dalam klasifikasi sektor ini adalah perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam usaha pembuatan mesin berat atau ringan beserta komponen-komponen penyertanya.
  5. Industri barang konsumsi, biasanya perusahaan yang masuk dalam sektor ini adalah perusahaan-perusahaan yang bergerak dalam bidang pengolahan barang setengah jadi menjadi barang jadi. Umumnya barang konsumsi yang digunakan dalam skala kecil seperti rumah tangga.
  6. Properti, real estate dan bahan bangunan, perusahaan-perusahaan yang masuk dalam kategori ini adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang property, pembelian atau persewaan tempat tinggal, penjualan property, perbaikan konstruksi, pembuatan bangunan, dan lain sebagainya.
  7. Infrastruktur, utilitas dan transportasi, perusahaan yang bergerak dalam bidang transportasi, komunikasi, penyediaan energi dan jasa-jasa penunjangnya termasuk dalam perusahaan-perusahaan di sektor ini.
  8. Keuangan (finance), meliputi badan usaha yang bergerak dalam bidang keuangan, perdagangan, pembiayaan dan asuransi.
  9. Perdagangan, jasa dan investasi, perusahaan-perusahaan dengan aktivitas usaha perdagangan baik skala besar maupun mikro, dan usaha-usaha yang terkait dengan bidang jasa seperti hotel.

Daftar Perusahaan Manufaktur di Bursa Efek Indonesia di tahun 2020

Jika membicarakan tentang BEI, kita dapat menemukan sejumlah perusahaan manufaktur yang ikut dalam aktivitas pasar modal ini. Perusahaan manufaktur sendiri adalah perusahaan yang mengolah barang setengah jadi menjadi barang jadi atau barang konsumsi. 

Pada Bursa Efek Indonesia,  Perusahaan manufaktur dibagi menjadi 3 sektor, yaitu:

  1. Sektor Industri dasar dan kimia

Sektor ini memiliki beberapa subsektor seperti:

  • Subsektor semen (Wijaya Karya Beton, Semen Baturaja, Indocement Tunggal Perkasa)
  • Subsektor Keramik, Porselen dan Kaca (Asahimas Flat Glass, Mulia Industrindo, Surya Toto Indonesia)
  • Subsektor logam dan sejenisnya (Alakasa Industrindo, Saranacentral Bajatama)
  • Subsektor kimia (Aneka Gas Industri, Duta Pertiwi Nusantara, Chandra Asri Petrochemical)
  • Subsektor Plastik dan kemasan (Lotte Chemical Titan, Sinergi Inti Plastindo)
  • Subsektor pakan ternak (Charoen Pokphand Indonesia, Malindo Feedmill)
  • Subsektor Industri Kayu (Indonesia fiberboard Industry, Singaraja Putra)
  • Subsektor Bubur Kertas (Alkindo Naratama, Indah Kiat Pulp & Paper, Suparma)
  1. Sektor Aneka Industri
  • Subsektor Mesin dan Alat Berat (Astra Internayional, Gajah Tunggal, Goodyear)
  • Subsektor Tekstil dan Garmen (Argo Pantes, Indorama synthetics, Asia Pacific Investama)
  • Subsektor Alas Kaki (Sepatu Bata, Primarindo Asia Infrastructue)
  • Subsektor Kabel (Jembo Cable Company, KAbelindo Murni)
  • Subsektor Elektronika (Sky Energi Indonesia, Gaya Abadi Sempurna)
  1. Sektor Industri Barang Konsumsi
  • Subsector makanan dan minuman (garuda food, Indofood CBP Sukses Makmur, Mayora Indah)
  • Subsektor Pabrik Tembakau (Gudang Garam, Wismilak Int Makmur, Bentoel International Investama
  • Subsektor farmasi (Kimia farma, Pyridam Farma, Kalbe Farme)
  • Subsektor kosmetik dan keperluan rumah tangga (Mustika Ratu, Unilever Indonesia, Kino Indonesia)
  • Subsektor Peralatan Rumah Tangga (Kedaung Indah Can, Integra Indocabinet)

Selain 3 sektor dan daftar perusahaan manufaktur di BEI pada tahun 2020 diatas, masih ada subsektor lainnya dan IPO. Hardinata Abadi dan Sunindo Adiperkasa adalah perusahaan yang masuk dalam subsektor lainnya. Sedangkan untuk IPO, perusahaan-perusahaan termasuk di dalamnya adalah Diamond Food Indonesia, Soho Global Health dan beberapa perusahaan lainnnya.

Dari sini kita dapat melihat bahwa IDX-IC mampu menyempurnakan pengklasifikasian perusahaan daripada penggolongan berdasarkan JASICA. Selain itu dari pengklasifikasian ini, investor akan lebih mudah memilih di sektor apakah mereka akan menginvestasikan dananya. 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.