Emiten dan Pasar Modal

  • Share
emiten dan pasar modal

Emiten – jika Anda ingin memulai untuk menggeluti dunia investasi, istilah emiten akan sering Anda dengar dan Anda temui. Emiten merupakan salah satu faktor penentu dalam berinvestasi. Namun untuk investor pemula mungkin istilah emiten masih terdengar asing.

Lalu apakah emiten itu? Merujuk pada pengertian yang tertuang dalam Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) No. 43/POJK.04/2020, pengertian emiten adalah pihak yang melakukan penawaran umum, yaitu dengan menjual efek berdasarkan pada peraturan yang berlaku.

Emiten adalah perusahaan swasta maupun BUMN yang mendapatkan dana tambahan dengan cara menerbitkan efek di pasar modal. Saham yang ditawarkan oleh emiten dapat berupa saham, obligasi, exchange traded fund (ETF) dan reksa dana.

Umumnya, perusahaan menjual efek, untuk mendapatkan modal tambahan bagi perusahaan. Tetapi tidak semua perusahaan dapat menjadi emiten. Hanya perusahaan-perusahaan tertentu yang dapat menjadi emiten. 

Selain mendapatkan modal tambahan, emiten juga mempunyai fungsi-fungsi lainnya, yaitu :

  • Sarana untuk ekspansi perusahaan

Dengan menjadi emiten, jika efek dari perusahaan ini dibeli oleh pelaku bisnis, maka ini akan menjadi sarana ekspansi perusahaan. Perusahaan dapat meningkatkan kualitasnya, memperluas bidang usahanya dan pasarnya.

  • Regenerasi pemegang saham

Emiten memberikan kesempatan pada perusahaan untuk meregenerasi perusahaan. Artinya adanya perputaran atau pergantian dari pemilik saham lama ke pemilik saham baru.

  • Menyokong keberlangsungan perusahaan

Adanya suntikan dana segar dan tanpa bunga dari para investor, memberikan modal untuk perusahaan agar dapat memastikan operasional perusahaan lebih stabil dari sebelumnya.

Perbedaan Emiten dan Perusahaan Publik

Perbedaan Emiten dengan Perusahaan Publik. Setelah mengetahui tentang emiten, mungkin Anda akan beranggapan bahwa emiten dan perusahaan publik adalah sama. 

Menurut pengertiannya Perusahaan Publik adalah perseroan yang memiliki sejumlah pemegang saham dan memiliki modal sesuai dengan ketetapan peraturan pemerintah. Ada juga yang beranggapan bahwa sebuah perusahaan dapat dikatakan perusahaan publik jika memiliki kurang lebih 300 pemegang saham.

Tidak semua perusahaan publik dapat disebut dengan emiten. Seperti yang disebutkan diatas, emiten menjual saham dan obligasi ke pasar modal. Tidak semua perusahaan yang menjual saham di pasar modal juga menjual obligasi. Sebaliknya perusahaan yang menjual atau menerbitkan obligasi ke masyarakat, belum tentu menjual sahamnya.

Perbedaan lainnya adalah emiten dapat berupa perseorangan, organisasi atau pun sekelompok yang memiliki struktur sesuai dengan peraturan pemerintah. Sedangkan Perusahaan terbuka, lebih memiliki struktur yang lebih kompleks.

Manfaat Pasar Modal bagi Emiten

Pasar modal sendiri merupakan bagian penting dalam perekonomian. Sebagai pusat keuangan, pasar modal menjadi sarana untuk bertransaksi yang memiliki tingkat persaingan hingga ke level internasional. Lalu apakah manfaat pasar modal bagi emiten?

Berikut adalah manfaat-manfaat pasar modal bagi emiten:

  • Keuntungan dengan jumlah yang besar

Untuk mendapatkan jumlah dana yang relatif besar, emiten harus mempunyai laporan keuangan yang baik. Laporan keuangan ini biasa kita kenal dengan neraca keuangan. Karena neraca keuangan adalah salah satu indikator penting dalam perusahaan. Semakin baik neraca keuangan, maka peluang untuk menarik investor akan semakin tinggi. Emiten pun akan dapat dengan mudah menawarkan investasi kepada para investor.

  • Kemudahan pencairan dana

Manfaat lain ketika sebuah emiten melakukan aktivitas ekonomi di pasar modal adalah kemudahan dalam pencairan dana. Dana yang mereka peroleh ketika aktivitas ekonomi berlangsung di pasar modal, dapat langsung mereka cairkan ketika kegiatan di pasar modal berakhir. Dana yang telah mereka dapat dari investor di pasar modal, nantinya akan dapat digunakan untuk keberlangsungan perusahaan emiten ini sendiri.

  • Menghilangkan faktor convenant

Dengan adanya kemudahan memiliki modal tambahan, emiten tidak membutuhkan adanya convenant lagi. Hal ini akan memiliki impact yang baik untuk aktivitas perusahaan. Karena emiten dapat bergerak secara independen tanpa terikat dengan kewajiban-kewajiban dengan pihak lain.

  • Mengurangi hutang pada pihak Bank

Ketika emiten ikut aktif dalam sebuah pasar modal, akan menjadi suatu solusi untuk mengurangi hutang pada bank. Atau bahkan tidak berhutang sama sekali pada bank untuk penambahan modal. Tambahan modal ini bisa digunakan emiten untuk meningkatkan kinerja dan memperbagus neraca keuangannya. 

Contoh Emiten

Seiring dengan perkembangan ekonomi yang pesat, emiten di Indonesia pun semakin berkembang dan bertumbuh dengan cepat. Emiten di Indonesia sendiri dikelompokkan dalam beberapa kelompok seperti perkebunan, keuangan, pertambangan dan lain sebagainya.

Contoh emiten-emiten yang dimaksud adalah:

  • Medco Energi International, Tbk
  • BFI Finance Indonesia
  • Bank Rakyat Indonesia Agroniaga
  • Bank Central Asia
  • Sampoerna Agro

Pemahaman tentang investasi saham dan emiten merupakan satu kesatuan bagi investor. Dengan demikian investor dapat berinvestasi dengan logis yang didukung dengan informasi yang valid. 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.