Investor Konservatif

  • Share
investor konservatif

Dengan berinvestasi tentunya kita mengharapkan akan mendapatkan keuntungan dalam jangka waktu tertentu. Semakin banyak orang yang berminat untuk berinvestasi dipengaruhi oleh makin beragamnya produk investasi dan dengan nilai yang lebih terjangkau. Bahkan, produk investasi kini bisa dibeli melalui e-commerce, di mana aplikasi ini banyak dimiliki oleh ibu rumah tangga dan mahasiswa. 

Namun, dalam berinvestasi kita harus mempertimbangkan resikonya dengan matang agar tujuan investasi bisa tercapai. Berdasarkan profil risiko, kita bisa membagi tipe investor menjadi 3, yaitu:

  • Investor konservatif 

Investor konservatif adalah tipe investor yang mendahulukan sisi keamanan dalam berinvestasi

  • Investor moderat

Investor moderat adalah tipikal investor yang bersedia menanggung resiko jika dirasa perlu untuk mendapatkan keuntungan yang besar

  • Investor agresif

Investor agresif adalah tipikal investor sejati dan cenderung gambler. Atau bisa juga disebut seorang trader sejati. Investor jenis ini akan mencari investasi yang bisa memberikan gain besar dengan tetap mempertimbangkan resiko dan bersedia menanggungnya hanya demi keuntungan yang besar yang mungkin hanya terjadi sekali saja.

Dari tipikal investor di atas, Anda perlu mengetahui istilah Angel Investor. Angel investor adalah seorang investor yang mencari kepuasan diri dengan menginvestasikan dananya untuk sebuah project yang profitable namun bukan untuk dirinya. Kepuasan ini bisa jadi karena semacam balas budi atau perilaku bijaksana yang ingin mengembangkan usaha anak muda agar bisa sukses seperti dirinya. Jika di perusahaan, dana yang digunakan adalah dana Corporate Social Responsibility (CSR). 

Investor Konservatif

Sekarang kita kembali ke investor konservatif. Tipikal investor ini didominasi orang tua, investor pemula atau mereka yang ingin menginvestasikan dananya secara aman. Ciri-ciri investor jenis ini adalah:

  • Investasi aman

Seperti yang sudah disebutkan, investor ini mencari jenis investasi yang aman karena berharap dana mereka bisa berkembang jika diinvestasikan. Biasanya menggunakan dana tabungan atau dana pensiun yang dimiliki. 

  • Return yang stabil

Karena tujuan berinvestasi adalah mendapatkan keuntungan, maka investor konservatif mengharapkan return yang stabil agar dana investasinya dapat bertambah. Investasi yang mendapatkan return yang stabil adalah saham blue chip, di mana perusahaannya selalu memberikan dividen. 

  • Menghindari kerugian

Karena sifatnya yang konservatif, maka aspek kehati-hatian menjadi dasar utama investor ini dalam bersikap. Segala sesuatu dipertimbangkan, informasi dianalisa sebaik mungkin sebelum mengambil keputusan berinvestasi. Tujuannya tidak lain adalah tidak ingin mendapat kerugian yang bisa berdampak pada berkurangnya dana investasi bahkan bisa habis. 

Instrumen investasi:

  • Saham blue chip

Investor konservatif biasanya akan memilih saham blue chip sebagai instrumen investasinya. Dengan harga berapapun, seorang investor konservatif akan menyiapkan dananya. Hal ini tidak terlepas dari keuntungan yang akan didapat dari saham ini. Misalnya, dividen rutin yang diberikan menjadi penarik bagi investor untuk menempatkan sejumlah dana di saham jenis ini. Selain itu, karena sifatnya yang jangka panjang sesuai dengan tipe investor, kenaikan harga dari saham juga menjadi keuntungan lain bagi mereka. 

  • Deposito

Deposito menjadi instrumen investasi yang aman untuk investor konservatif. Dengan dana besar dan jangka waktu panjang, seorang investor konservatif bisa mendapatkan suku bunga yang kompetitif. Sehingga dana yang ditempatkan akan terus bertambah dan aman karena juga dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan dari pemerintah.

  • Reksadana

Reksadana adalah instrumen yang juga sama amannya dengan deposito. Manajer investasi akan bertindak atas nama investor untuk menempatkan dananya ke instrumen saham yang aman dan profit sehingga dana investor konservatif bisa terus bertumbuh. Jika kondisi pasar dirasa tidak kondusif, manajer investasi akan menyarankan investor untuk menarik dananya sebelum terpotong oleh kerugian yang mungkin timbul. 

Tipikal investasi jenis ini baru akan terlihat keuntungannya jika menginvestasikan dalam jumlah besar jangka waktu lama. Sehingga investor konservatif umumnya merupakan investor pemula, investor senior hingga mereka yang ingin mengembangkan dana tabungan atau pensiunnya untuk nanti dipergunakan di masa depan. 

Investor tipe ini akan sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan termasuk berpindah ke instrumen investasi lainnya. Hal ini sangat baik karena tujuan dari investasi adalah mendapatkan profit. 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.