Daftar Emiten Syariah di Indonesia

  • Share
daftar emiten syariah

Anda pasti telah mengetahui bahwa terdapat banyak emiten dengan jenis-jenisnya di bursa efek yang menawarkan sahamnya. Emiten-emiten ini tumbuh seiring dengan berkembangnya perekonomian di Indonesia. Salah satu emiten yang kini mulai diperhitungkan di Indonesia adalah emiten syariah.

Seperti yang kita ketahui bahwa Indonesia adalah negara muslim terbesar di dunia dan menjadi negara dengan pengaplikasian agama yang baik dari setiap masing-masing umatnya. Dan agama Islam tidak hanya mengatur tentang hubungan Tuhan dengan umatnya namun juga mengatur sendi-sendi bermasyarakat. Termasuk di dalamnya adalah hukum perdagangan yang semakin digali dan dipraktekkan sehingga muncul istilah ekonomi syariah. 

Untuk mengakomodir emiten syariah ini di mana valuasinya cukup besar, bursa efek dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia membentuk pasar modal syariah. Yaitu pasar modal yang tidak bertentang dengan prinsip-prinsip syariah sebagai bagian dari ajaran agama Islam.

Pasar modal syariah sendiri bisa dimasuki oleh pihak manapun tanpa mengenal suku, agama dan ras. Aktivitas-aktivitas dari pasar modal syariah sendiri harus menerapkan prinsip syariah yang menjadi dasar hukum dan bagian ekonomi syariah.

Secara garis besar, prinsip-prinsip syariah yang dimaksud adalah sebagai berikut:

  • Tidak adanya kegiatan perjudian dan permainan-permainan yang tergolong judi.
  • Memproduksi atau mendistribusikan barang atau jasa yang diragukan kehalalannya, merusak moral dan bersifat mudarat
  • Jasa keuangan yang mengambil keuntungan atau laba dengan sistem riba
  • Barang atau jasa lainnya yang bertentangan dengan prinsip syariah dan tidak sesuai dengan ketetapan dari Dewan Syariah Nasional.

Lalu bagaimana cara membedakan saham syariah ini? Anda dapat mencari perusahaan-perusahaan yang menerapkan prinsip syariah ini di Daftar Efek Syariah yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Bursa Efek Indonesia sendiri memberikan beberapa acuan untuk kegiatan investor saham syariah ini.  

  • Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI)

Yaitu saham-saham syariah yang tercatat pada Bursa Efek Indonesia dan masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan. ISSI dianggap sebagai indikator dari pasar saham syariah.

  • Jakarta Islamic Index (JII)

Jakarta Islamic Index  (JII) pertama kali ditemukan pada tahun 2000. Bursa Efek Indonesia ikut aktif dalam menentukan emitem-emiten yang tergabung dalam konstituen JII.  Selain itu juga menetapkan dan melakukan seleksi saham syariah pada konstituen ini di mana konstituen ini hanya terdiri dari 30 saham syariah yang paling likuid di Bursa Efek Indonesia.

  • Jakarta Islamic Index 70 (JII70)

Indeks saham syariah yang diluncurkan pada tahun 2018, terdiri dari 70 saham syariah yang paling likuid di Bursa Efek Indonesia. Data ini rutin diupdate dan menjadi acuan bagi investor dalam menentukan saham pilihan investasinya.

  • IDX-MES BUMN 17

Yang terakhir adalah IDX-MES BUMN 17, yaitu indeks saham yang mengindeks Badan-Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menerapkan prinsip syariah dalam kegiatan jual beli sahamnya di bursa efek. Indeks ini mengukur kinerja harga saham dari 17 saham syariah yang dimiliki Badan Usaha Milik Negara.  Indeks saham syariah dari Badan Usaha Milik Negara ini adalah hasil dari kerja sama antara Bursa Efek Indonesia dan Perkumpulan Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). 

Konstituen-konsituen ini melakukan proses seleksi sebanyak dua kali dalam setahun, seiring dengan jadwal revies dari Daftar Ekonomi Syariah (DES). 

Indeks-indeks saham yang dipergunakan dalam pasar bursa saham syariah ini terus mengalami perkembangan. Indeks saham syariah pada tahun 2020, yang ketika itu baru mengaplikasikan indeks JII70, banyak mengalami perubahan yang cukup signifikan. 

Melihat dari perkembangan, tentunya mudah sekali untuk menemukan emiten-emiten syariah yang berkembang di Indonesia. Sebagai contoh, inilah daftar beberapa saham syariah pada tahun 2020:

  1. Ace Hardware Indonesia
  2. Adaro Energy
  3. Aneka Gas Industri
  4. PT Aneka Tambang
  5. Ateliers Mecaniques d’Indonesie
  6. Astra International 

Pengindeksan saham syariah memberikan angin segar bagi perusahaan yang ingin listing di bursa efek dan mendapatkan investor yang paham dengan visi perusahaan ini. Walaupun tergolong murah, namun saham dari indeks ini mempunyai fundamental yang bagus dan prospektif di masa depan. Hal ini karena operasionalnya yang mengambil prinsip syariah dan lebih aman. 

  • Share

Leave a Reply

Your email address will not be published.